Balas Dendam Marx, Bagaimana Kaum Milenial Menjadi Marxis?

Reza Gunadha

Minggu, 27 Mei 2018 | 17:48 WIB
Balas Dendam Marx, Bagaimana Kaum Milenial Menjadi Marxis?
[Google]

Kapitalisme Milenial

Tahun 2011, ketika seseorang dianggap berdosa kalau mengaku sebagai Marxis, profesor sekaligus teoritikus sastra kenamaan dunia asal Oxford University, Terry Eagleton mengatakan “Nabi berjenggot (Marx) itu benar.”

Kekinian, Terry tak lagi sendirian. Selain tokoh-tokoh yang sudah mengemuka, kaum muda milenial di Inggris maupun banyak negara Eropa lainnya justru sependapat dengannya.

“Minat kaum muda di berbagai benua untuk mempelajari Marxisme dan Sosialisme dibuktikan dengan fakta pada 2015, sosialisme adalah kata yang paling dicari di kamus daring Merriam Webster. Sosialisme tidak membawa beban historis bagi generasi muda yang ditinggalkan oleh kedurhakaan kapitalisme,” tulis Youssef El-Gingihy.

Bahkan, tulisnya, sebuah penelitian di Harvard menemukan fakta bahwa mayoritas kaum milenial menolak kapitalisme dan beralih mendukung sosialisme.

“Inilah yang mungkin disebut balas dendam Marx. Kaum muda merehabilitasi salah satu filsuf terbesar dalam sejarah dunia,” tambahnya.

Sosiolog Wolfgang Streeck, bahkan berani mengumumkan bahwa “Kita memasuki zaman poskapitalisme.”

Sementara Slavoj Zizek—filsuf paling berbahaya di Barat kontemporer menurut majalah bergengsi AS, The New Republic—memproklamasikan diri sebagai seorang komunis. Salah satu bukunya yang terbit baru-baru ini, ”Living in the End Times” (2010), memunculkan perasaan apokaliptik dari pergolakan kematian kapitalisme.

Youssef El-Gingihy dalam tulisannya mengakui, ide-ide Marx sudah sejak lama didiskreditkan lantaran keruntuhan Uni Soviet dan dimasukkan tong sampah gara-gara pemikiran Leon Trotsky—orang yang mengklaim diri sebagai Marxis tulen.

baca juga

Sejak itu, seorang pemikir bernama Francis Fukuyama bahkan menegaskan, keruntuhan komunisme adalah sejarah yang tak terhindarkan dan akhir sejarah ditandai oleh kemenangan kapitalisme serta demokrasi liberal.

Namun, krisis keuangan global pada tahun 2008 menjungkirbalikkan deklarasi Fukuyama tersebut.

”Krisis keuangan global tahun 2008 adalah lonceng kematian bagi ideologi-ideologi yang menganggap Marx salah. Neoliberalisme beserta krisis ekonomi yang inheren padanya membuat orang berpikir orang, kini siapakah yang dianggap seorang utopis?” tulis Youssef.

Neoliberalisme selalu hadir dan mengklaim diri sebagai sistem perekonomian yang tak terkait politik. Sebaliknya, neoliberalisme selalu diklaim pembelanya sebagai sebuah hukum alam yang menjadi keniscayaan dalam sejarah manusia modern.

”Namun, beragam eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan-perusahaan multinasional di banyak negara, membuktikan hal itu tak bakal berjalan tanpa campur tangan politikus, pemerintah,” tulis Youssef.

[The Guardian]

Keterasingan

Selain krisis global yang secara rutin terjadi dalam sistem ekonomi politik neoliberal, rumusan Marx bahwa “kesadaran seseorang ditentukan oleh cara produksi perekonomian” juga tampak ada benarnya pada era kekinian.

Marx, tulis Youssef, mendefisikan terdapat “alienasi” atau “keterasingan” setiap manusia di bawah corak produksi kapitalisme.

“Individualisme, itulah karakter manusia yang penuh keterasingan dan merupakan hasil hidup dalam sistem kapitalisme. Sampai hubungan intim pun orang menjadi egois,” terangnya.

