Mahfud MD dan Airlangga Hartarto Dinilai Layak Dampingi Jokowi

Iwan Supriyatna | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 14 Juli 2018 | 16:05 WIB
Mahfud MD dan Airlangga Hartarto Dinilai Layak Dampingi Jokowi
Emrus Sihombing (paling kiri) saat diskusi di Warung Daun, Sabtu (10/6/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Perdebatan tentang siapa sosok yang pas menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 terus berlangsung sengit.

Hingga saat ini sejumlah nama terus diperbincangkan, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketum PPP Romahurmuzi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan juga Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Dari sejumlah nama tersebut, hanya ada dua nama yang paling berpotensi menurut Pengamat Politik Emrus Sihombing.

"Wacana wapresnya siapa, kalau saya melihat, ada dua peluang, yaitu Airlangga Hartanto dan Mahfud MD," katanya dalam diskusi bertajuk Jokowi Mencari Cawapres di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Airlangga menurut Emrus memiliki kecocokan jika dipasangkan sebagai cawapres Jokowi.

"Ketika Airlangga Hartarto bersama Joko Widodo itu terlihat betul pakaian mereka yaitu Joko Widodo pakai baju atau kaos warna kuning, Airlangga Hartarto pakai kaos putih. Jadi ada bertukar simbol di sana itu menunjukkan suatu chemistry," katanya.

Kecocokan dalam tingkat lebih jauh adalah soal jabatan yang diemban oleh Airlangga saat ini, yakni Menteri Perindustrian. Selain itu, posisi Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar juga sebagai satu faktor kecocokan Jokowi dengan Airlangga.

"Ini menunjukan bahwa ada kedekatan sosiologis dan psikologis. Kemudian kalau saya lihat relasi mereka berdua, lambang nonverbal yang ditunjukan oleh Airlangga Hartarto menempatkan dirinya sebagai pembantu presiden sekalipun badannya lebih tinggi tetapi ketika bertemu menempatkan diri sebagai pembantu presiden," tutur Emrus.

Meski begitu dia juga mengatakan Airlangga memiliki kekurangan. Adanya ancaman penolakan dari partai lain akan menjadi faktor penghadang bagi Airlangga.

"Sisi kelemahan, pertama adalah elektabilitas daripada Airlangga sampai saat ini belum menunjukan elektabilitas yang menggembirakan, kemudian apakah partai-partai lain sebagai pengusung itu rela untuk melepas Airlangga sebagai cawapres Jokowi," katanya.

Sementara sosok kedua yang berpeluang besar adalah Mahfud MD. Pasalnya, Mahfud adalah tokoh yang bisa mengatasi berbagai isu-isu politik identitas yang tidak produktif.

"Karena menurut saya dia adalah tokoh nasional kita, tokoh santri yang demokratis, tokoh satria modern dan mempunyai intelektual yang sangat bagus dan pluralisme. Sehingga ketika nanti kompromi politik, para partai politik tidak sampai pada titik temu dari jalan itu dari partai dan wapres Jokowi bisa bergeser dengan kesepakatan bersama menjadi Mahfud MD," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilih Cawapres, PPP Minta Jokowi Tak Galau Seperti SBY

Pilih Cawapres, PPP Minta Jokowi Tak Galau Seperti SBY

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 15:52 WIB

Ingin Jadi Cawapres Jokowi? Ini Kriteria yang Harus Dipenuhi

Ingin Jadi Cawapres Jokowi? Ini Kriteria yang Harus Dipenuhi

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 15:28 WIB

Oso: Mau Cawapresnya Orang Turun dari Langit, Kami Tetap Jokowi

Oso: Mau Cawapresnya Orang Turun dari Langit, Kami Tetap Jokowi

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 02:00 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB