Cerita Udin Kurniadi, Pilot Veteran Berulang Kali Lolos dari Maut

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 29 April 2018 | 07:50 WIB
Cerita Udin Kurniadi, Pilot Veteran Berulang Kali Lolos dari Maut
Udin Kurniadi. (HarianJogja.com)

Suara.com - Penerbang militer maupun sipil memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan transportasi udara di Indonesia. Sejak dahulu, pilot harus selalu berhadapan dengan maut. Harianjogja.com (jaringan Suara.com) mewawancarai pilot yang berkali-kali lolos dari maut saat mengarungi udara Indonesia.

Satu siang di medio 1975, langit Pontianak tampak cerah. Bandara Supadio ramai oleh pesawat rute Jakarta, menuju Bandara Kemayoran yang selama bertahun-tahun melayani penerbangan lintas negara. Bandara internasional pertama di Indonesia ini baru berhenti beroperasi setelah Soekarno-Hatta, Cengkareng, mulai digunakan pada 31 Maret 1985.

Salah satu maskapai pelat merah yang melayani rute ini adalah Merpati Nusantara Airline (MNA) yang merajai udara Indonesia kala itu. YS-11 bermesin turbo propeler produksi konsorsium Nihon Aircraft Manufacturing Corporation (NAMC), Jepang, jadi pesawat andalan.

Saat itu, karena terbatasnya pilot, sejumlah penerbang TNI AU banyak yang ditugaskan sebagai pilot di MNA, salah satunya adalah Udin Kurniadi, penerbang muda lulusan Sekbang Lanud Adisutjipto.

Ia diminta menjadi pilot Merpati sejak 1971 setelah sempat bertugas di Lanud Abdulrachman Saleh. Di Merpati, ia menjelajah angkasa Nusantara setiap hari.

Hari itu, Udin Kurniadi mendapatkan jadwal penerbangan rute Jakarta-Pontianak-Sarawak Malaysia-Pontianak-Jakarta.

Pukul 05.00 WIB, dia sudah memberangkatkan penumpang dari Kemayoran, Jakarta, menuju Pontianak dengan lancar meski wiper kaca depan pesawatnya terus bergerak sepanjang jalan karena hujan deras. Setelah bertolak dari Pontianak ke Kuching, dari Kuching dia kembali membawa penumpang menuju Pontianak lagi dan mendarat dengan mulus. Sebelum kembali menempuh rute menuju Ibu Kota, seperti biasa, sebagai kapten pilot ia mengecek semua detail kesiapan pesawat.

Setelah Pemandu Lalu Lintas Udara (PLLU) Bandara Supadio memastikan jalur penerbangan aman, ia melarikan burung besi meninggalkan landasan. Langit yang lumayan bening memberinya keyakinan bahwa perjalanannya ke Ibu Kota akan baik-baik saja sama seperti hari-hari sebelumnya. Perlahan YS-11 ditinggikan ke puluhan ribu kaki untuk mendapatkan posisi stabil dan tenang.

Tetapi, penerbang pesawat L4-J ini menemukan pertanda kurang nyaman dari penerbangan itu setelah beberapa kali menjumpai gumpalan awan yang mengguncang. Awalnya Udin mengira itu hanya awan biasa. Saat pesawat terus melaju, sekitar 15 menit setelah take off dari Pontianak, pesawat yang dia kendalikan benar-benar terjebak di dalam cuaca buruk.

baca juga

Guncangan semakin terasa dan menjatuhkan apa saja yang ada di dalam pesawat.

“Guncangannya ke bawah 300 meter ke atas 300 meter. Air di WC pesawat sampai tumpah. Bayangkan, penumpang sudah lemas, teknisi di tengah sudah pucat. Kami berdua [dengan copilot] kemringet, mempertahankan supaya pesawatnya level [stabil],” ungkap Udin Kurniadi saat menceritakan pengalamannya kepada Harian Jogja belum lama ini.

“Paling parah, karena turboprop, gantian mesin kanan dan kiri mau mati sendiri.”

Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar 30 menit. Hampir semua petugas PLLU bandara seluruh Indonesia di radio saling bersahutan menanyakan keberadaan YS-11. Akan tetapi, pesawat nihil dari radar. Selama 30 menit, YS-11 sempat dinyatakan hilang.

