Prabowo Bilang Kecelakaan Kerja karena Korupsi, Ini Kata Sandiaga

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Minggu, 01 April 2018 | 13:06 WIB
Prabowo Bilang Kecelakaan Kerja karena Korupsi, Ini Kata Sandiaga
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meninjau venue equestrian untuk Asian Games 2018 di Pulomas, Jakarta, Sabtu (10/3/2018). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, banyak proyek pembangunan infrastruktur yang koruptif, karena terdapat penggelembungan dana secara tak wajar alias di-mark up.

Akibatnya, kata Prabowo, banyak terjadi kecelakaan kerja di sejumlah proyek infrastruktur besutan pemerintah, seperti terjadi di DKI Jakarta.

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga politikus Gerindra‎, tak menampik pernyataan sang ketua.

Oleh sebab itu, ia menilai setiap proyek infrastruktur harus melibatkan pihak swasta agar terdapat pengawasan yang  lebih baik.

"Asal bekerja sama dengan pemerintah dalam public-private partnership, kemitraan. Kalau dibiarkan pemerintah jalan sendiri tanpa governance atau tata kelola yang baik, (hanya) akan tercapai‎ sebuah konsep pembangunan yang tidak ada check and balance," kata Sandiaga ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (1/4/2018).

Sebagai seorang yang punya latar belakang pengusaha, Sandiaga menilai pembangunan infrastruktur sangat menguntungkan.

Karenanya, dia mendorong ‎kemitraan antara pemerintah dengan badan usaha swasta yang lebih masif untuk proyek infrastruktur, sehingga lebih transparan.

"Kami ingin juga ke depan tidak ada kebocoran dalam pembangunan infrastruktur, karena biasanya untungnya sekitar 10-14 persen dari proyek infrastruktur itu," tuturnya.

Dengan begitu, swasta juga menjadi bagian dari pemerintah dalam membangun bangsa dan negara melalui proyek-proyek infrastruktur.

baca juga

"Itu harusnya jadi insentif bagi swasta membangun infrastruktur, dan bukan hanya tugas pemerintah. Tapi swasta juga ikut membangun dan juga menjadi bagian dari pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya, Jumat (30/3) lalu Prabowo Subianto dalam acara Partai Gerindra di Hotel Sultan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, mengatakan bahwa kecelakaan infrastruktur yang marak terjadi akhir-akhir ini disebabkan karena ada mark up dana proyek‎.

Ia mencontohkan, proyek infrastruktur yang sebenarnya hanya bernilai Rp200 juta, dianggarakan menjadi Rp500 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Akui Terowongan Mampang-Kuningan Bikin Kemacetan Baru

Sandiaga Akui Terowongan Mampang-Kuningan Bikin Kemacetan Baru

News | Minggu, 01 April 2018 | 12:50 WIB

Cak Imin Disarankan Jadi Cawapres Prabowo ketimbang Jokowi

Cak Imin Disarankan Jadi Cawapres Prabowo ketimbang Jokowi

News | Minggu, 01 April 2018 | 11:14 WIB

Prabowo Heran Indonesia Negara Kaya, Banyak Warga Tak Sejahtera

Prabowo Heran Indonesia Negara Kaya, Banyak Warga Tak Sejahtera

Bisnis | Sabtu, 31 Maret 2018 | 21:08 WIB

Prabowo Bingung Indonesia Negara Kaya, Banyak Warga Tak Sejahtera

Prabowo Bingung Indonesia Negara Kaya, Banyak Warga Tak Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 30 Maret 2018 | 21:00 WIB

Muhaimin Bisa Beri Kekuatan Baru Jika Jadi Cawapres Prabowo

Muhaimin Bisa Beri Kekuatan Baru Jika Jadi Cawapres Prabowo

News | Sabtu, 31 Maret 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:48 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:41 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

×