Korban Pendeta Palsu, Taslim Buka Kotak Ternyata Isi Mi Rebus

Reza Gunadha, Welly Hidayat

Rabu, 25 April 2018 | 21:12 WIB
Korban Pendeta Palsu, Taslim Buka Kotak Ternyata Isi Mi Rebus
Ilustrasi

Suara.com - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menangkap pelaku sindikat penipuan berkewarganegaraan Tiongkok dan Indonesia.

Komplotan itu melakukan penipu dengan modus menjadi pendeta yang mampu membebaskan korbannya dari kesialan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu mengatakan, sindikat mereka beranggotakan enam orang.

Tiga dari 6 anggota komplotan itu warga Tiongkok, yakni CT, CH dan HSZ. Sementara, tiga sisanya warga Indonesia berinisial JW, A dan E. Mereka ditangkap di Bandung, Jawa Barat pada Senin (23/4/2018).

Roma menjelaskan, modus para tersangka menawarkan pertolongan bagi korban agar terbebas dari segala musibah.

"Itu korbanya dianjurkan ritual dengan metode membersihkan semua harta-hartanya, supaya terbebas dari maut dan musibah," kata Roma, Rabu (25/4/2018).

Menurut Roma. pelaku membagi peran masing-masing dalam melaksanakan aksinya. Ada yang menjadi pendeta, berperan jadi penghipnotis, serta penyimpan harta para korban.

Roma menjelaskan, korban terakhir dari para pelaku yakni bernama Jurnasti Taslim. Korban menjadi sasaran pelaku saat berada di Pasar Petojo, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/4) lalu.

Kala itu, JW dan A mendatangi korban bermaksud menawarkan jasa klenik tersebut.

baca juga

Terjubuk tawaran itu, Taslim mengikuti perintah para kedua tersangka tersebut. Selanjutnya Taslim diajak bertemu tersangka lain berinisial E yang mengaku sebagai cucu pendeta.

"Pas ketemu, tersangka E meramalkan salah satu keluarga korban akan terkena musibah. Untuk menghindari musibah itu, dia harus membersihkan seluruh hartanya," kata Roma.

Mendapat intruksi tersebut, Taslim mengikuti perintah tersangka E dengan mengambil harta bendanya di Bali.

Setelah kembali dari Bali, Taslim sudah membawa sejumlah harta bendanya dan kembali bertemu dengan tersangka HSZ dan CT untuk diantarkan ke tersangka E sebagai pendeta palsu tersebut.

"Itu tersangka E memberikan satu kotak berisi air untuk dimandikan ke badan korbannya," ujar Roma

Namun, E meminta Taslim untuk membuka kotak tersebut dan memandikan air setelah tiga hari bertemu dengan tersangka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjual Baju Ngaku Brigadir Jenderal Polisi dan Dokter Kandungan

Penjual Baju Ngaku Brigadir Jenderal Polisi dan Dokter Kandungan

News | Senin, 23 April 2018 | 16:34 WIB

Pensiunan TNI AL Dibunuh, Polisi Garap Pacar Pelaku

Pensiunan TNI AL Dibunuh, Polisi Garap Pacar Pelaku

News | Rabu, 18 April 2018 | 20:39 WIB

Ngaku Pensiunan Tentara AS, WN Nigeria Ajak Pacar Menipu Dian

Ngaku Pensiunan Tentara AS, WN Nigeria Ajak Pacar Menipu Dian

News | Rabu, 18 April 2018 | 19:44 WIB

Tergiur Arisan Online Selly, Ingin Cepat Kaya Tapi Kena Tipu

Tergiur Arisan Online Selly, Ingin Cepat Kaya Tapi Kena Tipu

News | Rabu, 18 April 2018 | 07:30 WIB

Supriyanto Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?

Supriyanto Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?

News | Jum'at, 13 April 2018 | 10:04 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×