Dapat Pertanyaan Usil soal Kecebong, Ini Reaksi Jokowi

Reza Gunadha

Minggu, 15 Juli 2018 | 20:28 WIB
Dapat Pertanyaan Usil soal Kecebong, Ini Reaksi Jokowi
Masayu Ida membisiki Jokowi ingin naik haji. (Suara.com/Andhiko Tungga Alam)

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo mendapat pertanyaan tak lazim saat menghadiri acara pengajian khataman Alquran dan Haul Pondok Pesantren An Najah Gondang Kabupaten Sragen, Jawa Timur, Sabtu (14/7/2018) malam.

Dalam acara tersebut, seperti diberitakan Antara, Jokowi memberikan pidato yang diselingi kuis berhadiah tiga unit sepeda gunung kepada santri ponpes tersebut yang bisa menjawab secara benar pertanyaan sang presiden.

Seorang santriwati bernama Tiara, menjadi satu dari tiga orang beruntung malam tersebut. Ia mendapatkan sepeda setelah mampu menjawab pertanyaan Jokowi, yang memintanya menyebutkan 10 nama ikan.

Tiara ternyata mengeluarkan pertanyaan usil, ketika menyebutkan nama ikan kesepuluh atau yang terakhir.

”Kalau kecebong bisa pak? Kecebong itu ikan juga kan pak?” tutur Tiara yang membuat hadirin tertawa.

Jokowi menanggapi santai pertanyaan usil Tiara tersebut. “Ya bukan lah. Itu anak katak. Ayo nama ikan yang besar-besar belum disebut tadi,” ujar Jokowi.

Kecebong, sejak beberapa tahun terakhir masuk sebagai kosa kata populer dalam pentas politik nasional.

Bagi kelompok-kelompok yang kontra-Jokowi, ”kecebong” atau berudu adalah sebutan negatif yang merujuk pada para pendukung sang presiden.

Penyebutan tersebut berawal dari kegemaran Jokowi yang memelihara katak ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ketika dirinya menjadi presiden, ia mengakui membawa serta katak peliharannya ke istana.

baca juga

Banyak Burung, Sangkar Tak Ada

Kedatangan Jokowi ke ponpes itu sendiri, disambut hangat oleh pemimpin An Najah Kiai Haji Minanul Aziz Syathori dan ribuan santi serta umat Islam Sragen.

Minanul Azis merasa bangga atas kedatangan Presiden Jokowi di pondok, sebab membuat para santri dan masyarakat umat Muslim di Sragen lebih termotivasi.

Menurut dia, Ponpes An Najah didirikan pada 1958 oleh KH Ahmad Djisam Abdul Mannan dan kemudian membuka sekolah SMP, SMK dan madrasah aliyah. Jumlah satri sekarang 650 anak tetapi yang bisa tertampung di asrama hanya sekitar 20 persen.

"Ponpes An Najah yang pokok pendidikan menghafal Al Qur'an dan kewirausahaan," katanya seperti diberitakan Antara.

Namun, kata dia, ruang belajar di ponpes tersebut dibangun dengan dana swadana yang terbatas. "Ibarat burungnya banyak, tidak ada sangkarnya," kata Menanul.

Presiden Joko Widodo mengatakan, merasakan apa yang dibutuhkan oleh Ponpes An Najah dan segera menurunkan tim untuk memeriksa lahan yang rencana dibangun untuk sekolah.

"Saya segera turunkan tim untuk memeriksa ke ponpes ini," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Dikerjain Santriwati: Mbok Tonton Upin Ipin Pak

Jokowi Dikerjain Santriwati: Mbok Tonton Upin Ipin Pak

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 19:55 WIB

Foto Bareng Jokowi, Pasha Ungu Diminta Jadi Capres

Foto Bareng Jokowi, Pasha Ungu Diminta Jadi Capres

Entertainment | Minggu, 15 Juli 2018 | 18:55 WIB

Gaya Nyentrik Presiden Jokowi saat Resmikan Tol Solo - Ngawi

Gaya Nyentrik Presiden Jokowi saat Resmikan Tol Solo - Ngawi

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 17:21 WIB

PolCOMM: Prabowo Masih Penantang Terkuat Jokowi

PolCOMM: Prabowo Masih Penantang Terkuat Jokowi

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 16:12 WIB

Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Solo - Ngawi Gratis Sampai Besok

Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Solo - Ngawi Gratis Sampai Besok

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 15:51 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×