Setor Nama-nama Koleganya ke KPK, Setnov Minta Tak Tebang Pilih

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Kamis, 22 Maret 2018 | 18:09 WIB
Setor Nama-nama Koleganya ke KPK, Setnov Minta Tak Tebang Pilih
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/1/2018), dengan salah satu saksi yakni pengusaha Made Oka Masagung. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Setya Novanto, mantan Ketua DPR yang kekinian menjadi terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektornik, meminta KPK tidak tebang pilih saat membongkar pihak-pihak yang terlibat perkara tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Setnov tersebut sudah memberikan sejumlah nama kepada KPK, yang diketahuinya ambil bagian dalam tipu muslihat proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Setnov memberikan nama-nama orang yang terlibat korupsi e-KTP, karena sudah mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan KPK (justice collaborator).

"Saya juga mohon JPU KPK supaya tindaklanjuti pelaku lain, yang namanya sudah saya uraikan dalam permohonan JC. Saya sudah sampaikan ke penyidik," katanya di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga berpesan kepada keponakannya Irvanto Hendra Pambudi dan Pengusaha Made Oka Masagung, untuk terbuka kepada KPK.

Irvanto dan Made Oka yang telah menjadi tersangka kasus tersebut, diminta Setnov mengungkap ”aktor-aktor” yang terlibat korupsi e-KTP sehingga merugikan negara Rp2,3 triliun.

"Bantu KPK dan kooperatif sehingga semua terbuka tanpa ada ditutupi," kata Novanto.

Dalam proses persidangan pemeriksaan terdakwa hari ini, Novanto menyebut sejumlah nama yang diduga menerima aliran uang proyek e-KTP. Antara lain, dua politikus PDI Perjuangan Puan Maharani dan Pramono Anung.

Kedua nama politikus PDIP itu disebut Novanto lantaran diklaimnya menerima uang sebesar USD500 ribu dalam proyek e-KTP ini.

baca juga

Selain Puan dan Pramono, Novanto juga mengungkap adanya aliran dana yang mengucur ke pimpinan Badan Anggaran DPR dan pimpinan Komisi II DPR RI ketika proyek tersebut bergulir.

Menurutnya, uang tersebut ada yang diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi

"Pertama adalah untuk komisi dua pak Chairuman sejumlah USD 500 ribu dan untuk Ganjar Pranowo sudah dipotong oleh Chairuman, dan untuk kepentingan pimpinan banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng USD 500 ribu, Tamsil Linrung USD 500 ribu, Olly Dondokambey USD 500 ribu di antaranya melalui Irvanto," kata Novanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Setnov Terima Duit e-KTP, Pramono Anung: Sila Telusuri

Disebut Setnov Terima Duit e-KTP, Pramono Anung: Sila Telusuri

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 16:00 WIB

Namanya Disebut Novanto di Sidang e-KTP, Ini Peringatan Pramono

Namanya Disebut Novanto di Sidang e-KTP, Ini Peringatan Pramono

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 15:54 WIB

Pramono Anung Bantah Terima 500 Ribu Dolar AS dari Proyek e-KTP

Pramono Anung Bantah Terima 500 Ribu Dolar AS dari Proyek e-KTP

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 15:00 WIB

Rp5 Miliar Duit Korupsi e-KTP Biayai Rapimnas Partai Golkar 2012

Rp5 Miliar Duit Korupsi e-KTP Biayai Rapimnas Partai Golkar 2012

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 14:57 WIB

Setnov Akui Diberi Jam Tangan oleh Andi Narogong, Tapi Rusak

Setnov Akui Diberi Jam Tangan oleh Andi Narogong, Tapi Rusak

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 14:36 WIB

Terkini

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 09:49 WIB

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:47 WIB

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

×