Ngaku Difitnah, Fahri Hamzah akan Laporkan Presiden PKS ke Polisi

Suwarjono, Dian Rosmala

Senin, 05 Maret 2018 | 20:03 WIB
Ngaku Difitnah, Fahri Hamzah akan Laporkan Presiden PKS ke Polisi
Fahri Hamzah [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah akan melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman ke Polisi karena telah meminta dirinya untuk mengundurkan diri dari PKS. Perseteruan antara Fahri dan Sohibul sudah cukup lama, dan kini kian memanas.

"Insya Allah lah. Saya lagi siapkan berkas-berkasnya karena menurut saya pelanggaran UU yang dilakukan oleh pimpinan PKS ini sudah agak fatal," kata Fahri di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Fahri menuding Sohibul melakukan persekongkolan dengan pihak lain untuk melengserkan dirinya dari posisi Wakil Ketua DPR.

"Di situ ada persekongkolan, ada pemufakatan jahat, ada perbuatan tidak menyenangkan, ada fitnah, ada pemalsuan, jadi semuanya sedang saya berkaskan. Terpaksa saya akan melaporkan ke polisi secara agak serius gitu," ujar Fahri.

Menurut Fahri, apa yang dilakukan oleh Sohibul terhadap dirinya akan berimplikasi pada rusaknya tatanan di internal PKS. Sebab, Sohibul yang kini menjadi pimpinan tertinggi PKS tidak menghormati hukum.

Ia juga menuding Sohibul tidak lagi menghormati putusan pengadilan yang telah memenangkan dirinya dalam gugatan perdata terhadap PKS. 

"Menurut saya itu sudah jelas kehancuran partai itu. Jadi saya terpaksa menggunakan kembali media pengadilan untuk tuntutan pidana. Kalau kemarin kan tuntutan perdata, kalau sekarang ini tuntutan pidana," tutur Fahri.

Fahri mengklaim memiliki cukup bukti untuk menyeret Sohibul ke pengadilan. Ia mengklaim laporan yang akan dilakukannya bertujuan menyelamatkan PKS.

Tuduhan Fahri terhadap Sohibul yaitu terkait pemalsuan informasi terkait dirinya kepada kader-kader PKS.

"Pertama pemalsuan. Jadi misalnya dia mengumumkan kepada kader itu berita hoaks, berita palsu. Bagian dari pemalsuan ini dia perintahkan kepada ketua MKD waktu itu. Sampai kemudian diganti kan di MKDnya," ujar Fahri.

"Itu semua kejahatan sebetulnya. Cuma saya diam-diam aja kan. Selain pemalsuan di situ banyak sekali kebohongannya kan. Dia membuat pengumuman tentang hal hal yang dia nggak punya bukti sama sekali. Jadi mengarang lah. Tidak ada peristiwanya," Fahri menambakan.

Fahri mengatakan, semua yang dilakukan oleh Sohibul terhadap dirinya mengandung unsur fitnah, perbuatan tidak menyenangkan dan pemufakatan jahat.

"Karena semuanya itu disusun. Persidangannya itu disusun berdasarkan fiksi, tidak ada datanya. Nah itu juga saya akan laporkan. Kita lihat saja nanti, karena ini peristiwa pidana tentu akan ada tersangkanya," kata Fahri.

"Karena saya melihat bahwa apa yang dilakukan pimpinan ini sudah merusak partai. Orang kader-kader kasian kerja di bawah itu ngos-ngosan. Tapi pimpinannya itu hormat kepada hukum saja nggak. Itukan kasat mata. Menghormati keputusan pengadilan, itu saja nggak," tambah Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah Sebut KPU Berpotensi Merusak Kredibilitas Pemilu

Fahri Hamzah Sebut KPU Berpotensi Merusak Kredibilitas Pemilu

News | Senin, 05 Maret 2018 | 13:57 WIB

Fahri Hamzah Pamer Foto Jokowi Pakai Sarung Tinju Ingin 'Berduel'

Fahri Hamzah Pamer Foto Jokowi Pakai Sarung Tinju Ingin 'Berduel'

News | Minggu, 04 Maret 2018 | 14:00 WIB

Komikus Jepang Ejek Jokowi, Ini Respons Fahri dan Fadli Zon

Komikus Jepang Ejek Jokowi, Ini Respons Fahri dan Fadli Zon

News | Sabtu, 24 Februari 2018 | 17:07 WIB

Novel Pulang Disambut banyak Orasi, Fahri: Kayak Jagoan Saja

Novel Pulang Disambut banyak Orasi, Fahri: Kayak Jagoan Saja

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 19:37 WIB

Novel Pulang, Fahri Hamzah: Sebaiknya Dia Kembali ke Polri Saja

Novel Pulang, Fahri Hamzah: Sebaiknya Dia Kembali ke Polri Saja

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 18:43 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB