Fadli Zon Sesalkan Pemilihan Diksi dalam Puisi Sukmawati

Reza Gunadha, Dian Rosmala

Selasa, 03 April 2018 | 15:44 WIB
Fadli Zon Sesalkan Pemilihan Diksi dalam Puisi Sukmawati
Wakil DPR Fadli Zon gelar pertemuan dengan BPK di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018). (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon—yang juga memunyai minat dalam perpuisian—meyesalkan isi syair Sukmawati Soekarnoputri yang menuai polemik dan berujung pada pelaporan ke aparat kepolisian.

Pasalnya, kata Fadli, isi puisi berjudul “Ibu Indonesia” milik putri mendiang Presiden pertama RI Soekarno itu banyak berbicara mengenai Islam.

Bagi dia, pemilihan diksi yang digunakan Sukmawati, adalah ranah yang sensitif.

"Saya pikir, memang meskipun itu adalah sebuah ekspresi tapi kalau secara spesifik, menyebutkan azan, ini kan hal-hal sensitif," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Fadli mengatakan, membaca puisi Sukmawati, tentu akan melahirkan pro dan kontra. Sebagian mungkin ada yang bisa menerima, tapi pasti juga ada yang tersinggung.

"Apalagi bukan dalam sebuah metafor, tapi satu bentuk komparasi. Tentu orang bisa menerimanya beragam, ada yang bisa menerima, ada yang tersinggung," ujar Fadli.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, Sukmawati mestinya bisa mengklarifikasi maksud dari puisi tersebut, agar tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda, khususnya dari kalangan umat Islam.

Fadli mengingatkan, di Indonesia sudah pernah terjadi masalah akibat mengangkat tema-tema yang terkait dengan keyakinan kelompok tertentu. Sebab itu, semua pihak harus berhati-hati menyinggung isu-isu keagamaan.

"Kita sudah pernah melihat pelajaran mengangkat tema-tema yang seperti itu dan keyakinan pribadi yang tentu saja tiap orang punya keyakinan masing-masing. Maka harus sama-sama tahu karan, supaya tidak menimbulkan sebuah kegaduhan. Harusnya tahu resikonya seperti apa," kata Fadli.

baca juga

Sebelumnya, dalam acara Indonesia Fashion Week 2018 yang digelar di Jakarta Covention Center, tanggal 28 Maret hingga 1 April, Sukmawati membacakan puisi berjudul "Ibu Indonesia".

Dalam puisi itu terdapat dua kalimat yang menyinggung soal cadar dan azan. Sejumlah pihak menilai, kata cadar dan azan yang ada di dalam puisi Sukmawati mengandung unsur SARA.

Berikut ini puisi Sukmawati yang menjadi kontroversi.

 Ibu Indonesia

 

Aku tak tahu Syariat Islam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puisi Dianggap Menista, Pelapor Pertanyakan Agama Sukmawati

Puisi Dianggap Menista, Pelapor Pertanyakan Agama Sukmawati

News | Selasa, 03 April 2018 | 15:30 WIB

Soal Puisi, Nahdlatul Ulama Jatim Akan Laporkan Sukmawati

Soal Puisi, Nahdlatul Ulama Jatim Akan Laporkan Sukmawati

News | Selasa, 03 April 2018 | 15:06 WIB

Puisinya Dikecam, Sukmawati: Tak Semua Azan Dilantunkan Merdu

Puisinya Dikecam, Sukmawati: Tak Semua Azan Dilantunkan Merdu

News | Selasa, 03 April 2018 | 14:19 WIB

Alasan Amron Nilai Puisi Sukmawati Lebih Parah dari Ucapan Ahok

Alasan Amron Nilai Puisi Sukmawati Lebih Parah dari Ucapan Ahok

News | Selasa, 03 April 2018 | 15:15 WIB

Ikut Lapor, Ketua Hanura: Puisi Sukmawati Lebih Parah dari Ahok

Ikut Lapor, Ketua Hanura: Puisi Sukmawati Lebih Parah dari Ahok

News | Selasa, 03 April 2018 | 13:40 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×