Gempa Lombok, Pengungsi Terserang Diare Akibat Minum Air Sungai

Bangun Santoso

Rabu, 15 Agustus 2018 | 07:25 WIB
Gempa Lombok, Pengungsi Terserang Diare Akibat Minum Air Sungai
Berdasarkan data BNPB, pengungsi korban gempa Lombok sebanyak 270.168 orang yang tersebar di sejumlah tempat membutuhkan bantuan seperti makanan, air, obat-obatan, tenda, dan selimut. [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Suara.com - Sejumlah pengungsi korban gempa Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat diserang diare. Itu diduga akibat meminum air sungai.

Tono salah seorang pengungsi di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, mengaku mulai merasakan penyakit diare sejak Senin (13/8/2018), dan sampai saat ini penyakit dideritanya belum sembuh. Tidak ada petugas kesehatan yang datang melihat mereka di tempat pengungsian.

"Selain tidak ada petugas, obat-obatan juga sama sekali gak ada di lokasi pengungsian," ujar Tono seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/8/2018).

Ia menuturkan, mulai merasakan penyakit diare setelah minum air dari sungai yang di masak dikarenakan tidak adanya tersedia air bersih.

Bahkan, tak hanya dirinya yang mengalami penyakit semacam itu, tapi juga warga lainnya yang kini tinggal di tenda-tenda pengungsian juga mengalami nasib yang sama.

"Pipa air macet pascagempa kemarin, karena air sulit terpaksa kita dan para pengungsi lain masak pakai air sungai," ungkapnya.

Menurut dia, sebelum gempa terjadi, kebutuhan air baik untuk masak, mandi dan lain-lainnya menggunakan air dari pamdes setempat.

Tono sangat berharap kepada pemerintah untuk memberikan obat-obatan untuk para pengungsi seperti obat luka, pilek dan diare.

"Yang kita butuhkan di sini obat-obatan seperti obat diare, maag, demam dan flu, sementara untuk logistik, insyaallah cukup buat warga," katanya.

baca juga

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan NTB, Marjito membenarkan jika saat ini para pengungsi yang mendiami lokasi-lokasi pengungsian sudah diserang penyakit. Mulai dari penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, maagh, stres ringan hingga diare.

"Paling banyak keluhannya itu ISPA dan diare," kata Marjito.

Ada sejumlah penyebab sehingga para pengungsi ini diserang penyakit, antara lain lingkungan yang tidak bersih, minimnya ketersediaan air bersih dan tidak adanya fasilitas MCK yang memadai di lokasi pengungsian.

"Inilah mengapa saat ini banyak warga yang mulai mengindap penyakit dan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) buat kita bersama untuk memecahkannya," ucapnya.

Marjito menyebutkan, saat ini total pengungsi di Kabupaten Lombok Utara mencapai 150 ribu orang. Terdiri dari orang tua, anak-anak, bayi dan balita serta para lansia. Dengan banyaknya pengungsi tersebut pihaknya perlu melakukan antisipasi. Sehingga yang sehat tidak pengaruh dan tidak terkena dampak penyakit.

Sementara untuk kebutuhan obat-obatan, menurutnya, sudah terkecupi. Hanya saja, persediaan obat-obatan untuk jenis tertentu belum tersedia.

Sedangkan, untuk posko kesehatan, pemerintah telah menyediakan sejumlah posko kesehatan dengan harapan pelayanan kesehatan bisa tetap normal.

"Untuk Lombok Utara saja ada 8 pos kesehatan yang kita dirikan. Tapi kita juga dapat bantuan rumah sakit terapung KRI Suharso. Termasuk rumah sakit rujukan seperti RSUP NTB, RSUD Kota Mataram, Bhayangkara, Risa, RS Jaka, RS slam, RS Tripat Gerung, rumah sakit angkatan darat," jelas Marjito.

Ia menyatakan dalam penanganan kesehatan pada masa tanggap darurat ini, pihaknya juga diperkuat 171 dokter spesialis, mulai bedah anak, bayi dalam kandungan, psikiater, ortopedi. Kemudian 228 dokter umum perawat 255, bidan 38, psikolog dan non medis 268 orang.

"Mereka ini kita sebar di 1.004 pos kesehatan di Lombok Utara, termasuk RSUP provinsi dan rumah sakit lapangan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Pulang, Sandiaga Kunjungi Korban Gempa Lombok Besok

Jokowi Pulang, Sandiaga Kunjungi Korban Gempa Lombok Besok

News | Selasa, 14 Agustus 2018 | 17:56 WIB

Gempa Lombok, Jokowi Intruksikan TNI Tangani Wilayah Terisolir

Gempa Lombok, Jokowi Intruksikan TNI Tangani Wilayah Terisolir

News | Selasa, 14 Agustus 2018 | 08:45 WIB

PVMBG Rekomendasikan Revisi Tata Ruang Lombok Pasca Gempa

PVMBG Rekomendasikan Revisi Tata Ruang Lombok Pasca Gempa

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 18:09 WIB

KPAI Minta Bayi dan Anak Gempa Lombok Tak Diberi Susu Formula

KPAI Minta Bayi dan Anak Gempa Lombok Tak Diberi Susu Formula

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 17:52 WIB

Korban Gempa Lombok Dikhawatirkan Trauma Berkelanjutan

Korban Gempa Lombok Dikhawatirkan Trauma Berkelanjutan

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 16:09 WIB

Terkini

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB