Buron, Bos Geng Jambret Tenda Oranye Punya Banyak Rumah

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 29 Juni 2018 | 17:58 WIB
Buron, Bos Geng Jambret Tenda Oranye Punya Banyak Rumah
Penjambret Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Polisi masih memburu N alias MI, pelaku yang dianggap sebagai bos besar sindikat spesialis penjambretan bernama Tenda Oranye. Perburuan ini dilakukan usai polisi menangkap AA dan FY, anggota geng yang menjambet Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan, anggota geng Tenda Oranye harus menyetorkan hasil dari penjambretan kepada N alias MI.

"Mereka kembali menyetorkan barang hasil kejahatan. Dikomandoi oleh satu orang (berinisial N alias MI) yang masih kita kejar," kata Hengki di Polres Metro Jakbar, Jumat (29/6/2018).

Dari hasil penyidikan sementara, bos dari sindikat penjambretan itu juga memiliki banyak rumah yang diduga dibeli dari hasil kejahatan. Namun, Hengki masih merahasiakan jumlah dan lokasi-lokasi rumah yang dimiliki pimpinan geng Tenda Oranye.

"Itu dia rumahnya banyak betul, makanya kita kejar," kata dia.

Polisi meringkus AA dan YF di lokasi berbeda pada Jumat dini hari tadi. FY terpaksa ditembak mati karena berusaha melarikan diri ketika diburu petugas di kawasan Cengkareng, Jakbar. Sementara, AA diringkus di sebuah rumah kontrakan di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Aksi penjambretan itu terjadi ketika Syarief sedang bersepeda dari rumah menuju Kota Tua, Jakarta Barat pada Minggu (24/6/2018). Kedua pelaku berhasil membawa kabur sebuah telepon genggam merek Iphone X yang disimpan korban di dalam tas pinggang.

Dari aksi penjambretan itu, Syarief mengalami luka patah di bagian bahu kiri karena terjatuh dari sepeda saat melawan kedua bandit jalanan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jambret Pejabat, Geng Tenda Oranye Teroganisir saat Beraksi

Jambret Pejabat, Geng Tenda Oranye Teroganisir saat Beraksi

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 17:41 WIB

Dirjen PUPR Patah Tulang karena Dijambret, Pelaku: Kasihan Pak

Dirjen PUPR Patah Tulang karena Dijambret, Pelaku: Kasihan Pak

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 17:13 WIB

Ditembak Mati, Ini Sosok Penjambret Dirjen PUPR

Ditembak Mati, Ini Sosok Penjambret Dirjen PUPR

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 16:46 WIB

Jambret Dirjen PUPR Ternyata Sindikat Besar Geng Tenda Oranye

Jambret Dirjen PUPR Ternyata Sindikat Besar Geng Tenda Oranye

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 16:22 WIB

Sudah Diendus, Polisi Buru 2 Penjambret Dirjen PUPR

Sudah Diendus, Polisi Buru 2 Penjambret Dirjen PUPR

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 19:13 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×