Korban Bertambah, Polisi Buru Distributor Miras Oplosan di Jaktim

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 04 April 2018 | 13:22 WIB
Korban Bertambah, Polisi Buru Distributor Miras Oplosan di Jaktim
Polisi menunjukkan miras ilegal dan miras oplosan. [Antara/Anis Efizudin]

Suara.com - Korban tewas terkait kasus peredaran minuman keras oplosan di Jakarta Timur kini bertambah menjadi 10 orang. Kepolisian pun memburu distributor miras oplosan di kawasan Jakarta Timur.

Warga yang tewas akibat menegak miras oplosan itu berasal dari lokasi berbeda-beda yakni di kawasan Duren Sawit, Pulogadung dan Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Korban sepuluh (yang meninggal dunia itu dari beberapa TKP," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra di Polda Metro Jaya, Rabu (4/4/2018).

Menurut laporan yang diperoleh polisi, para korban meninggal dunia saat dilakukan penanganan medis di tiga rumah sakit berbeda. Tony menyampaikan sejumlah rumah sakit yang sempat menampung pasien miras oplosan yakni RS Islam Pondok Kopi, RSUD Matraman dan RS Persahabatan.

"Itu meninggalnya di 3 RS," kata dia.

Perihal banyak korban tewas akibat miras oplosan, Polres Metro Jakarta Timur telah membentuk tim khusus. Bahkan sejak mendapatkan kabar 10 warga tewas, polisi langsung menyisir lokasi-lokasi peredaran miras di Jakarta Timur.

"Tadi malam kita ke beebrapa warung kaki lima. Meski dengan kejadian kemarin tadi malam banyak tutup," kata Tony.

Polisi, kata dia, hingga kini masih memburu distributor yang menjadi pemasok miras oplosan yang telah menelan korban jiwa 10 orang.

"Jadi target kita bukan miras kaki lima saja. Target kita pemasok distributor," kata Tony.

baca juga

Sementar itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan penyidik Polres Metro Jakarta Timur untuk mendalami apakah ada kaitan penjualan miras oplosan di Jagakarsa dengan tewasnya beberapa warga di Jakarta Timur.

"Tadi saya koordinasi sama kapolrws jakarta timur kita belum bisa mengkaitkan apa di sana ada juga sendiri atau bagaimana," kata Indra.

Namun, menurutnya, sejauh ini, belum ditemukan apakah miras yang menjadi penyebab warga Jakarta Timur tewas berasal dari racikan tersangka berinisial RS.

"Makanya nunggu saja biar penyidiknya bekerja dulu mengembangkan masalah ini," kata dia.

RS selaku pemilik warung di Jagakarsa telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus miras oplosan. Akibat miras yang dibeli dari RS itu sebanyak 8 warga yang berasal dari Jagakarsa dan Depok meninggal dunia.

Dalam kasus ini, pria tamatan SMA itu dikenakan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 204 KUHP tentang Penjualan Barang yang Menyebabkan Kematian Orang Lain. RS kini telah mendekam di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Bahan Racikan Maut Miras Oplosan yang Menewaskan 8 Orang

Ini Bahan Racikan Maut Miras Oplosan yang Menewaskan 8 Orang

News | Rabu, 04 April 2018 | 12:08 WIB

Penjual Miras Oplosan Jadi Tersangka karena 8 Orang Tewas

Penjual Miras Oplosan Jadi Tersangka karena 8 Orang Tewas

News | Rabu, 04 April 2018 | 11:31 WIB

Polisi Temukan Belasan Kardus Miras Oplosan di Bawah Keramik

Polisi Temukan Belasan Kardus Miras Oplosan di Bawah Keramik

News | Rabu, 04 April 2018 | 09:14 WIB

Empat Tewas diduga Miras Oplosan, Apa Kata Sandiaga Uno?

Empat Tewas diduga Miras Oplosan, Apa Kata Sandiaga Uno?

News | Rabu, 04 April 2018 | 08:17 WIB

Terkini

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

×