Polisi Klaim Tak Ada Motif Agama di Penyerangan Ahmadiyah NTB

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:41 WIB
Polisi Klaim Tak Ada Motif Agama di Penyerangan Ahmadiyah NTB
Sekelompok massa menodai kesucian bulan Ramadan 2018, dengan melakukan aksi perusakan dan pengusiran warga Muslim Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/5/2018). [PB JAI]

Suara.com - Mabes Polri terkait kasus persekusi oleh sekelompok orang terhadap Jamaah Ahmadiyah di Lombok Timur, Nuda Tenggara Barat, Polri lebih dahulu mengedepankan upaya persuasif dalam menyelesaikan perkara kasus tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal Polri dalam penanganan kasus tersebut melihat dari sudut pandang yang berbeda. Maka itu pendekatan secara persuasif dinilai cukup efektif dengan melibatkan tokoh masyarakat maupun pemuka agama di NTB.

"Memang sudut pandangnya beda. Polri dalam hal ini melihat kejadian ini spontan, tidak ada motif," kata Iqbal di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

Lebih lanjut, Iqbal tak menutup kemungkinan bila ditemukan pelanggaran dalam kasus tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.

"Tidak menutup kemungkinan seperti yang saya sampaikan, keterangan - keterangan bisa berubah menjadi pemeriksaan di berkas," kata Iqbal.

Hingga kini, Polisi telah.memeriksa sekitar 7 orang terkait kasus persekusi Jamaah Ahmadiyah. Iqbal memastikan jamaah Ahmadiyah akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah dan perhatian khusus.

"Untuk kelompok yang kami identifikasi melakukan kekerasan, juga sudah kami jaga agar tidak ada lagi benturan," tutup Iqbal

Sebelumnya, sekelompok massa menodai kesucian bulan Ramadan 2018, dengan melakukan aksi perusakan dan pengusiran warga yang tak sealiran dengan mereka di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Massa meneror, merusak rumah-rumah penduduk dan mengusir 7 kepala keluarga di dusun tersebut hanya karena mereka adalah jemaah Ahmadiyah.

“Sebanyak 7 kepala keluarga yang diusir. Dalam data kami, total 24 orang dari 7 keluarga yang kehilangan tempat tinggal karena aksi persekusi tersebut pada bulan Ramadan ini,” kata Yendra Budiana Sekretaris Pers Pengurus Besar Jemaah Ahmadiyah Indonesia kepada Suara.com, Minggu (20/5/2018).

Ia menjelaskan, aksi persekusi tersebut terjadi sejak Sabtu (19/5/2018) pagi sekitar pukul 11.00 WITA. Massa datang dan langsung merusak rumah-rumah warga Ahmadiyah di dusun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:36 WIB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:04 WIB

Jokowi Sampaikan Kabar Baik untuk PNS, Apa Itu?

Jokowi Sampaikan Kabar Baik untuk PNS, Apa Itu?

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 14:31 WIB

Penanganan Teroris Polri Diklaim sebagai yang Terbaik

Penanganan Teroris Polri Diklaim sebagai yang Terbaik

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 23:42 WIB

Densus 88 Tangkap 74 Terduga Teroris Pasca Tragedi Bom Surabaya

Densus 88 Tangkap 74 Terduga Teroris Pasca Tragedi Bom Surabaya

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 16:14 WIB

Terkini

Babak Baru! Donald Trump Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Perang karena Ini

Babak Baru! Donald Trump Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Perang karena Ini

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:36 WIB

Ulasan Novel Olenka, Obsesi dan Kehampaan Jiwa yang Terasing

Ulasan Novel Olenka, Obsesi dan Kehampaan Jiwa yang Terasing

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?

Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:20 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Sepatu, Bisa Pakai Bahan Rumahan Ini

7 Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Sepatu, Bisa Pakai Bahan Rumahan Ini

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun, Apa Penyebabnya?

Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Shakira Serukan Rakyat Kolombia Bersatu Hadapi Gempa Bumi Besar

Shakira Serukan Rakyat Kolombia Bersatu Hadapi Gempa Bumi Besar

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?

Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime

Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:00 WIB

×