Jokowi Minta Bersihkan Ideologi Terorisme Mulai dari Sekolah TK

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 22 Mei 2018 | 15:53 WIB
Jokowi Minta Bersihkan Ideologi Terorisme Mulai dari Sekolah TK
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5).

Suara.com - Presiden Joko Widodo menegaskan terorisme merupakan kejahatan yang luar biasa terhadap bangsa dan kemanusiaan. Menganggap terorisme sebagai kejahatan yang luar biasa, presiden meminta hal ini juga harus dihadapi dan diperangi dengan cara-cara yang luar biasa.

Hal ini disampaikan presiden saat memberikan pengantar saat memimpin Rapat Terbatas dengan topik 'Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme' di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

"Kita tahu, hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme ini, ancaman terorisme bukan hanya terjadi di negara yang dilanda konflik. Tapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa juga sedang menghadapi ancaman yang sama," ujar Jokowi.

Fokus pemerintah selama ini adalah mengedepankan upaya tindakan. Menurutnya, pendekatan tersebut dirasa belum cukup untuk memberantas teroris di tanah air.

"Pencegahan sebelum aksi teror dilakukan dengan penegakkan hukum tegas, keras, dan tanpa kompromi dengan memburu dan membongkar jaringan teroris sampai ke akar-akarnya," kata Jokowi.

Ia mengajak kementerian terkait untuk menyeimbangkan dengan soft power. Namun Jokowi tidak ingin pendekatan soft power hanya pada program deradikalisasi kepada mantan napi teroris.

"Tapi juga bersihkan lembaga mulai dari TK SD, SMP SMA, perguruan tinggi, ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum dari ajaran ideologi terorisme," jelas Jokowi.

Langkah preventif, kata Jokowi, penting untuk dilakukan. Kepala negara kemudian mencontohkan kasus teror di tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018) lalu.

Di sana pelaku teror bom bunuh diri merupakan satu keluarga dan melibatkan anak di bawah umur.

"Ini menjadi sebuah peringatan kepada kita semuanya, manjadi wake up call, betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi terorisme," kata Jokowi.

"Seklai lagi lagi saya ingatkan, ideologi terorisme telah masuk kepada keluarga kita, ke sekolah-sekolah kita, untuk itu saya minta pendekatan hard power dengan soft power ini dipadukan, diseimbangkan. Sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme ini berjalan jauh lebih efektif lagi," Jokowi menambahkan.

Ratas dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Kemudian hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menkominfo Rudiantara.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menpan RB Asman Abnur, Jaksa Agung Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Publik Puas Kerja Jokowi, Tapi Masih Ada yang Mau Pilih Prabowo

Publik Puas Kerja Jokowi, Tapi Masih Ada yang Mau Pilih Prabowo

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 15:01 WIB

Perjuangan Berat Orang Tua Korban Penculikan 1998 Cari Keadilan

Perjuangan Berat Orang Tua Korban Penculikan 1998 Cari Keadilan

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 14:52 WIB

Fadli Zon Sepakat Soeharto Lebih Berhasil Dibanding Jokowi

Fadli Zon Sepakat Soeharto Lebih Berhasil Dibanding Jokowi

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 12:27 WIB

Di Depan Perwira Kostrad, Menhan Ingatkan Ancaman Terorisme

Di Depan Perwira Kostrad, Menhan Ingatkan Ancaman Terorisme

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 11:18 WIB

Jokowi ke Kerinci, Kawasan Seribu Rumah Gadang Direvitalisasi

Jokowi ke Kerinci, Kawasan Seribu Rumah Gadang Direvitalisasi

Bisnis | Selasa, 22 Mei 2018 | 10:20 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×