Atlet Basket Jepang Sewa PSK, Polisi Telisik Hotel di Blok M

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana
Atlet Basket Jepang Sewa PSK, Polisi Telisik Hotel di Blok M
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar turun langsung mengamankan jalannya sidang terdakwa teroris Aman Abdurahman di PN Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018). (Suara.com/Ria Rizki)

Sebanyak empat atlet basket bernama Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura dipulangkan karena kedapatan menyewa PSK di Jakarta.

Suara.com - Lokasi penyewaan pekerja seks atau PSK oleh empat atlet bola basket asal Jepang yang ikut hingga kini masih misterius. Para atlet Asian Games 2018 yang kini sudah dipulangkan ke negara asalnya itu disebut-sebut menyewa empat PSK di Jakarta Selatan.

Terkait hal itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengaku menelusuri Hotel Gran Mahakam yang ditempati ofisial atlet dan wartawan dari berbagai media asing. Penelusuran itu dilakukan karena diduga empat atlet itu membawa para PSK tersebut ke kamar ofisial.

"Kita coba cek orang-orang yang tinggal di hotel itu, di hotel Mahakam itu kan cuma wartawan sama ofisial saja. Kalau dugaan mereka menggunakan kamar ofisial, sampai sekarang mereka tidak memberikan informasi," kata Indra saat dihubungi Suara.com, Selasa (21/8/2018).

Namun, Indra mengaku kesulitan menyelidiki kasus tersebut karena polisi belum menerima ada laporam resmi kasus dugaan prostitusi para atlet, baik dari petugas INASGOC dan ofisial dari kontingen negara Jepang.

"Mereka belum laporan resmi ke kita. Nggak ada laporannya. Dari pihak ofisial pun belum ada laporan ," katanya.

Selain hotel, polisi juga masih menelusuri restoran makanan khas Jepang yang menjadi lokasi transaksi prostitusi antara calo yang diduga berperan sebagai mucikari dengan para atlet asal Jepang itu. Dugaan sementara, kegiatan prostitusi keempat atlet Jepang berawal saat makan makan di sebuah restoran makanan khas Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

"Iya itu yang kita cari itu restorannya. Karena restoran pun mungkin juga tak mengira kalau mereka ngobrol, tawar-menawar," kata dia.

Namun, Indra menyampaikan, sejauh ini polisi belum menerima laporan dari pengelola restoran terkait dugaan prostitusi yang dilakukan para atlet dari negara Matahari Terbit itu.

"Itu katanya terus ditawarin kan (sama calo). Itu makanya kemarin kita klarifikasi enggak ada. Belum ada laporan itu," tandad Indra.

Diketahui, penyelenggaran Asian Games diwarnai tindakan tak terpuji oleh negara peserta yakni Jepang. Sebanyak empat atlet basket bernama Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura dipulangkan karena kedapatan menyewa PSK di Jakarta.

Kegiatan prostisusi itu terjadi saat keempat atlet Jepang itu ke restoran makanan khas Jepang di kawasan Blok M, Jaksel, pada Kamis (16/8), pekan lalu. Saat sedang menyantap hidangan makan malam, keempat atlet didekati calo dan terjadilah transaksi prostitusi.

Terkait kasus ini, Ketua delegasi Jepang, Yasuhiro Yamashita pun meminta maaf atas perilaku tak terpuji empat atletnya. Apalagi kegiatan mengubar syahwat itu dilakukan para pelaku saat masih mengenakan kostum timnas.

"Tindakan mereka telah melanggar kode etik tim nasional, dan mengkhianati harapan warga Jepang," kata Yasuhiro Yamashita seperti dilansir Kyodo News.

"Sebagai kepala delegasi, saya sangat menyesalkan kejadian ini, dan meminta maaf dari lubuk hati paling dalam."

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS