Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:31 WIB
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi kesehatan mental remaja (Suara.com)
baca 10 detik
  • Program CKG Kemenkes mendeteksi hampir 10% dari 7 juta anak terindikasi masalah kesehatan mental, didominasi kecemasan dan depresi.
  • Tren percobaan bunuh diri remaja melonjak signifikan dari 3,9% pada 2015 menjadi 10,7% pada 2023.
  • Pemerintah berencana perluasan skrining dan tindak lanjut melalui puskesmas, menyoroti peran lingkungan asuh dan sekolah.

Suara.com - Di tengah berbagai persoalan kesehatan masyarakat, satu temuan terbaru dari Kementerian Kesehatan memunculkan alarm baru mengenai kesehatan mental anak Indonesia. Dari hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditemukan bahwa hampir satu dari sepuluh anak menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental.

Temuan ini berasal dari skrining terhadap jutaan anak di berbagai daerah. Angkanya tidak kecil, bahkan sudah menyentuh ratusan ribu anak yang mengalami gejala kecemasan dan depresi. Situasi ini menegaskan bahwa kesehatan mental anak bukan lagi isu pinggiran, melainkan masalah kesehatan publik yang mendesak untuk ditangani. 

Apa yang Ditemukan dalam Skrining Kesehatan Anak?

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih luas, termasuk kesehatan mental anak.

Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, hampir 10 persen di antaranya terindikasi mengalami masalah kesehatan mental. Temuan tersebut mengungkap dua gejala utama yang paling banyak muncul, yaitu kecemasan dan depresi. 

Rinciannya menunjukkan bahwa 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak mengalami gejala kecemasan, sementara 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa angka tersebut bukan hal kecil.

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujar Budi. 

Temuan ini menjadi gambaran awal dari kondisi kesehatan mental anak di Indonesia. Pemerintah sendiri menargetkan program skrining ini akan terus diperluas agar semakin banyak anak yang bisa terdeteksi sejak dini.

baca juga
Infografis kesehatan mental remaja. (Suara.com/Syahda)
Infografis kesehatan mental remaja. (Suara.com/Syahda)

Mengapa Masalah Ini Perlu Diwaspadai?

Gangguan kesehatan mental pada anak bukan hanya persoalan emosional sesaat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius ketika mereka tumbuh dewasa. Salah satu indikator yang paling mengkhawatirkan ialah meningkatnya angka percobaan bunuh diri pada remaja. 

Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2015, angka percobaan bunuh diri pada anak tercatat sekitar 3,9 persen. Namun pada 2023, angka tersebut melonjak menjadi 10,7 persen. 

Kenaikan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental anak tidak bisa dipandang sebagai masalah individu semata. Ia berhubungan dengan banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi psikologis, relasi sosial, hingga tekanan lingkungan.

Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting. Dengan mengetahui gejala lebih awal, intervensi bisa dilakukan sebelum masalah berkembang menjadi krisis kesehatan jiwa yang lebih serius.

Apa Penyebab Anak Mengalami Gangguan Mental?

Kementerian Kesehatan menyebut bahwa masalah kesehatan mental pada anak tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa lingkungan sekitar anak memiliki peran penting dalam membentuk kesehatan mental.

"Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar,” kata Budi. 

Secara umum, ada beberapa faktor yang paling sering memengaruhi kondisi mental anak.

Pertama, lingkungan keluarga. Relasi antara orang tua dan anak, pola asuh, hingga konflik dalam keluarga dapat berdampak langsung pada kesehatan mental anak.

Kedua, lingkungan sosial. Interaksi dengan teman sebaya, tekanan sosial, hingga pengalaman perundungan dapat memicu stres dan kecemasan pada anak.

Ketiga, lingkungan sekolah. Beban akademik, tuntutan prestasi, serta dinamika pergaulan di sekolah juga sering menjadi sumber tekanan psikologis.

Ketiga faktor ini saling berkaitan dan membentuk ekosistem psikologis anak dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Tanggung Jawab Negara?

Temuan dari program CKG membuka kenyataan bahwa masalah kesehatan mental anak membutuhkan pendekatan yang lebih serius dari negara.

Pemerintah berencana memperluas skrining kesehatan mental hingga menjangkau puluhan juta anak di seluruh Indonesia, sehingga deteksi dini dapat dilakukan secara lebih sistematis. 

Selain itu, anak-anak yang terindikasi mengalami gejala gangguan mental akan mendapatkan tindak lanjut dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Pemerintah juga mendorong peningkatan jumlah tenaga psikolog klinis serta layanan bantuan krisis kesehatan jiwa.

Namun upaya negara tidak bisa berdiri sendiri. Keluarga, sekolah, dan masyarakat juga memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman secara emosional bagi anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:00 WIB

Hasil Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental

Hasil Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:24 WIB

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Tabungan Tipis, Anxiety Berlapis: Realitas Kecemasan Finansial Generasi Muda

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:18 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×