Maruf Amin Ungkap Alasan Jokowi Harus Kembali Jadi Presiden

Minggu, 02 September 2018 | 14:12 WIB
Maruf Amin Ungkap Alasan Jokowi Harus Kembali Jadi Presiden
Maruf Amin. (Suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Calon Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri Pekan Orientasi Caleg DPR RI Partai Nasdem 2019 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (2/9/2018). Dalam acara itu, Maruf menyampaikan, bahwa ia ingin membantu Joko Widodo atau Jokowi memimpin Indonesia untuk melanjutkan upaya dalam menyiapkan landasan menuju Indonesia 2024.

“Saya anggap beliau, pak Jokowi menyiapkan landasan dalam rangka Indonesia 2024 sudah bisa tinggal landas,” kata Maruf Amin dalam pidatonya di hadapan para Caleg Nasdem.

Menurut dia, Jokowi efektif bekerja untuk negara ini cuma tiga tahun. Pada tahun pertama kepemimpinannya adalah orientasi, tahun kedua dan ketiga melakukan pembangunan di berbagai sektor. Sedangkan tahun ke empat dan ke lima sudah sibuk persiapan Pilpres.

“Tiga tahun efektif melakukan pembangunan dalam segala bidang terutama infrastruktur. Oleh karena itu maka seharusnya beliau diberi kesempatan lagi, sehingga beliau 8 tahun menyiapkan run away. Sehingga 2024 tinggal landas dan dilanjutkan pemimpin muda generasi milenial,” ujar dia.

Oleh sebab itu, Maruf Amin menyampaikan komitmennya untuk membantu Jokowi dalam menjalankan program Nawacita Jilid II. Dengan perannya, Maruf Amin berharap ke depan masyarakat tidak disibukkan lagi dengan konflik perbedaan ideologi dan agama yang belakangan marak terjadi.

“Saya ingin membantu agar negara ini tidak lagi disibukan dalam konflik ideologis. Oleh karena itu kita harus memantapkan, tidak ada lagi konflik. Bangsa ini harus utuh satu,” tutur dia.

Dia menambahkan, bangsa dan negara ini dibangun dalam landasan kuat yakni Pancasila dan UUD 1945. Hal ini adalah kesepakatan nasional yang tak boleh lagi dipersoalkan.

“Atas dua landasan kuat ini lahirlah NKRI. Maka dari itu NKRI dibangun atas kesepakatan dan sudah final, tidak boleh lagi diperdebatkan,” kata dia.

“Bagi kita umat Islam negara ini bukan negara Islam, tapi negara kesepakatan. Islam Indonesia adalah lslam kaffah wa almizah yang disertai kesepakatan, berbeda dengan Arab Saudi yang Islam saja. Islam saja tanpa mizah itu DI-TII”.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Jadi Juru Kampanye Jokowi - Maruf Amin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI