Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2017 Rp 30 Triliun

Adhitya Himawan

Kamis, 26 April 2018 | 17:51 WIB
Kerugian Akibat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2017 Rp 30 Triliun
Seminar Hidrometeorologi di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (25/4/2018). [Dok Panitia]

Suara.com - Apa itu bencana hidrometeorologi? Mungkin istilah ini masih asing di telinga masyarakat umum. Bencana hidrometeolorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi seperti banjir, kekeringan, badai, dan longsor. Di Indonesia, frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi termasuk tinggi dan menyebabkan kerugian yang signifikan bagi pemerintah dan masyarakat.

Pada tahun 2017, terjadi 2.341 kali bencana hidrometeorologi di dunia. Sebanyak 92 persen dari jumlah itu merupakan bencana yang terjadi di Indonesia. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat menyusul fenomena perubahan iklim dan peningkatan kejadian cuaca ekstrem.

Kerugian akibat bencana sepanjang 2017 ditaksir mencapai Rp 30 triliun. Selain itu, 377 orang dilaporkan meninggal dan hilang, 1.005 orang luka-luka dan 3.494.319 orang mengungsi dan menderita. Bencana hidrometeorologi tersebut memiliki dampak yang besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menyadari pentingnya wawasan dan informasi terkait dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan akan bencana hidrometeorologi di Indonesia, alumni Geofisika dan Meteorologi ITB angkatan 1988 yang tergabung dalam Solidaritas ITB ‘88 menyelenggarakan suatu Seminar bertajuk “Waspada Bencana Hidrometeorologi: Kita Bisa Siaga!” pada Rabu (25/4/2018) di Jakarta. Acara ini merupakan acara Alumni ITB dari rangkaian kegiatan “Road to 30 Years ITB 88” sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh pada 26 April 2018.

Seminar dibuka dengan sambutan oleh Ketua Solidaritas ITB ’88 dan Ketua Ikatan Alumni ITB. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara utama, Dr. Armi Susandi, MT. Dr. Armi memulai pemaparannya dengan data dan proyeksi peningkatan temperatur dunia hingga 2100 sebagai gambaran bahwa frekuensi bencana hidrometeorologi akan terus meningkat di masa mendatang. Kondisi ini perlu segera diantisipasi melalui dukungan teknologi prediksi potensi kebencanaan yang presisi dan akurat.

Riset yang dilakukan oleh Armi telah berhasil mengemas teknologi prediksi potensi kebencanaan ke dalam sistem informasi yang dapat diakses semua kalangan dan dilengkapi dengan aksi dan adaptasi dini yang tepat. Sejumlah sistem yang telah dihasilkan oleh Armi seperti MHEWS, FEWEAS Bengawan Solo dan Citarum, hingga SICA kini telah diuji di lapangan dan mendapatkan respon positif dari pemerintah dan masyarakat.

Armi menuturkan, inovasi teknologi di bidang prediksi kebencanaan akan semakin dibutuhkan seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan dampak perubahan iklim. Hal inilah yang akan menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus mengembangkan teknologi-teknologi tepat guna yang dapat memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi.

“Kita perlu memanfaatkan peluang-peluang yang semakin terbuka, seperti perkembangan prasarana teknologi komputasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dukungan data yang semakin lengkap dan presisi”, tambah Armi.

Pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Armi kemudian ditanggapi oleh sejumlah narasumber. Empat narasumber yang hadir adalah Nelly Florida Riama, MSc (Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG), Christian H. Siboro (Presiden Direktur PT. Netika Indonesia), Hj. Permana Sari, S.Si, MM, MBA (Anggota DPR RI/MPR RI), dan Dr. Albert Sulaiman (Ahli Model Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam BPPT).

Nelly menyampaikan bahwa BMKG sebagai Badan Pemerintah yang memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan informasi mengenai cuaca, iklim, dan kegempaan terus berupaya membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terkait Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) dan secara khusus bencana hidrometeorologis dengan memberikan edukasi kepada masyarakat diantaranya untuk penggiat dan relawan bencana, petani serta nelayan melalui berbagai program kolaborasi dan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah menjadi penting dalam menghadapi bencana.

“Di satu sisi, masyarakat harus memiliki kesadaran dan dipersiapkan agar mampu menghadapi bencana dengan siaga. Di sisi lain, para ahli dan petugas dengan kualifikasi yang baik dan jumlah yang cukup perlu disebar secara proporsional di daerah rawan bencana,” ujar Nelly.

Sementara itu, Christian menyoroti perlunya akselerator antara pemerintah dan masyarakat, misalnya media. Belajar dari pengalaman negara-negara yang sudah mapan dalam kesiapsiagaan bencana seperti Amerika Serikat dan Jepang, media perlu secara intensif menyampaikan prakiraan cuaca dan prediksi bencana kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan pun seharusnya tidak hanya terpaku pada informasi suhu dan kemungkinan hujan, melainkan juga prediksi bencana yang bermanfaat bagi sektor transportasi, pertanian, dan industri.

“Lebih baik lagi kalau bisa dibuat dalam bentuk aplikasi sesuai kebutuhan industri, pertanian, transportasi, dan bidang-bidang lainnya,” lanjut Christian.

Albert Sulaiman dari BPPT juga turut menyampaikan inovasi yang sedang dikembangkan BRG dan BPPT. “BRG-BPPT saat ini telah membuat sistem monitoring tinggi muka air lahan gambut secara real time. Sistem ini akan menjadi Early Warning System untuk kebakaran lahan gambut, sekaligus mendukung tata kelola sumberdaya air gambut dan monitoring kegiatan restorasi yang meliputi rewetting dan revegetasi,” tukas beliau.

Sistem tersebut dilengkapi dengan alat yang dapat dioperasikan dalam sistem android. Alat ini bermanfaat untuk tata kelola air di lahan gambut termasuk monitoring potensi kebakaran lahan gambut terutama di musim kering.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Sebut Sisi Positif dari Bencana Indonesia: Tanah Jadi Subur

Prabowo Sebut Sisi Positif dari Bencana Indonesia: Tanah Jadi Subur

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Bagian KSP: Bencana Alam Kehendak yang Kuasa

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Bagian KSP: Bencana Alam Kehendak yang Kuasa

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:46 WIB

Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Gelondongan Kayu Banjir Sumut ke Kejari Sibolga

Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Gelondongan Kayu Banjir Sumut ke Kejari Sibolga

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:23 WIB

Brand Otomotif Kembangkan Mesin Hybrid yang Bisa Terjang Banjir Sedalam 1 Meter

Brand Otomotif Kembangkan Mesin Hybrid yang Bisa Terjang Banjir Sedalam 1 Meter

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 15:05 WIB

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:57 WIB

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:52 WIB

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:40 WIB

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:35 WIB

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:24 WIB

Ulasan Sweet Munchies: Cinta Segitiga yang Berawal dari Dapur Restoran

Ulasan Sweet Munchies: Cinta Segitiga yang Berawal dari Dapur Restoran

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:20 WIB

Koki Lokal Jadi Turis: Intip Keseruan Undercover Chef: Friends Who Came From Afar

Koki Lokal Jadi Turis: Intip Keseruan Undercover Chef: Friends Who Came From Afar

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:20 WIB

4 HP Warna Burgundy yang Lebih Murah dari iPhone 18 Pro, Performa Terbaik!

4 HP Warna Burgundy yang Lebih Murah dari iPhone 18 Pro, Performa Terbaik!

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:17 WIB

×