Seruan KPAI Atas Nasib Anak-Anak Ahmadiyah Korban Persekusi

Bangun Santoso, Lili Handayani

Senin, 28 Mei 2018 | 07:17 WIB
Seruan KPAI Atas Nasib Anak-Anak Ahmadiyah Korban Persekusi
Sekelompok massa menodai kesucian bulan Ramadan 2018, dengan melakukan aksi perusakan dan pengusiran warga Muslim Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/5/2018). [PB JAI]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan dari korban persekusi yang dialami komunitas warga Ahmadiyah di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Para korban saat ini mengungsi di Balai Latihan Kerja milik Pemda Lombok Timur.

KPAI menyebutkan, dari delapan keluarga yang menjadi korban, terdapat 12 anak-anak yang terdiri dari balita serta anak-anak usia SD hingga SMP.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, akibat penyerangan yang terjadi pada 19-20 Mei 2018 tersebut, sejumlah anak yang mengalami trauma.

"Anak-anak balita selalu menangis setiap kali ada orang banyak berkumpul di sekitarnya. Anak-anak usia sekolah juga berpotensi putus sekolah. Mereka sangat khawatir tidak dapat melanjutkan sekolah," ujar Retno, di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Atas pengaduan itu, KPAI menyampaikan pernyataan sikap. Pertama, KPAI sangat prihatin atas kekerasan dalam konflik sosial di Lombok Timur yang mengakibatkan sejumlah anak mengalami trauma dan terancam putus sekolah.

"Kedua, KPAI akan melakukan pengawasan langsung ke Lombok Timur terkait kondisi anak-anak korban," kata Retno.

Ketiga, KPAI menyerukan kepada Bupati Lombok Timur dan instansi pemerintah daerah (SKPD) untuk segera melakukan tugas dan fungsinya dalam melindungi anak-anak.

Berikut beberapa seruan penting dari KPAI terhadap SKPD di Lombok Timur. Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Lombok Timur agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah di mana anak-anak korban belajar, agar tetap menjamin anak-anak tersebut mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK). Sebab saat ini berbagai sekolah sedang menyelenggarakan UKK. Kalau anak-anak korban tidak bisa mengikuti UKK maka mereka berpotensi tidak naik kelas.

"Agar anak-anak korban dapat naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah meskipun dalam pengungsian. Maka mereka (Dinas Pendidikan) wajib diberikan kesempatan mengikuti UKK meskipun dalam kondisi mengungsi," Retno menjelaskan.

Kemudian untuk Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lombok Timur, KPAI mendorong kedua SKPD tersebut membuat program bagi penanganan psiko-sosial anak-anak korban.

Lalu mendorong Polres Lombok Timur untuk menjamin keamanan warga, terutama anak-anak yang akan mengikuti UKK dan akan tetap bersekolah di sekolahnya saat ini.

"Pada Senin, 28 Mei 2018 (hari ini) KPAI akan mengirim surat resmi kepada Bupati Lombok Timur ditembuskan kepada Gubenur NTB dan SKPD terkait di Lombok Timur," imbuh Retno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Guru Sekolah Tahu RJ Bikin Video Ancam Presiden Jokowi

Guru Sekolah Tahu RJ Bikin Video Ancam Presiden Jokowi

News | Kamis, 24 Mei 2018 | 19:46 WIB

KPAI Minta Siswa Pengancam Presiden Jokowi Tidak Ditahan

KPAI Minta Siswa Pengancam Presiden Jokowi Tidak Ditahan

News | Kamis, 24 Mei 2018 | 19:23 WIB

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

Usut Kasus Persekusi Jemaah Ahmadiyah, Polisi Periksa 7 Orang

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:36 WIB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

Polisi Periksa 7 Saksi di Kasus Penyerangan Ahmadiyah NTB

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:04 WIB

Terungkap! Anak Nonton Video Jihad Sebelum Diajak Bom Bunuh Diri

Terungkap! Anak Nonton Video Jihad Sebelum Diajak Bom Bunuh Diri

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 03:33 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×