Israel Rayakan Kematian Bayi Palestina yang Dibakar Hidup-Hidup

Reza Gunadha

Kamis, 21 Juni 2018 | 20:23 WIB
Israel Rayakan Kematian Bayi Palestina yang Dibakar Hidup-Hidup
Ali Saad Dawabsha (tengah), bayi Palestina berusia 18 bulan yang tewas terbakar hidup-hidup bersama orang tuanya. Rumah mereka di Tepi Barat dibakar kelompok Yahudi ekstremis pada tahun 2015. [Times of Israel]

Suara.com - Puluhan demonstran dari kelompok ekstremis Yahudi menggelar aksi provokatif, untuk merayakan tragedi meninggalnya bayi Palestina yang dibakar hidup-hidup.

Para demonstran menggelar perayaan saat keluarga sang bayi berjalan keluar dari gedung pengadilan Lod, Israel, Selasa (19/6), yang menuntut keadilan atas tragedi tersebut.

Ali Saad Dawabsha, nama bayi berusia 18 bulan itu, dibakar hidup-hidup sampai tewas pada Juli  2015. Ia tewas di dalam rumah yang dibakar kelompok ekstremis Yahudi di Douma, Tepi Barat.

Sementara ayah dan bunda sang bayi, yakni Riham serta Saad Dawabsha, meninggal dunia beberapa pekan setelahnya karena luka bakar.

Hanya Ahmed Dawabsha, kakak Ali Saad, yang baru berusia 5 tahun selamat dalam peristiwa tersebut walau terkena luka bakar parah.

"Dimana Ali? Di mana Ali? Ali Mati. Ali mati dipanggang,” teriak demonstran Yahudi sembari tertawa, seperti diberitakan The Times of Israel, Rabu (20/6/2018).

Yel-yel provokatif itu, diteriakkan para demonstran tepat ketika kakek Ali, yakni Nasr dan Hussein Dawabsha, keluar dari gedung sidang.

Aparat kepolisian Israel di lokasi tak melakukan tindakan untuk membubarkan kelompok ekstremis tersebut.

baca juga

Kepada Times of Israel, Nasr Dawabsha mengecam perayaan kelompok tersebut atas kematian anak serta cucunya.

“Aksi itu menunjukkan mereka adalah kelompok barbar dan rasis. Tempat alami mereka adalah kebun binatang,” kecam Nasr.

“Anda bisa saksikan, kalau warga Palestina yang merayakan kematian orang Israel, kami akan mendapat hukuman berat. Tapi lihat, demonstran itu bebas menghina mendiang keluarga kami, polisi tak sedikit pun tergerak,” tukasnya.

Untuk diketahui, pelaku pembakaran Ali Saad dan keluarganya adalah Yahudi ortodoks bernama Amiram Ben-Uliel.

Warga utara Shilo, Tepi Barat—yang diduduki Israel—baru ditangkap pada Januari 2016. Ia didakwa membunuh, melakukan percobaan pembunuhan, pembakaran serta konspirasi kejahatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kondom, Senjata Baru Rakyat Palestina untuk Bakar Israel

Kondom, Senjata Baru Rakyat Palestina untuk Bakar Israel

News | Kamis, 21 Juni 2018 | 19:30 WIB

Fahri Hamzah Usul MUI Keluarkan Fatwa Larangan ke Wilayah Israel

Fahri Hamzah Usul MUI Keluarkan Fatwa Larangan ke Wilayah Israel

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 15:36 WIB

Gus Yahya ke Israel, Fadli Zon: Pemerintah Harus Tanggung Jawab

Gus Yahya ke Israel, Fadli Zon: Pemerintah Harus Tanggung Jawab

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 16:57 WIB

Berkunjung ke Israel, Gerindra: Gus Yahya Harus Beri Penjelasan

Berkunjung ke Israel, Gerindra: Gus Yahya Harus Beri Penjelasan

News | Sabtu, 16 Juni 2018 | 18:22 WIB

Terkini

Take My Hand: Ketika Menjadi Anak Kelas 12 Tak Semudah yang Dibayangkan

Take My Hand: Ketika Menjadi Anak Kelas 12 Tak Semudah yang Dibayangkan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:30 WIB

Sebut Praperadilan 'Perang Dokumen', Kubu Silmy Karim Uji Keabsahan Penangkapan dan Penyitaan KPK

Sebut Praperadilan 'Perang Dokumen', Kubu Silmy Karim Uji Keabsahan Penangkapan dan Penyitaan KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 13:28 WIB

Logo Tut Wuri Handayani: Sejarah dan Maknanya

Logo Tut Wuri Handayani: Sejarah dan Maknanya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:28 WIB

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 21 September 2026 | 13:21 WIB

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:15 WIB

×