Ruhut Sitompul: SBY Harus Mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat

Reza Gunadha

Kamis, 23 Agustus 2018 | 19:08 WIB
Ruhut Sitompul: SBY Harus Mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam.[Suara.com/Oke Dwi Atmaja].

Suara.com - Ruhut Sitompul, mantan politikus Partai Demokrat, menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih memiliki peluang untuk maju menjadi calon Presiden pada Pilpres 2024.

Namun, agar AHY bisa menjadi capres pada Pilpres 2024, syaratnya adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat dan menyerahkan kepada AHY.

"Pak SBY harus legawa mundur dari jabatan ketua umum itu kepada putranya AHY. Itu solusinya karena 2024," kata Ruhut seperti diberitakan Timesindonesia.co.id—jaringan Suara.com, Kamis (23/8/2018).

Ruhut mengatakan, pada 2024, Agus memiliki banyak pesaing. Apalagi, dalam koalisi saat ini, Demokrat mendukung Sandiaga Uno yang juga terbilang politikus muda untuk mendampingi Prabowo maju di Pilpres 2019.

"Pesaingnya banyak sekali. Di kalangan muda juga banyak, salah satunya Sandiaga, yang bisa jadi pesaingnya," tambahnya.

Sebelumnya, Ruhut juga sempat meragukan dukungan Partai Demokrat dalam memenangkan pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pemilu 2019.

Ia mengatakan, keraguannya tersebut disebabkan karena jika Demokrat mendukung Prabowo-Sandiaga menang dalam Pilpres 2019, maka ini menutup peluang putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

"Ini hanya logika politik saya. Ayo prediksi. Agus yang sudah digadang-gadang mau jadi wapres taunya tak jadi. Ya kalau Prabowo menang mungkin didapat menteri, kalau tidak, paling tidak bagus," jelasnya.

Berita ini kali pertama diterbitkan Timesindonesia.co.id dengan judul ”Ruhut Sitompul: SBY Harus Mundur dari Ketum Demokrat

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usut Kasus Mafia Anggaran, KPK Periksa Anak Buah Zulkifli Hasan

Usut Kasus Mafia Anggaran, KPK Periksa Anak Buah Zulkifli Hasan

News | Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:31 WIB

HUT Kemerdekaan di Istana, SBY Tak Hadir

HUT Kemerdekaan di Istana, SBY Tak Hadir

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 11:27 WIB

Annisa Pohan dan 6 Artis Bisa Memikat Hati Keluarga Presiden RI

Annisa Pohan dan 6 Artis Bisa Memikat Hati Keluarga Presiden RI

Entertainment | Kamis, 16 Agustus 2018 | 20:00 WIB

PDIP: SBY Sedang Cooling Down dari Hal yang Tak Menyenangkan

PDIP: SBY Sedang Cooling Down dari Hal yang Tak Menyenangkan

News | Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:51 WIB

Soal Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Roy: Demokrat Tahu Posisi

Soal Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Roy: Demokrat Tahu Posisi

News | Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:07 WIB

Terkini

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB