Pertanyakan Deklarasi Jokowi-Muhaimin oleh PKB, Ini Alasan PPP

Arsito Hidayatullah, Dian Rosmala

Kamis, 12 April 2018 | 18:21 WIB
Pertanyakan Deklarasi Jokowi-Muhaimin oleh PKB, Ini Alasan PPP
Presiden Joko Widodo saat menerima Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, akhir 2016 lalu. [Antara]

Suara.com - Pihak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyayangkan dan mempertanyakan sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah melakukan deklarasi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Muhaimin Iskandar (Join) untuk Pilpres 2019 yang akan datang.

"Itu yang kami sayangkan dan kami pertanyakan. Maksudnya 'Join' itu apa? Mau memaksakan Pak Jokowi mengambil Cak Imin (Muhaimin)?" kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi, di DPR RI, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Baidowi mengatakan, memilih bakal calon wakil Presiden adalah ranah Jokowi sebagai pemegang mandat partai koalisi. Jokowi dinilai paling tahu mengenai figur yang paling layak untuk mendampingi dirinya.

"Tentu figurnya itu harus memiliki integritas, kualitas dan elektabilitas. Dan tentu saja, yang terakhir adalah memiliki chemistry dengan Jokowi, karena ini ibarat suami-istri, harus sejalan serempak. Tidak suaminya ke kanan, istrinya ke kiri. Itu nggak bisa," ujar Baidowi.

Baidowi sendiri mempersilakan PKB untuk mendeklarasikan diri terlebih dahulu kepada Jokowi. Namun ia mengingatkan, memaksakan Muhaimin sebagai cawapres Jokowi adalah terlalu jauh dan terkesan mengintervensi Jokowi.

Baidowi menegaskan, pihaknya tidak masalah jika masing-masing partai berharap digandeng Jokowi sebagai pengusung cawapres. Namun, jika kesannya mengintervensi, maka PPP merasa keberatan.

"Karena kami sudah sepakat, soal cawapres Pak Jokowi akan dibahas bersama di Pilkada serentak. Dan sampai sekarang dukungan resmi PKB kepada Pak Jokowi kami belum lihat. Hanya sekadar deklarasi Pak Jokowi-Cak Imin. Itu sama saja sebenarnya deklarasi-deklarasi yang dibikin di daerah-daerah, atas nama ini dan itu, kan sama aja," tutur Baidowi.

Lebih jauh, Baidowi pun menyebut, (pihak PKB) membuat posko sebanyak apa pun, apabila di kemudian hari Jokowi justru memilih cawapres di luar PKB, apakah posko-posko tersebut masih berdiri atau akan dialihkan pada kandidat lain.

"Saya kira itu harus ditegaskan dulu. Konkritkan dulu dukungan PKB pada Pak Jokowi, baru kita bicara soal cawapres," tegas Baidowi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Cawapres Jokowi? Susi: Alhamdulillah Kalau Ada yang Mau

Jadi Cawapres Jokowi? Susi: Alhamdulillah Kalau Ada yang Mau

News | Kamis, 12 April 2018 | 14:46 WIB

OSO: Cak Imin Orangnya Pendek Tapi Cerdas

OSO: Cak Imin Orangnya Pendek Tapi Cerdas

News | Rabu, 11 April 2018 | 19:45 WIB

Pengakuan Ariyanto, Lelaki Bertelanjang Dada yang Kejar Jokowi

Pengakuan Ariyanto, Lelaki Bertelanjang Dada yang Kejar Jokowi

News | Rabu, 11 April 2018 | 16:06 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×