Pembunuh Keluarga Keraton Cirebon Ternyata Idap Penyakit Menahun

Bangun Santoso

Kamis, 02 Agustus 2018 | 13:40 WIB
Pembunuh Keluarga Keraton Cirebon Ternyata Idap Penyakit Menahun
Ilustrasi Keraton Kasepuhan Cirebon

Suara.com - Kepolisian Resor Kota Cirebon, Jawa Barat telah melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan yang diduga disertai bunuh diri oleh sepasang suami istri (pasutri) keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dari hasil penyelidikan polisi mendapati fakta bahwa pelaku yang membunuh istrinya dan kemudian bunuh diri ternyata mengalami depresi, karena menderita penyakit.

"Pelaku menderita penyakit prostat selama bertahun-tahun, hingga akhirnya mengalami depresi," kata Kasatreskrim Polresta Cirebon AKP Rynaldi, di Cirebon, Rabu (1/8/2018).

Rynaldi mengatakan, kasus pasangan suami istri atas nama Elang Johar (68) dan Ratu Sureni (65) yang tewas pada Selasa (31/7/2018) merupakan tindak pidana pembunuhan dan bunuh diri.

Dari hasil penyelidikan Rynaldi, menduga tewas suami istri tersebut dipicu oleh Elang Johar yang mengalami depresi berat karena menderita penyakit prostat menahun.

Rynaldi mengungkapkan, dari keterangan anak pelaku, Elang Johar depresinya sempat kumat dan hampir mencelakakan seisi mobil.

"Anaknya sempat cerita, depresi pelaku sempat kumat saat diantar berobat ke rumah sakit menggunakan mobil, pelaku tiba-tiba menyerobot kemudi saat anaknya sedang menyetir, mobil pun oleng dan hampir terjadi kecelakaan," ujarnya lagi.

Menurut dia, pelaku sempat menjalani operasi prostat. Hingga akhirnya pelaku tak bisa buang air besar secara normal.

"Kondisi tersebut membuat pelaku mengalami depresi," katanya.

baca juga

Pasangan suami istri atas nama Elang Johar dan Ratu Sureni merupakan warga Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon ditemukan sudah tidak bernyawa pada Selasa (31/7).

Hasil penyelidikan serta keterangan saksi dan beberapa bukti yang diamankan, Elang Johar merupakan pelaku di balik kejadian tersebut.

Elang Johar dan Ratu Sureni masih termasuk keluarga Keraton Kasepuhan, sebagaimana penuturan Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat.

"Betul beliau masih keluarga Keraton Kasepuhan. Kami berduka dan prihatin atas peristiwa tersebut. Semoga beliau diterima amal ibadahnya," ujar Sultan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasutri Keluarga Keraton Cirebon Ditemukan Tewas Tak Wajar

Pasutri Keluarga Keraton Cirebon Ditemukan Tewas Tak Wajar

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 13:25 WIB

Dua Pekan, Pembunuh Perawan Tua Masih Misteri

Dua Pekan, Pembunuh Perawan Tua Masih Misteri

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 20:42 WIB

Lamaran Ditolak Kekasih, Syaiful Mau Terjun dari Fly Over

Lamaran Ditolak Kekasih, Syaiful Mau Terjun dari Fly Over

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 20:27 WIB

Usai Bunuh Kekasih, Roy Bawa Lari Janda Beranak Satu

Usai Bunuh Kekasih, Roy Bawa Lari Janda Beranak Satu

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 13:44 WIB

Alasan Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Nenek Lim

Alasan Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Nenek Lim

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 12:03 WIB

Terkini

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Temukan Bukti-bukti dari Ruang Kerja Anak Buah Nusron Wahid

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Temukan Bukti-bukti dari Ruang Kerja Anak Buah Nusron Wahid

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:12 WIB

Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng

Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 19:06 WIB

IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

Bogor | Kamis, 17 September 2026 | 19:06 WIB

Kenapa HP Panas saat Menyalakan Hotspot? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa HP Panas saat Menyalakan Hotspot? Begini Cara Mengatasinya

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 19:05 WIB

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 19:00 WIB

Rumah Raden Saleh Dipugar, Bersiap Jadi Ruang Publik Baru

Rumah Raden Saleh Dipugar, Bersiap Jadi Ruang Publik Baru

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 18:55 WIB

Eksplorasi Efek Film Hingga Kuliner, Cara Tito Hartono Menginspirasi Pengguna Media Sosial

Eksplorasi Efek Film Hingga Kuliner, Cara Tito Hartono Menginspirasi Pengguna Media Sosial

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:52 WIB

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:50 WIB

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

×