Gerakan Satu Periode: Pemerintah Jokowi-JK Tak Perlu Dilanjutkan

Bangun Santoso, Lili Handayani

Selasa, 10 Juli 2018 | 07:21 WIB
Gerakan Satu Periode: Pemerintah Jokowi-JK Tak Perlu Dilanjutkan
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Suara.com - Ketua Gerakan Satu Periode, Sangap Surbakti menilai kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) telah gagal karena tidak menjalankan program nawacitanya selama hampir lima tahun masa kepemerintahannya.

"Pertama sebetulnya sudah bisa disimpulkan bahwa kepemimpinan Jokowi - JK gagal. Karena tidak menjalankan program nawacitanya," ujar Sangap di Kantor IJW, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Memasuki tahun terakhir masa kepemimpinan Jokowi - JK, Sanggap melihat indikasi-indikasi kegagalan mulai dari sektor ekonomi, politik, budaya, penegakan hukum dan tenaga kerja.

"Itu semua mengatakan hancur. Sampai hari ini rupiah 14 ribuan. Nah kita mau sampai kapan," kata dia.

Sanggap menilai jika negara ini sudah krisis dan berbeda dengan tahun 1997-1998 lalu.

"Krisisnya dalam konteks waktu itu kita belum pernah merasakan saat itu jadi bangsa yang begitu terpukul. Sekarang ini kita dari 98 sampai 20 tahun di 2018 ini masih krisis," ujarnya lagi.

Melihat kondisi itu, Sanggap menegaskan apabila pemerintahan saat ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Ia juga melihat beberapa infrastruktur yang dibangun pemerintah saat ini dinilai sia-sia karena hanya menambah hutang negara saja.

"Saya tiap hari pulang ke Bekasi tanya sama orang yang pulang ke Bekasi, becak kayu itu dia bangun itu ada yang naikin tidak? Itu maintenance sih besar, jadi tidak ada. Infrastruktur yang di daerah juga dibangun tidak ada yang naik. Kita gak butuh itu sekarang," ungkap Sanggap.

Kalau pun ingin membangun infrastruktur, itu harus dilihat dari bagaimana sektor-sektor lainnya dan bagaimana kondisi ekonomi.

baca juga

"Saya orang Medan. Medan-Binjai itu dibangun tol. Saya tanya sopir angkot kenapa kalian gak masuk tol? Jawabannya tidak ada penumpang bang buat apa kami masuk tol. Jadi kami tetap lewat jalan biasa. Akhirnya jalan tol itu juga tidak ada yang menggunakan. Jadi rasionalitas sewaktu dibangun jalan tol itu sekarang tidak terpenuhi," beber Sanggap.

Ia menambahkan, jika infrastruktur itu tidak sesuai dengan pola pembangunan. Hanya menambah hutang luar negeri yang mana harus dibayar Oktober 2018 ini sekaligus bunganya.

Menurut Sanggap, yang perlu dibangun dan mendesak saat ini adalah lapangan kerja, harga yang turun serta biaya sekolah yang tidak mahal.

"Nah karena lapangan pekerjaan sulit, akhirnya yang makan Rp 15 ribu per hari pun susah," pungkasnya. (Lili Handayani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerakan Satu Periode Siap Jegal Jokowi Kembali Jadi Presiden

Gerakan Satu Periode Siap Jegal Jokowi Kembali Jadi Presiden

News | Senin, 09 Juli 2018 | 19:17 WIB

Cawapres Jokowi Sudah Ada, Golkar Tak Diajak Diskusi

Cawapres Jokowi Sudah Ada, Golkar Tak Diajak Diskusi

News | Senin, 09 Juli 2018 | 16:59 WIB

Jokowi Senang Defisit Lebih Rendah di Semester I 2018

Jokowi Senang Defisit Lebih Rendah di Semester I 2018

Bisnis | Senin, 09 Juli 2018 | 16:43 WIB

Dukung Jokowi, TGB Terancam Disanksi Demokrat

Dukung Jokowi, TGB Terancam Disanksi Demokrat

News | Senin, 09 Juli 2018 | 15:25 WIB

Dukung Jokowi di Pilpres, PDIP : Yang Dilakukan TGB Itu Baik

Dukung Jokowi di Pilpres, PDIP : Yang Dilakukan TGB Itu Baik

News | Senin, 09 Juli 2018 | 14:22 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×