Tak Ada Target, Pendeta Gadungan Menipu karena Untung-untungan

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 27 April 2018 | 12:04 WIB
Tak Ada Target, Pendeta Gadungan Menipu karena Untung-untungan
Ilustrasi penipuan perampokan. (Shutterstock)

Suara.com - Aksi penipuan bermodus mengaku pendeta yang dijalani komplotan warga negara Cina di Jakarta Barat tidak mempunyai target korban tertentu. Mereka menipu dengan dasar untung-untungan saja.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung menyampaikan, apabila ada warga yang termakan bujuk rayu dengan modus penyucian harta itu, maka para tersangka akan meminta sejumlah uang kepada korban.

Modus pendeta untuk "menyucikan harta" itu hanya dijadikan media agar para tersangka bisa melancarkan aksinya.

"Sebenarnya bukan target. Mereka untung-untungan, ada juga yang jajal kan. Ya kalau berhasil, ya berhasil, kalau nggak, ya nggak. Kan nggak semua orang punya uang. Kalau berhasil ya mungkin terayu. "Hartamu akan disucikan" kata begitu kata tersangka," kata Tahan Marpaung saat dihubungi Suara.com, Jumat (27/4/2018).

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang tersangka. Mereka adalah tiga WN Tiongkok: CT, CH dan HSZ. Sisanya tiga warga Indonesia berinisial W, A dan E. Polisi meringkus enam tersangka di Bandung, Jawa Barat pada Senin (23/4/2018).

Kasus ini terungkap setelah polisi mendalami laporan warga bernama Taslim yang menjadi korban penipuan.  Dalam kasus penipuan bermodus pendeta ini, Taslim mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.

Atas perbuatannya itu, keenam tersangka dijerat Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Ada Pemimpin di Komplotan Penipu Bermodus Jadi Pendeta

Tak Ada Pemimpin di Komplotan Penipu Bermodus Jadi Pendeta

News | Jum'at, 27 April 2018 | 11:52 WIB

Istana Angkat Bicara soal Banyaknya TKA Ilegal Masuk Indonesia

Istana Angkat Bicara soal Banyaknya TKA Ilegal Masuk Indonesia

News | Jum'at, 27 April 2018 | 11:19 WIB

Tenaga Kerja Asing Asal Cina Banyak di 10 Daerah Ini

Tenaga Kerja Asing Asal Cina Banyak di 10 Daerah Ini

News | Kamis, 26 April 2018 | 20:59 WIB

Korban Pendeta Palsu, Taslim Buka Kotak Ternyata Isi Mi Rebus

Korban Pendeta Palsu, Taslim Buka Kotak Ternyata Isi Mi Rebus

News | Rabu, 25 April 2018 | 21:12 WIB

2017, Pertumbuhan Investasi Cina di Indonesia Sebesar 27 Persen

2017, Pertumbuhan Investasi Cina di Indonesia Sebesar 27 Persen

Bisnis | Rabu, 25 April 2018 | 11:04 WIB

Terkini

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:34 WIB