Keindahan Toleransi Suku Tengger yang Bikin Adem

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 30 Mei 2018 | 16:33 WIB
Keindahan Toleransi Suku Tengger yang Bikin Adem
Suasana jelang perayaan Galungan Suku Tengger di Desa Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Suara.com/Sugianto)

Suara.com - Kebersamaan dan kerukunan beragama warga Suku Tengger di Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur patut menjadi contoh. Setiap tahun warga di desa ini menyambut hari besar tiga agama sekaligus tanpa ada gesekan atau konflik beragama.

Desa yang dihuni 2013 jiwa ini memang terdiri dari tiga umat beragama yang berbeda. Sebanyak 50 persen penduduk beragama Buddha, 40 persen Islam dan 10 persen Hindu.

"Hari ini kami melangsungkan hari raya Galungan," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ngadas, Timbul, Rabu (30/5/2018).

Ratusan umat Hindu berkumpul di Pura Sapto Argo. Mereka menggelar upacara dan berdoa kepada Tuhan sang pencipta.

Di saat bersamaan, umat Buddha Jawa Sanyata tengah menggelar ibadah Reboan di Vihara setempat. Sedangkan umat Islam tengah menunaikan Salat Dzuhur di musala dan masjid setempat.

Mereka menjalankan ibadah di tempat ibadah masing-masing yang hanya berjarak selemparan batu.

Sikap toleransi antarumat beragama ditunjukkan suku Tengger secara turun temurun. Hidup rukun, katanya, merupakan pesan leluhur yang disampaikan secara turun temurun. Sampai saat ini warga taat dan mengikuti pesan leluhur.

"Kami hidup rukun, menghargai setiap keyakinan dan kepercayaan,” kata Timbul.

Meski berbeda keyakinan namun warga Tengger tetap saling menghormati dan menjaga toleransi. Sampai saat ini tak pernah ada gesekan dan konflik antaragama. Bahkan antarumat beragama saling bergotong royong dan membantu saat membangun tempat ibadah. Seperti membantu membangun pura, masjid dan vihara.

Beberapa pasangan suami istri di desa ini juga berlainan agama. Meski menikah dengan orang berlainan agama, mereka tetap hidup rukun dan bebas menjalankan agama serta keyakinannya masing-masing.

Hal ini dirasakan Kepala Desa (Kades) Ngadas, Mujianto yang hidup rukun bersama keluarganya meski berlainan agama.

"Ibu saya Buddha, mertua Hindu dan saya sendiri beragama Islam," kata Mujianto.

Memperingati Galungan, setiap rumah umat Hindu dipasang penjor yang berhias aneka macam hasil bumi.

Sedangkan Kamis (31/5/2018) besok, suku Tengger di Desa Ngadas bakal memperingati Unan-Unan. Yakni upacara adat yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Upacara digelar untuk menghilangkan aura negatif dan menyempurnakan bulan sesuai penanggalan Tengger. Upacara Unan-unan diikuti lintas agama mereka bergotong royong dan iuran untuk ritual tersebut. (Sugianto)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perjuangan Berat Orang Tua Korban Penculikan 1998 Cari Keadilan

Perjuangan Berat Orang Tua Korban Penculikan 1998 Cari Keadilan

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 14:52 WIB

Mulia, Pengusaha Ini Bangun Masjid Demi Pekerja Muslimnya

Mulia, Pengusaha Ini Bangun Masjid Demi Pekerja Muslimnya

News | Senin, 21 Mei 2018 | 19:15 WIB

Ketua JAD yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Ustaz

Ketua JAD yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Ustaz

News | Rabu, 16 Mei 2018 | 19:34 WIB

Rusuh Mako Brimob, Napi Terorisme di Malang Jadi Dipantau Khusus

Rusuh Mako Brimob, Napi Terorisme di Malang Jadi Dipantau Khusus

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 20:11 WIB

Masjid di Malang Salat Ghaib untuk Korban Teroris Mako Brimob

Masjid di Malang Salat Ghaib untuk Korban Teroris Mako Brimob

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 18:57 WIB

Terkini

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:33 WIB

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB