Gerindra Ajak Publik Protes Pertemuan Pendukung Jokowi di Seskab

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Kamis, 10 Mei 2018 | 17:47 WIB
Gerindra Ajak Publik Protes Pertemuan Pendukung Jokowi di Seskab
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Partai Gerindra mengajak masyarakat memprotes pertemuan sejumlah Sekjen partai pendukung Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019 di kantor Sekretaris Kabinet Pramono Anung beberapa hari yang lalu. Gerindra tak ingin elit parpol menggunakan fasilitas negara untuk pertemuan partai.

Menurut Ketua DPP Partai Gerindra, Gus Irawan, pertemuan membahas kepentingan politik praktis di kantor fasilitas negara tidak boleh menjadi kebiasaan.

"Ini mengindikasian hari gini saja udah seperti itu. Kami akan melihat nih ke depan, kalau nggak ada yang bunyi. Saya kira civil society juga harus bunyi, supaya jangan jadi kebiasaan. Dianggap hal biasa, hal yang benar," kata Irawan saat dihubungi, Kamis (10/5/2018).

"Kalau sesuatu dilakukan berulang-ulang padahal itu salah, keliru, jadi kayak sesuatu yang biasa dan benar. Civil society juga harus bunyi dong, kritisi," tambah Irawan.

Pembahasan politik praktis di kantor fasilitas negara bukan sekali terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Irawan mengungkit kembali pertemuan antara Jokowi dengan pengurus Partai Solidaritas Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi memberikan arahan kepada PSI terkait strategi-strategi pemenangan Pemilu.

"Inilah akibatnya, masih berlaku barangkali perumpamaan orang tua kita dulu, kalau guru kencing berdiri, murid kencing berlari katanya. Lah ini presiden saja pakai istana, yang lain pakai fasilitas negara jadinya kan," tutur Irawan.

Irawan menyadari, Badan Pengawas Pemilu akan sulit mengkategorikan pertemu-pertemuan tersebut dalam pelanggaran pemilu. Sebab, tahapan pemilu 2019 belum dimulai.

"Tapi mungkin memberikan pernyataan, lalu menganalisis sebuah kejadian sih bolehlah, walaupun memang Bawaslu belum bisa menggunakan UU Pemilu karena tahapan Pilpres belum," ujar Irawan.

"Persoalan etika, dan saya kira ada aturan mainlah terkait penggunaan aset negara," Irawan menambahkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PAN Gabung dengan Sekretariat Bersama Gerindra dan PKS

PAN Gabung dengan Sekretariat Bersama Gerindra dan PKS

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 17:33 WIB

Gerindra Ingatkan PDIP Ribut Pertemuan Partai di Seskab Era SBY

Gerindra Ingatkan PDIP Ribut Pertemuan Partai di Seskab Era SBY

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 17:20 WIB

Jokowi: Negara dan Rakyat Tak Pernah Bernegosiasi dengan Teroris

Jokowi: Negara dan Rakyat Tak Pernah Bernegosiasi dengan Teroris

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 15:04 WIB

Sandiaga: Sinyal Kuat PAN Akan Gabung Dengan Gerindra

Sandiaga: Sinyal Kuat PAN Akan Gabung Dengan Gerindra

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 06:39 WIB

Jokowi: Jadi Presiden Nggak Gampang, Dipikir Mudah?

Jokowi: Jadi Presiden Nggak Gampang, Dipikir Mudah?

News | Rabu, 09 Mei 2018 | 21:13 WIB

Terkini

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Health | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Sumut | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×