Jokowi Curhat ke Prabowo soal Kelakuan Elite, Ini Kata PDIP

Rabu, 25 April 2018 | 13:51 WIB
Jokowi Curhat ke Prabowo soal Kelakuan Elite, Ini Kata PDIP
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beramah tamah dengan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, Senin (16/10/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Politikus PDIP Masinton Pasaribu membantah pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Puoyono, yang menyatakan Presiden Joko Widodo sering curhat kepada Prabowo Subianto, terkait kesulitan-kesulitan menjalankan pemerintahan.

Masinton mengatakan, informasi yang disampaikan Arief seringkali tidak akurat.

"Informasinya tidak pernah benar dia. Sumber informasi Pak Arief Puoyono itu tak pernah jelas," kata Masinton kepada Suara.com, Rabu (25/4/2018).

Menurut Anggota Komisi III DPR RI ini, pertemuan Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra itu tak pernah lepas dari pembicaraan soal kebangsaan dan kenegaraan. Lagi pula, bukan tipikal Jokowi seperti apa yang disampaikan Arief.

"Jadi yang disampaikan oleh Arief Puoyono itu fiktif. Bukan tipikal Pak Jokowi yang begitu itu. Tidak ada pembicaraan Pak Jokowi begitu. Imajinasi liarnya saja itu. Tak pernah ada obrolan soal itu," kata Masinton.

Sebelumnya, Arief mengatakan Jokowi sering curhat kepada Prabowo terkait kesulitan-kesulitan dalam mengurus pemerintahan.

"Memang sering bertemu kok (Jokowi dan Prabowo). Terakhir itu setahu saya di Istana negara ya tahun lalu, kadang sih Pak Jokowi curhat sama Pak Prabowo tentang kesulitan kesulitan mengurus pemerintahan, terutama dalam hal ekonomi ya," kata Arief saat dihubungi, Selasa (24/4/2018).

Bahkan, lanjut Arief, Jokowi sering curhat terkait tekanan yang sering diterimanya dari partai pendukung.

"Curhatnya, banyaknya tekanan-tekanan dari petinggi petinggi partai yang ada di pemerintahannya, dan elite-elite nonpartai yang ada di kabinetnya," ujar Arief.

Baca Juga: Menaker: Tenaga Kerja Indonesia yang Menyerbu Negara Lain

Selain itu, Jokowi juga sering curhat soal bisnis-bisnis yang dijalankan para petinggi partai pendukungnya.

Jokowi mengeluhkan para petinggi partai pendukungnya itu sering menggunakan fasilitas negara dan melanggar aturan untuk berbisnis.

"Misalnya ekspor beras, BBM, menjadi broker proyek infrastruktur untuk dapet uang komisi, serta menempatkan direksi-direksi BUMN yang tidak punya kemampuan," kata Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI