Azyumardi: KTT Ulama - Cendekiawan Ekspor Islam Moderat Indonesia

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 03 Mei 2018 | 07:33 WIB
Azyumardi: KTT Ulama - Cendekiawan Ekspor Islam Moderat Indonesia
Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Cendekiawan muslim Azyumardi Azra berharap Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia agar bisa mengekspor ide Islam Wasathiyah (moderat/penengah) ke berbagai belahan dunia, sehingga mampu memperbaiki wajah Islam yang lebih damai dan toleran.

"Kami berbagi pengalaman Islam Wasathiyah yang berkembang di Indonesia ini, agar juga menyebar ke tempat lain, menginspirasi," kata Azyumardi yang juga Ketua Steering Committee KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018).

Dia optimistis dengan peluang Indonesia untuk berhasil menyebarkan Islam moderat ke seluruh dunia, utamanya ke Timur Tengah dan Asia Selatan dengan potensi yang dimiliki Indonesia.

Ke depannya, Indonesia agar bisa melakukan roadshow ke berbagai negara dengan membawa ide Islam Wasathiyah dengan ciri damai dan toleran.

Kendati begitu, dia menekankan bahwa kegiatan ekspor ide Islam Wasathiyah itu tidak dilakukan dengan cara menggurui, tapi berusaha untuk dilakukan dengan tukar menukar pengalaman secara rendah hati mengenai materi Islam yang damai.

Dengan cara demikian, kata dia, maka ide-ide Islam Wasathiyah tetap dapat disampaikan dengan cara yang elok sekaligus tanpa memaksa.

Terkait penyebaran ide Islam Wasathiyah, Azyumardi menyebut beberapa kelebihan Indonesia dibanding negara dengan mayoritas muslim lainnya, seperti kondisi kondusif negara sehingga bisa mengekspor ide-ide Islam moderat ke berbagai negara.

Indonesia, lanjut dia, juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibanding negara Islam dan negara-negara dengan mayoritas Islam lainnya.

Pertumbuhan ekonomi itu akan membuat Indonesia mempunyai fondasi yang baik untuk ikut mengambil peran besar untuk perkembangan Islam moderat di berbagai negara.

Baca Juga: PKB: Kiai dan Ulama Bakal Lobi Jokowi untuk Pinang Cak Imin

"Indonesia memainkan peranan itu, karena (Indonesia negara) Islam terbesar di dunia, sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah besar. Ekonominya paling baik dibanding negara dengan mayoritas Islam lain," kata dia lagi.

Selain itu, kata dia, Indonesia juga merupakan negara paling stabil dibanding negara Islam dan negara dengan mayoritas muslim lainnya. Jika ada kasus kekerasan, dalam skala kecil atau sekadar insiden lokal.

Dengan modal dasar itu, kata Azra, Islam Wasathiyah tersebar dan diterima dengan baik sekaligus mengurangi citra Islam yang kerap disamakan dengan ajaran kekerasan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI