Ini Dugaan Penyebab Ledakan di Kantor Konsultan Properti

Iwan Supriyatna | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 12 Juli 2018 | 15:25 WIB
Ini Dugaan Penyebab Ledakan di Kantor Konsultan Properti
Ledakan di ruko Grand Wijaya Centre, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018) subuh. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Kabid Balistik Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Kombes Ulung Kanjaya menjelaskan, pemicu ledakan tabung gas di PT Provalindo Nusa & KJPP Febriman Siregar Dan Rekan karena ruangan dapur yang tertutup.

Dari hasil olah TKP, kata dia polisi tak menemukan ventilasi udara di dapur kantor konsultan properti yang terletak di lantai satu. Karena ruangan tertutup, kata dia, kebocoran di tabung gas itu mengendap dan menyebar ke ruang lain.

"Itu penyebab ledakannya itu adalah akibat kebocoran itu gas itu akan keluar pertama kali mengisi ruangan dapur yang kecil dan pengap. Kemudan karena ruangannya tertutup keluar menuju ruangan kantor yang di bawah itu," kata Ulung saat ditemui di lokasi, Kamis (12/7/2018) siang.

Berdasarkan kesimpulan sementara, kata Ulung, penyebab tabung gas itu bocor diduga berasal dari sambungan dari selang regulator ke kompor gas.

Namun, dia mengatakan, tim Puslabfor Polri masih mendalami penyebab bocornya gas itu dari barang bukti yang telah disita di kantor tersebut.

"Penyebab ledakan di sini adalah akibat adanya kebocoran gas bukan dari tabung. Itu dari sistem sambungan antara regulator dengan kompornya atau kompornya itu, nanti kita perdalam di lab," kata dia.

Meski masih dugaan, Ulung meyakini penyebab bocornya gas itu berasal dari sistem regulator yang terpasang di kompor gas tersebut. Sebab, dia menyebutkan isi gas ukuran 12 kilogram baru terbuang sedikit.

"Penyebabnya tadi di sistem regulator atau di kompornya kalau tabungnya si enggak bocor. Karena itu yang 12 kilogram ternyata kita angkat masih berat kemungkinan yang keluar enggak banyak. Kan gas itu kan di dalam tabung bentuknya cair kalau dia keluar bentuk gas walaupun keluar 1 kilogram bisa menyebabkan ledakan yang dasyat," kata dia.

Ulung menambahkan, penyebab ledakan itu dipicu setelah gas yang keluar terkena percikan api yang diduga akibat korsleting dari penggunaan barang elektronik yang berada di ruangan dapur.

"Itu setelah penuh itu karena colokan listrik dispenser bagian dapur itu lah penyebabnya ledakan karena gas itu kalau dia bocor itu jaraknya sekitar satu meter. Kalau ada sumber listrik itu bahaya yang di dapur itu bisa menyebabkan ledakan," katanya.

Setidaknya 11 bangunan dan sebuah mobil rusak akibat terkena ledakan di kantor konsultan properti tersebut. Ledakan itu juga mengakibatkan dua pedagang kaki lima mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies Tinjau Lokasi Ledakan Tabung Gas Grand Wijaya

Anies Tinjau Lokasi Ledakan Tabung Gas Grand Wijaya

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 12:39 WIB

Ledakan Ruko Grand Wijaya, Polisi Periksa 3 Pegawai dan 2 Satpam

Ledakan Ruko Grand Wijaya, Polisi Periksa 3 Pegawai dan 2 Satpam

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 12:31 WIB

Terkena Ledakan, Kaki Anjasmara Robek Terkena Serpihan Kaca

Terkena Ledakan, Kaki Anjasmara Robek Terkena Serpihan Kaca

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 10:59 WIB

Terkini

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:34 WIB

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:25 WIB

Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak

Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:18 WIB

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:16 WIB

Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut

Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:07 WIB

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:04 WIB

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:59 WIB

Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan

Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:36 WIB

Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup

Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:33 WIB

Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak

Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:24 WIB