Bahkan, hubungan-hubungan yang sakral tak luput dari eksploitasi dan menjadi barang dagangan pada sistem kapitalisme.

“Pornografi online, media sosial, dan aplikasi kencan hanyalah ekstrapolasi terbaru dari komodifikasi yang tak kenal lelah ini. Agama juga tak luput dari komodifikasi mereka. Semua ini membuat setiap individu kekinian menjadi orang yang terasing satu sama lain, hidup dalam kesepian.”

Selain itu, Youssef juga memberikan bukti lain bahwa apa yang dua abad silam dituliskan Marx, mendapat kebenarannya, yakni semakin melebarnya ketimpangan.

Ia mengungkapkan, angka-angka terbaru menunjukkan bahwa delapan miliarder terkayat di dunia memunyai kekayaan sebesar setengah populasi dunia, atau sekitar 3,5 miliar orang.

Dari mana kekayaan mereka? ”Dari pencurian nilai lebih kaum pekerja dan eksploitasi kekayaan alam negara-negara dunia ketiga,” tuturnya.

”Krisis di kalangan pemilik modal, meski jarang diberitakan, juga sebenarnya terus terjadi. Merger semakin merebak. Pemilik modal yang kalah akhirnya tergerus dan memunculkan monopoli di segelintir orang. Sentralisasi modal dunia yang melahirkan krisis ekonomi rutin dan membuat kapitalisme ini sudah diprediksi Marx pada 150 tahun silam,” tambahnya.

”Dengan kata lain, sejak diprediksi Marx pada tiga abad lampau, ternyata kapitalisme kekinian terus menggali lubang kuburnya sendiri.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gila! Tulisan Tangan Karl Marx Laku Rp 7,18 Miliar

Gila! Tulisan Tangan Karl Marx Laku Rp 7,18 Miliar

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 09:41 WIB

Xi Jinping: Cina Akan Menjadi Pemenang Dunia karena Marxisme

Xi Jinping: Cina Akan Menjadi Pemenang Dunia karena Marxisme

News | Jum'at, 04 Mei 2018 | 19:59 WIB

Fenomena Kapitalisme Berbalut Filantropi di Indonesia

Fenomena Kapitalisme Berbalut Filantropi di Indonesia

News | Selasa, 30 Januari 2018 | 22:22 WIB

Sistem Ekonomi Kapitalis Hasilkan Krisis Berkali-kali

Sistem Ekonomi Kapitalis Hasilkan Krisis Berkali-kali

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 10:39 WIB

Paus Fransiskus: Lebih Baik Jadi Ateis daripada Katolik Hipokrit!

Paus Fransiskus: Lebih Baik Jadi Ateis daripada Katolik Hipokrit!

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 21:24 WIB

Terkini

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:43 WIB

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:40 WIB

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:37 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:36 WIB

Cara Cek NIK Termasuk Penerima PKH atau Bukan, Bisa Dilakukan Lewat HP!

Cara Cek NIK Termasuk Penerima PKH atau Bukan, Bisa Dilakukan Lewat HP!

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:35 WIB

Presiden Mundur di Tengah Krisis Perbankan Paraguay, Ini Profil Santiago Pena

Presiden Mundur di Tengah Krisis Perbankan Paraguay, Ini Profil Santiago Pena

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:34 WIB

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:32 WIB

BPS Ungkap Tingkat Pengangguran RI Didominasi Kalangan Perempuan

BPS Ungkap Tingkat Pengangguran RI Didominasi Kalangan Perempuan

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:32 WIB

Berapa Heart Rate Normal Saat Lari? Hitung Pakai Cara Ini

Berapa Heart Rate Normal Saat Lari? Hitung Pakai Cara Ini

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:31 WIB

Bedah One Piece Chapter 1197, Saat Haki Sanji Jadi Tameng Luffy di Elbaf

Bedah One Piece Chapter 1197, Saat Haki Sanji Jadi Tameng Luffy di Elbaf

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 11:30 WIB

×