Udin tak bisa berkomunikasi. Radio yang terhubung di telinga hanya mengeluarkan suara kemresek, radar berubah menjadi hitam pekat tanpa gambar.

“Radio kemresek kena serbuk es,” kata dia.

Di tubir maut, Udin masih memiliki keyakinan bisa menyelamatkan nyawa 64 penumpang dan awak kabin. Dengan suara lantang, dia meminta copilot untuk berbelok kiri 90 derajat.

“Saya seperti mendengar bisikan, kemudian teriak ke kiri 90 derajat, semenit kemudian terang benderang,” ucapnya.

Pesawat lepas dari lapisan awan dan cuaca buruk di sekitar 100 nautical mile dari Pamanukan, Jawa Barat. Seluruh penumpang mendarat dengan aman.

Peristiwa itu tak membuatnya trauma. Udin pun mengakui ketangguhan pesawat buatan Jepang itu. Ketika sejumlah kawasan di luar Jawa terkena asap akibat kebakaran hutan yang menganggu penerbangan, YS-11 masih tetap bisa mendarat dengan jarak pandang menuju titik landasan hanya sekitar 300 meter.

Pengalaman lain tak kalah menegangkan adalah ketika Udin akan lepas landas dari Bandara Penang, Malaysia. Dia lupa tidak memasukkan perintah flap 15 atau pertanda menaikkan pesawat pada 15 derajat ke dalam check list yang biasa dibawa. Ketika lepas dari ujung landasan, pesawat bergetar hebat tidak bisa naik. Saat itu pesawat nyaris stall atau kehilangan daya angkat.

“Nggak berani naik saya, terbang di atas laut hanya beberapa meter, sampai bisa dinaikkan landing gear-nya baru bisa. Deg-degannya luar biasa,” kata Udin Kurniadi.

Seabrek pengalaman lain juga dia lalui, seperti ketika pesawat disambar petir atau saat stik kontrol lepas dari genggaman tangan. Dia bergabung di Merpati sampai 1976 kemudian ditarik lagi oleh TNI AU. Ia diberi tugas untuk menghidupkan Skuadron Udara 5 Hasanuddin, Makassar yang di era itu menjadi markas pesawat intai amfibi UF-2 Albatross milik TNI AU.

Ia juga pernah menjabat Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU). Udin Kurniadi mengakhiri tugasnya di TNI dengan pangkat terakhir marsekal muda (marsda). Berbekal pengalaman di dunia penerbangan, ia memutuskan secara mandiri mendirikan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD).

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat dalam laman HarianJogja.com yang merupakan media jaringan Suara.com di daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usut Korupsi Underpass Soetta, Polisi Tunggu Pemeriksaan BPK

Usut Korupsi Underpass Soetta, Polisi Tunggu Pemeriksaan BPK

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 15:48 WIB

Polisi Tak Ajak KPK untuk Usut Korupsi Proyek Underpass Bandara

Polisi Tak Ajak KPK untuk Usut Korupsi Proyek Underpass Bandara

News | Selasa, 13 Maret 2018 | 11:57 WIB

Menhub Jamin Konslet Listrik Kereta Bandara Tak Ganggu Perjalanan

Menhub Jamin Konslet Listrik Kereta Bandara Tak Ganggu Perjalanan

Bisnis | Senin, 05 Maret 2018 | 13:43 WIB

Longsor Underpass Soetta, Menhub Minta Kereta Bandara Melambat

Longsor Underpass Soetta, Menhub Minta Kereta Bandara Melambat

News | Rabu, 07 Februari 2018 | 16:03 WIB

Natal, Antrean Mengular saat "Check In" di Bandara Soekarno-Hatta

Natal, Antrean Mengular saat "Check In" di Bandara Soekarno-Hatta

News | Senin, 25 Desember 2017 | 07:38 WIB

Terkini

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:59 WIB

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:58 WIB

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Jogja | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:57 WIB

Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban

Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:57 WIB

Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris

Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:55 WIB

Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar

Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:55 WIB

Totalitas Tanpa Batas! Para Pemain Bapakmu Kiper Wajib Latihan Bola Sebelum Kontrak

Totalitas Tanpa Batas! Para Pemain Bapakmu Kiper Wajib Latihan Bola Sebelum Kontrak

Entertainment | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:54 WIB

7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!

7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:50 WIB

×