Bendera NU Dirusak Pendekar PSHT, Warga Nganjuk Diminta Tenang

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 25 Juni 2018 | 16:54 WIB
Bendera NU Dirusak Pendekar PSHT, Warga Nganjuk Diminta Tenang
Konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Minggu (24/6/2018), berujung tawuran dengan pesilat Pagar Nusa—padepokan silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama. [Suara.com/Achmad Ali]

Suara.com - Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tengah membara, setelah pada Minggu (24/6) akhir pekan lalu, pendekar dari perguruan silat Persaudaran Setia Hati Terate bentrok dengan pesilat padepokan Pagar Nusa Nahdlatul Ulama.

Hingga Senin (25/6/2018), aparat Polres Nganjuk terus berupaya mencegah massa PSHT menyerbu pendekar Pagar Nusa. Rencana itu berkembang setelah pesilat Pagar Nusa menyisir anggota PSHT di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Nganjuk—tempat bentrokan kali pertama terjadi.

“Saya mengimbau kepada warga NU maupun warga yang bersimpati dengan PSHT dari luar daerah untuk tidak datang ke Nganjuk, karena di sini kami sudah menangani,” ujar Kapolres Nganjuk Ajun Komisaris Besar Dewa Nyoman Nanta.

Sementara Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Jatim Kombes Arnapi menyampaikan, agar massa kedua belah pihak tidak tepancing kondisi saat ini.

"Serahkan semuanya pada pihak kepolisian. Kami akan lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku," tegas Arnapi pada Suara.com.

Arnapi menuturkan, sesepuh kedua perguruan silat itu sudah dipanggil polres guna membahas perdamaian.

"Polisi saat ini sedang berupaya mendamaikan dengan mempertemukan kedua belah pihak. Namun, proses hukum tetap ditegakkan," jelas Arnapi.

Selain itu, pengurus cabang NU (PCNU) Kabupaten Nganjuk juga sudah mempercayakan penanganan kasus dugaan perusakan atribut bergambar lambang mereka ke aparat berwajib.

Bahkan, pengurus PSHT Nganjuk juga siap membantu polisi untuk mencari oknum yang diduga melakukan perusakan.

“Tadi sudah bertemu dengan pengurus NU Nganjuk. NU Nganjuk mempercayakan penanganan kasus ini ke pihak berwajib. Dari PSHT juga sudah berkomunikasi. Mereka siap mendukung dan membantu mencari oknum dan akan menyerahkan ke pihak berwajib," pungkasnya.

Sebelumnya, konvoi pesilat PSHT, Minggu, berujung tawuran dengan pesilat Pagar Nusa. Bahkan, oknum PSHT nekat melakukan perusakan terhadap atribut NU di desa setempat. [Achmad Ali]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendekar dari 2 Padepokan Bentrok, Bendera NU Dirusak

Pendekar dari 2 Padepokan Bentrok, Bendera NU Dirusak

News | Senin, 25 Juni 2018 | 16:28 WIB

Kereta Gajayana Lebaran Rute Gambir - Malang Terbakar

Kereta Gajayana Lebaran Rute Gambir - Malang Terbakar

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 15:15 WIB

Palestina Kutuk Gus Yahya Staquf ke Israel, Ini Penjelasan PBNU

Palestina Kutuk Gus Yahya Staquf ke Israel, Ini Penjelasan PBNU

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 20:02 WIB

Gus Yahya Bicara di Forum Yahudi, Ini Kata MUI

Gus Yahya Bicara di Forum Yahudi, Ini Kata MUI

News | Selasa, 12 Juni 2018 | 15:42 WIB

Said Aqil: Dalil Agama Digunakan untuk Politik Rendahkan Alquran

Said Aqil: Dalil Agama Digunakan untuk Politik Rendahkan Alquran

News | Kamis, 07 Juni 2018 | 15:23 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB