Detik - detik Richard Muljadi Ketahuan Isap Kokain di Restoran

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 22 Agustus 2018 | 16:44 WIB
Detik - detik Richard Muljadi Ketahuan Isap Kokain di Restoran
Richard, cucu konglomerat Indonesia, diringkus polisi saat sedang berada di sebuah restoran mewah di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018) dini hari. [Wristbusters]

Suara.com - Richard Muljadi, cucu konglomerat Indonesia dan juga selebgram, diringkus polisi saat sedang berada di sebuah restoran mewah di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018) dini hari.

Ia ditangkap karena kuat diduga tengah mengisap kokain di toliet restoran tersebut, Rabu sekitar pukul 01.00 WIB.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dalam video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya mengungkapkan, Richard dibekuk oleh perwira polisi bernama Komisaris Besar Herry Heryawan.

"Saya Hotman Paris, saya salut kepada Kombes Herrimen, sahabat saya. Kepada Bapak Kapolda DKI, tolong diawasi kasus itu, karena cowok itu, kayanya sih dari keluarga yang sangat kaya. Jangan sampai tergoda,” kata Hotman.

Hotman lantas menceritakan ihwal Kombes Herrimen menangkap Richard Muljadi. Ia menyebut, penangkapan itu ketika Herrimen tengah memakai toilet di restoran yang sama.

”Kombes Herrimen berada di suatu toilet, suatu gedung, tiba-tiba dia mendengar ada orang yang kedengaran (isap narkoba). Dia bisa tahu orang itu sedang memakai alat narkoba. Ketika diperiksa itu laki, benar, positif,” tuturnya.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penangkapan dilakukan saat Richard hendak mengonsumsi narkoba itu di toilet yang terletak di dalam restoran.

"Tersangka masuk ke dalam toilet hendak menggunakan barang bukti tersebut," kata Argo melalui keterangan tertulis, Rabu siang.

Diduga, kokain itu merupakan hadiah dari salah satu pelaku berinisial ML. Hadiah itu diberikan karena Richard akan menikah.

ML, kata Argo, meminta orang suruhannya untuk mengantar kokain sebagai kado pernikahan kepada Richard.

"Awalnya, tersangka (Richard) menerima barang bukti dari orang tak dikenal atas suruhan ML (buronan) sebagai hadiah karena tersangka mau menikah," kata dia.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yakni serbuk kokain sisa pakai Richard.

Selanjutnya, satu unit ponsel dan uang pecahan AUD 5 juga turut disita karena dianggap dijadikan alat mengisap kokain.

Terkait kasus ini, polisi masih memburu keberadaan ML yang berperan memasok kokain kepada Richard sebagai kado pernikahannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penghisap Kokain di Toilet Ialah Cucu Konglomerat Kartini Muljadi

Penghisap Kokain di Toilet Ialah Cucu Konglomerat Kartini Muljadi

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 16:35 WIB

Urine Richard Muljadi Cucu Konglomerat Positif Mengandung Kokain

Urine Richard Muljadi Cucu Konglomerat Positif Mengandung Kokain

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 16:11 WIB

Richard Muljadi, Cucu Konglomerat yang Ditangkap saat Isap Kokain

Richard Muljadi, Cucu Konglomerat yang Ditangkap saat Isap Kokain

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 16:02 WIB

Kokain Richard Cucu Konglomerat Ditimbang di Puslabfor Polri

Kokain Richard Cucu Konglomerat Ditimbang di Puslabfor Polri

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 15:46 WIB

Richard Cucu Konglomerat Ditangkap Polisi, Ini Pesan Hotman Paris

Richard Cucu Konglomerat Ditangkap Polisi, Ini Pesan Hotman Paris

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 15:25 WIB

Terkini

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:58 WIB

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB