'Andai Jalan Perbatasan Baik, Anakku Tak Perlu Mati....'

Reza Gunadha

Minggu, 15 April 2018 | 14:04 WIB
'Andai Jalan Perbatasan Baik, Anakku Tak Perlu Mati....'
ILUSTRASI - Prajurit TNI-AD yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Yonif 644/Walet Sakti melakukan patroli di hutan perbatasan Indonesia - Malaysia di Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (8/12).

Ia mengatakan, seandainya kondisinya bagus, sudah tentu anak ketiganya tak akan meninggal hanya karena masalah infranstruktur yang tak memadai.

"Kalau pemerintah sudah bangun jalan yang bagus pasti hal ini tidak akan terjadi," ujarnya sambil mengusap air matanya.

Kisah tragis ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh Elisbeth. Ny Martha (50) juga mengakui bahwa pernah mengalami hal yang menyedihkan pada 2016.

Pada saat itu saat anak perempuannya melahirkan cucu pertamanya, pihak dokter di puskesmas setempat kesulitan mengeluarkan ari-ari dari dalam rahim anaknya.

Padahal, sang bayi kala itu sudah berhasil keluar, sementara ari-ari bayi itu masih berada di dakam rahim.

"Waktu itu lahirnya sore, setelah kejadian itu pukul 15.00 WITA saya bersama keluara langsung mengantarnya ke Rumah Sakit di Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kami hanya melewati tiga sungai namun jalan sangat memprihatinkan sehingga kami harus beristirahat di tengah jalan," katanya.

Saat hendak berangkat pada keesokan harinya, sungai yang menjadi satu-satunya jalur transportasi tak bisa dilewati karena banjir akibat hujan yang deras.

Hal ini membuat mereka hanya menunggu, agar banjir reda sehingga bisa kembali dilalui.

"Bayangkan saja, kami harus tidur tiga malam di tengah hutan karena jalur transportasi yang sangat memperihatikan," ujarnya.

baca juga

Pada saat itu, ia mengakui hanya berserah kepada Tuhan tentang hidup dan matinya dari anaknya.

Sampai pada haru ketiga perjalanan di lanjutkan. Sesampainya di Kefa, dokter yang bertugas merawat anaknya marah karena hal tersebut.

"Kami bersyukur karena cepat. Karena kalau tidak terlambat satu hari saja, nyawa anak saya sudah tidak tertolong," ujarnya.

Mahal Tidak hanya masalah fasilitas kesehatan, masalah kebutuhan pokok juga menjadi keluhan masyarakat di kawasan perbatasan itu.

Jalan dan minimnya transportasi di daerah itu mengakibatkan kebutuhan pokok menjadi mahal di daerah itu. Contohnya untuk beras premium harga sekilonya mencapai Rp15 ribu.

Belum lagi jika pada saat musim penghujan, stok yang ada harganya bisa naik karena pasokan tak masuk akibat cuaca buruk dan sejumlah akses transportasi terhenti.

"Kalau tidak ada minyak tanah atau beras terpaksa kami gunakan tunggu sampai pasokannya datang," ujar Elisabeth.

Dia mengaku sulit untuk bisa ke Kota apalagi kendaraan yang menuju ke desa tersebut sehari hanya satu kendaraan yang berani datang.

Oleh karena itu, baik Elisabeth dan Martha berharap agar pemerintah pusat melihat langsung kondisi jalur transportasi di desa tersebut, sehingga cerita yang dialami oleh keduanya tidak dialami oleh warga lain di desa tersebut.

Anggaran Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar untuk pembangunan jalan di kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Oecuse, Timor Leste.

"Panjang ruas jalan tersebut kurang lebih mencapai 60 kilometer," Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang Machlon Nomseo.

Ia mengatakan, pembangunan jalan lingkar luar menghubungkan wilayah Kecamatan Amfoang Timur di Oepoli, Kabupaten Kupang hingga ke wilayah Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara, sehingga pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan semakin cepat berkembang.

"Pembangunan jalan lingkar luar itu untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan di wilayah perbatasan Kabupaten Kupang sehingga menjadi lebih berkembang," katanya.

Dengan pembangunan jalan lingkar itu lebih memudahkan akses transportasi bagi masyarakat Amfoang Timur ke TTU akan semakin dekat karena didukung infrastruktur jalan perbatasan yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Flores Timur Diguncang Gempa Tektonik

Flores Timur Diguncang Gempa Tektonik

News | Sabtu, 24 Februari 2018 | 06:33 WIB

Suap Bupati Ngada Jadi Pintu Masuk Bongkar Korupsi di NTT

Suap Bupati Ngada Jadi Pintu Masuk Bongkar Korupsi di NTT

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 10:45 WIB

Kisah Desi dari NTT, Bawa Putri Kembarnya ke Jakarta Karena Tumor

Kisah Desi dari NTT, Bawa Putri Kembarnya ke Jakarta Karena Tumor

News | Senin, 12 Februari 2018 | 17:04 WIB

Ditangkap KPK, Marianus Sae Tetap Jadi Calon Gubernur NTT

Ditangkap KPK, Marianus Sae Tetap Jadi Calon Gubernur NTT

News | Senin, 12 Februari 2018 | 13:22 WIB

Jagonya di Pilkada NTT Ditangkap, PDIP Tetap Dukung KPK

Jagonya di Pilkada NTT Ditangkap, PDIP Tetap Dukung KPK

News | Senin, 12 Februari 2018 | 10:57 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 21:21 WIB

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

News | Jum'at, 18 September 2026 | 21:12 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:05 WIB

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Sebanyak 1.619 Debitur Telah Memperoleh Penyaluran KPP Bernilai Rp427,5 Miliar dari BRI

Batam | Jum'at, 18 September 2026 | 20:43 WIB

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

×