Nenek yang Diduga Aniaya 5 Anak Adopsi Mengaku Ahli Stigmata

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 16 Maret 2018 | 15:27 WIB
Nenek yang Diduga Aniaya 5 Anak Adopsi Mengaku Ahli Stigmata
Candri Widarta (60), perempuan yang diduga menganiaya lima anak adopsinya, mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Candri Widarta (60), perempuan terduga penganiaya anak adopsinya, mengungkapkan sumber pendanaan yang digunakan untuk tinggal bersama lima anak asuhnya di sejumlah hotel mewah selama bertahun-tahun.

Menurutnya, sumber utama pendanaannya adalah dari donasi gereja. Namun, Candri tak menjelaskan gereja yang ikut menbantu mendanai dirinya.

"Orang gereja yang bantu," kata Candri di sela-sela pemeriksaan dirinya di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018).

Ia menuturkan, gereja-gereja memberikan uang donasi kepadanya sebagai imbal balik jasanya membuka praktik pengobatan tradisional kepada jemaat.

"Ahli pengobatan) tradisional. Pengobatan stigmata di Katolik ada," kata Candri.

Stigmata adalah luka-luka yang secara mendadak muncul di bagian tangan, kaki, kepala, atau lambung. Luka-luka itu seperti bekas paku penyaliban Yesus.

Sementara menurut medis, stigmata disebabkan penyakit maupun kondisi psikologis. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, stigmata diartikan sebagai keistimewaan pada tubuh yang menandakan suatu penyakit atau kemerosotan kesehatan.

Candri juga menuturkan, ia membawa 5 anak adopsinya berpindah-pindah tempat tinggal di sejumlah hotel mewah Jakarta karena alasan traumatis.

”Dulu saya tinggal di rumah sendiri, di Benhil, Tanah Abang. Tapi sering kebanjiran, jadi pindah,” ungkapnya.

baca juga

Rizka, keponakan Candri, mengklaim kelima anak adopsi tantenya juga diberikan pendidikan formal melalui jalur home schooling.

Bahkan, kata dia, guru-guru didatangkan dari sekolah Santa Theresia untuk mengajar anak-anak asuh Candri yang tinggal di hotel.

"Kalau homeschooling gurunya juga tidak mau dibayar. Pakai guru Santa Theresia, datang ke hotel," kata Rizka yang ikut mendampingi pemeriksaan Candri.

Sebelumnya, polisi menemukan lima anak diduga menjadi korban penelantaran dan penganiayaan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018).

Kelima anak tersebut merupakan anak angkat Candri. Mereka adalah FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10).

Bahkan, perempuan paruh baya itu sudah bertahun-tahun tinggal bersama lima asuhnya di sejumlah hotel di Jakarta. Namun, Candri diduga kerap menganiaya selama tinggal bersama kelima anak asuhnya.

Polisi juga sempat menangkap Candri. Namun, hingga kini, status perempuan itu masih sebagai saksi.

Kasus ini terungkap ketika salah satu anak, FA, kabur pada April 2017 lantaran tak kuat dengan pola asuh Candri. Selama kabur, FA pun tinggal bersama pengasuhnya yang berinisial Y.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Aniaya 5 Anak Adopsi, Nenek Candri: Saya Stres

Disebut Aniaya 5 Anak Adopsi, Nenek Candri: Saya Stres

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 13:56 WIB

Dituduh Aniaya Lima Anak Adopsi, Nenek Candri: Saya Difitnah

Dituduh Aniaya Lima Anak Adopsi, Nenek Candri: Saya Difitnah

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 12:42 WIB

Uang Nasabah BRI Raib, Polisi Ringkus 1 WNI dan 4 WNA

Uang Nasabah BRI Raib, Polisi Ringkus 1 WNI dan 4 WNA

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 11:42 WIB

Polda Metro Ringkus Stafsus Presiden Bidang Intelijen Gadungan

Polda Metro Ringkus Stafsus Presiden Bidang Intelijen Gadungan

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 19:17 WIB

Nenek Penganiaya Tak Bisa Lagi Bertemu 5 Anak Asuhnya

Nenek Penganiaya Tak Bisa Lagi Bertemu 5 Anak Asuhnya

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 14:42 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×