Fahri Hamzah Bongkar Kebobrokan Partai dan Kadernya Sendiri

Iwan Supriyatna | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 28 Juni 2018 | 15:22 WIB
Fahri Hamzah Bongkar Kebobrokan Partai dan Kadernya Sendiri
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah. (Suara.com)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fraksi PKS, Fahri Hamzah menilai partainya banyak melakukan kekeliruan dalam menghadapi Pilkada serentak 2018. Menurutnya, PKS kurang mengikuti rasionalitas keinginan kader, hingga kalah di beberapa daerah.

Merujuk pada hasil pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat. Fahri menilai, kandidat yang diusung PKS, Sudradjat dan Akhmad Syaikhu kurang tepat.

"Kalau saya mengatakan PKS itu banyak mishandling. PKS kurang mengikuti rasionalitas keinginan kader seperti dalam kasus Jawa Barat itu, jelas itu," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Fahri berpendapat, mestinya PKS kembali mengusung Deddy Mizwar sebagai Calon Gubernur. Sementara wakilnya, tetap Akhmad Syaikhu. Ia menilai, Deddy merupakan sosok yang sangat menjual di Jawa Barat.

"Saya kan mengulang-ulang, Deddy Mizwar dulu (Pilkada Jabar 2013), kita cari untuk melawan tren bahwa Dede Yusuf dan Rieke Diah Pitaloka itu sangat naik," ujar Fahri.

Sementara elektabilitas kader PKS, Ahmad Heryawan kala itu, menurun setelah pecah dengan wakilnya Dede Yusuf. Heryawan bahkan tertinggal jauh oleh Dede kala itu.

Oleh sebab itu, untuk mengimbangi elektabilitas Dede Yusuf dan Rieke dari PDIP, maka diusunglah Deddy Mizwar sebagai wakil Heryawan dan terbukti menang.

"Saya termasuk yang ikut ngerayu Deddy Mizwar setiap malam sampai dia mau menjadi pendamping, istilah dia Ustadz Heryawan," kata Fahri.

Menurut Fahri, selama lima tahun mendampingi Heryawan di Provinsi Jabar, tak sekalipun Deddy melakukan penyimpangan. Deddy begitu setia mendampingi Heryawan.

"Lima tahun Deddy Mizwar itu telah mengikuti apapun maunya Ahmad Heryawan sehingga Jabar itu relatif sukses," kata Fahri.

Mestinya, PKS mengusung Deddy sebagai kelanjutan dari Heryawan yang sudah tidak bisa maju lagi. Dan itu merupakan keinginan dari kader PKS.

"Makanya kader kan inginnya Demiz dan Syaikhu. Sudah bikin poster di mana-mana, sudah deklarasi di mana-mana. Tiba-tiba ada konflik elite, sedikit perbedaan pandangan antara Deddy Mizwar dengan Gerindra. Kosong, ya kan, karena waktu itu Gerindra tidak mau mencalonkan Deddy Mizwar," tutur Fahri.

"Deddy Mizwar minta izin dan kemudian atas seizin Syaikhu, Sohibul Iman dan Ahmad Heryawan, dia pergi dan ketemu Pak SBY (Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono). SBY menyetujui, sudah, utuh lagi paket ini. Eh balik dari Demokrat, balik dari Pak SBY, malah Demiz ditolak oleh elite PKS," Fahri menambahkan.

Menurut Fahri, basis massa yang dimiliki Deddy mestinya dijadikan kesempatan besar oleh PKS untuk kembali memenangi Jawa Barat.

"Harusnya, kalau perspektif itu, harus dirayu lagi. Deddy Mizwar itu sudah punya basis massa tertentu karena 5 tahun dia mendampingi Heryawan, ditempel sama mesin PKS, jadi, pasti menang. Tapi karena pecah akhirnya calon lain yang menang. Tidak Sudrajat, tidak Demiz," kata Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kotak Kosong Unggul di Makassar, Fahri: Bukti Kemenangan Rakyat

Kotak Kosong Unggul di Makassar, Fahri: Bukti Kemenangan Rakyat

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 13:25 WIB

Alasan Fahri Hamzah Kembali Lanjutkan Kasus Sohibul Iman

Alasan Fahri Hamzah Kembali Lanjutkan Kasus Sohibul Iman

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 12:07 WIB

Fahri Hamzah: Erdogan Wajar Terpilih sebagai Presiden Turki

Fahri Hamzah: Erdogan Wajar Terpilih sebagai Presiden Turki

DPR | Selasa, 26 Juni 2018 | 08:59 WIB

Terkini

Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!

Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:15 WIB

KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar

KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:10 WIB

Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran

Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:57 WIB

BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP

BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:54 WIB

Studi Ungkap Polusi Batubara Diam-Diam Kurangi Produksi Energi Surya Global, Mengapa Bisa?

Studi Ungkap Polusi Batubara Diam-Diam Kurangi Produksi Energi Surya Global, Mengapa Bisa?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:53 WIB

Marak Aksi Begal, Sahroni Minta Semua Polda Harus Tindak Tegas: Tembak di Tempat!

Marak Aksi Begal, Sahroni Minta Semua Polda Harus Tindak Tegas: Tembak di Tempat!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:53 WIB

Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai

Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:39 WIB

Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis

Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:37 WIB

Amien Rais: Rakyat Sudah Tidak Menyerang Gibran, Sekarang Dialihkan Semuanya ke Pak Prabowo

Amien Rais: Rakyat Sudah Tidak Menyerang Gibran, Sekarang Dialihkan Semuanya ke Pak Prabowo

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:36 WIB