Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar

Bangun Santoso, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 31 Juli 2018 | 12:49 WIB
Minta Kementerian dan Lembaga Serius, Jokowi: Negara Butuh Dolar
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) dan Menlu Retno Marsudi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) membahas strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa. Rapat yang dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet kerja dan pejabat negara ini berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7/2018) pukul 11.00 WIB.

Saat memberikan pengantar, Jokowi mengatakan pembahasan cadangan devisa diperlukan agar Indonesia semakin kuat menghadapi gejolak ekonomi global.

"Saya melanjutkan ratas yang lalu, hari ini akan dibahas strategi kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa kita, agar daya tahan ekonomi kita semakin kuat, semakin meningkat," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian meminta dua hal. Pertama pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

Kepala Negara menerangkan, pada ratas sebelumnya ia telah meminta pada menteri dan lembaga terkait untuk menjalankan mandatori biodiesel.

"Saya minta updatenya, karena data yang saya terima berpotensi menghemat besar sekali. Saya juga minta evaluasi detail impor barang yang tak strategis yang kita stop dulu atau kurangi atau hentikan," katanya.

Menurut dia, pemerintah harus memiliki strategi detail produk apa saja yang harus diperkuat dan fokus melihat kendala eksportir di negara yang jadi tujuan.

"Ada beberapa hal yang secara detil saya sampaikan. Kalau ada hambatan perdagangan saya minta segera selesaikan," katanya lagi.

"Perlu saya tekankan lagi, situasi negara saat ini butuh dolar. Karena itu saya minta seluruh kementerian dan lembaga betul-betul serius tidak ada main-main menghadapi ini. Saya nggak mau lagi bolak balik rapat tapi implementasi nggak berjalan baik," Jokowi menambahkan.

baca juga

Sejumlah menter yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kemudian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PUPR Bangun 2 Rusun di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

PUPR Bangun 2 Rusun di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:09 WIB

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru di NTB

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru di NTB

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:05 WIB

Rahasiakan Cawapres Jokowi, Nasdem: Prabowo Belum Umumkan Koalisi

Rahasiakan Cawapres Jokowi, Nasdem: Prabowo Belum Umumkan Koalisi

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 11:10 WIB

Presiden Jokowi Punya Perhatian Lebih ke Sektor Pertanian

Presiden Jokowi Punya Perhatian Lebih ke Sektor Pertanian

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 11:01 WIB

Nasdem: Koalisi Pendukung Jokowi Lebih Maju Ketimbang Prabowo

Nasdem: Koalisi Pendukung Jokowi Lebih Maju Ketimbang Prabowo

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 10:54 WIB

Terkini

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×