Jadi JC, Dokter Bimanesh Diminta Bongkar Rekayasa Sakit Setnov

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Jum'at, 09 Maret 2018 | 11:34 WIB
Jadi JC, Dokter Bimanesh Diminta Bongkar Rekayasa Sakit Setnov
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/3).

Suara.com - Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dia sebelumnya menjalani sidang dakwaan atas perkara kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Bimanesh mengajukan permohonan JC pada akhir Februari 2018. Bimanesh yang diduga merekayasa data medis Setya Novanto harapkan bersama Fredrich Yunadi, dapat kooperatif di persidangan.

"Perlu kami sampaikan, karena sekitar akhir Februari 2018, BST (Bimanesh Sutarjo) telah mengajukan JC pada KPK. Maka kami mengingatkan bahwa KPK masih akan mempertimbangkan permohonan JC itu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (9/3/2018).

Febri juga meminta Bimanesh konsisten membongkar kejahatan dalam kasusnya di persidangan apabila ingin permohonan JC-nya dikabulkan.

KPK akan melihat sejauhmana Bimanesh mengakui perbuatannya. Serta membuka peran pihak lainnya secara signifikan.

"Sikap koperatif terdakwa lebih berdampak baik bagi proses yang berjalan. Jika terdakwa serius mengajukan Justice Collaborator, maka bukalah peran pihak lainnya seterang-terangnya, dan penuhi syarat lainnya secara konsisten," kata Febri.

Bimanesh sendiri telah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Kamis, ( 8/3/2018) kemarin. Jaksa KPK menilai dokter Bimanesh ikut serta melakukan perbuatan dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak, pemeriksaan tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Menurut jaksa, Bimanesh merekayasa data kesehatan Novanto agar menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akankah Keponakan Setnov Kena 'Jumat Keramat'?

Akankah Keponakan Setnov Kena 'Jumat Keramat'?

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 11:24 WIB

Dihentikan Polisi, KPK Didesak Ambil Alih Kasus Korupsi di Ende

Dihentikan Polisi, KPK Didesak Ambil Alih Kasus Korupsi di Ende

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 11:15 WIB

Ditahan KPK, Samsu Umar Dicopot Sebagai Bupati Buton

Ditahan KPK, Samsu Umar Dicopot Sebagai Bupati Buton

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 01:30 WIB

KPK: Sebentar Lagi Sejumlah Calon Kepala Daerah Jadi Tersangka

KPK: Sebentar Lagi Sejumlah Calon Kepala Daerah Jadi Tersangka

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 20:13 WIB

Tak Akui Korupsi, KPK Tuntut Gubernur Sultra Penjara 18 Tahun

Tak Akui Korupsi, KPK Tuntut Gubernur Sultra Penjara 18 Tahun

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 19:15 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×