Ajaib! Anak Sapi Berkepala Dua Lahir di Wonogiri

Suwarjono | Suara.com

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:38 WIB
Ajaib! Anak Sapi Berkepala Dua Lahir di Wonogiri
Sapi kepala dua (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Suara.com - Peristiwa aneh dan menghebohkan warga sekitar terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah. Seekor sapi milik pasangan Saidno - Sutarmi, warga Dusun Sidowayah Kulon, Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Wonogiri melahirkan anak sapi berkepala dua. Meski sempat hidup, akhirnya anak sapi hanya mampu bertahan selama tiga hari. 

Kepala Desa Ngandong Eko Supriyanto mengatakan, anak sapi yang lahir Minggu (20/5/2018) itu mati pada Selasa (22/5/2018) sore.  Anak sapi berkepala dua itu mati sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, hewan ternak tersebut langsung dikubur oleh sang pemilik, Saidno. "Penyebabnya mungkin karena saluran pencernaan dari mulut sampai perut tidak tersambung. Sehingga ketika diberi susu dari salah satu mulutnya, akan keluar lagi dari mulut lainnya. Jadi, susunya tidak bisa masuk ke perut," ujar Eko seperti dikutip Solopos, jaringan Suara.com di Solo.

Anak sapi dengan kelainan genetik tersebut sebenarnya telah diperiksa oleh mantri kesehatan ternak Kecamatan Eromoko. "Kata mantri kesehatan ternaknya, anak sapi itu punya banyak sekali kelainan, sehingga tidak bisa bertahan hidup," ujarnya.

Saidno menjelaskan, berbeda dengan sapi lainnya, pedet berkepala dua  itu mempunyai empat mata, empat lubang hidung, dan dua mulut. Namun, dua mata di bagian tengah hampir menyatu karena kedua kepalanya tidak terpisah sempurna.

Upaya merawat agar anak sapi bisa hidup normal sudah diupayakan.  Namun, apabila Tuhan berkendak lain dia sudah siap menerimanya.

Menurut dia hal itu lebih baik dari pada pedet miliknya menderita. Sejak pedet lahir, Tarmi baru sekali melihatnya dan tak ingin melihatnya lagi. Dia merasa sangat kasihan melihat pedet bernapas tersengal-sengal, lemas, dan hanya tergolek lemah di kandang.

Walau demikian dia tetap merawatnya dengan baik. Dia meminta merawat kandang dan memberi minum susu dari induknya tiga kali sehari dan menutup tubuhnya agar tak dihinggapi lalat.

“Setiap hari susu induknya diperah dan menghasilkan segayung susu. Perawat kandang saya minta memberinya susu menggunakan dot bayi. Kalau sisa, susunya saya kasih di kulkas,” ulas Tarmi.

Dijelaskan, induk sapi sebelumnya telah lima kali beranak. Induk sapi itu kemudian menjalani kawin suntik tanggal 17 Agustus 2017 lalu. "Kalau normal, masa kehamilan sapi berlangsung selama sembilan bulan 16 hari. Tapi sapi saya hanya sembilan bulan dua hari," ujarnya.

Setelah lahir, anak sapi tersebut terpaksa disusui dengan botol susu karena anak sapi belum bisa berdiri tegak untuk menyusu pada induknya. Hal itu karena bobot kepalanya terlalu berat sehingga anak sapi kesulitan berdiri.  Dan akhirnya mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Travelling, Ini 6 Moda Transportasi Ikonik Wajib Potret

Travelling, Ini 6 Moda Transportasi Ikonik Wajib Potret

Lifestyle | Selasa, 15 Mei 2018 | 17:36 WIB

Pekerja Bengkel Tewas Setelah Angin Dimasukkan Lewat Lubang Anus

Pekerja Bengkel Tewas Setelah Angin Dimasukkan Lewat Lubang Anus

News | Minggu, 18 Maret 2018 | 19:28 WIB

Bule Ngaku dari Rusia, Ngamuk dan Melemparkan Gong

Bule Ngaku dari Rusia, Ngamuk dan Melemparkan Gong

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 12:18 WIB

Berkaus Biru, Celana Putih, Maling Tali Pocong Meringkuk  di Sel

Berkaus Biru, Celana Putih, Maling Tali Pocong Meringkuk di Sel

News | Rabu, 10 Januari 2018 | 19:27 WIB

Kisah Pencuri Tali Pocong: Ternyata Nggak Ada Khasiatnya

Kisah Pencuri Tali Pocong: Ternyata Nggak Ada Khasiatnya

News | Senin, 08 Januari 2018 | 18:17 WIB

Terkini

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:20 WIB

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:12 WIB

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:01 WIB

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:32 WIB