Mirip Jokowi, Mahasiswa UII Malah Tersandung Masalah

Reza Gunadha

Selasa, 04 September 2018 | 20:30 WIB
Mirip Jokowi, Mahasiswa UII Malah Tersandung Masalah
Dimas Aji Pratama, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ramai dibicarakan di media-media sosial karena parasnya dianggap mirip Presiden Jokowi.

Suara.com - Dimas Aji Pratama, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ramai dibicarakan di media-media sosial karena parasnya dianggap mirip Presiden Jokowi.

Sekilas, wajahya sangat mirip, apalagi ketika Dimas tersenyum. Tidak hanya berparas wajah mirip Joko Widodo, dirinya juga menggunakan nama Jokowi di emblem jaket yang dibuat sejak berada di bangku SMA.

“Dikenal mirip jokowi sudah sejak zaman SMP di Batang, pas zaman Jokowi jadi presiden juga. Lebih serunya lagi waktu itu penah didandani, mulai rambut lalu difoto. Dari zaman SMA, saya lebih dikenal sebagai Jokowi ketimbang nama asli, ya sudah, pas mau buat jaket almanater, saya pakai nama Jokowi saja, agar lebih diingat,’’ kata Dimas saat ditemui di indekosnya, Rabu (4/9/2018).

Namun Dekan FH UII Abdul Hamil ternyata berkeberatan Dimas menggunakan nama Jokowi pada emblem jaket almamater.

Jamil menegaskan, Dimas tidak lagi boleh menggunakan nama Jokowi selama berada di kampus. Sebab, dikhawatirkan bakal memicu konflik.

“Intinya, ini kan tahun politik, pakai nama Jokowi akan menimbulkan persepsi tak benar, kami tidak mau menimbulkan persoalan di kampus. Dimas Adi Pratama mungkin fans Jokowi, atau wajahnya mirip Jokow. Tapi kalau dia pakai nama Jokowi kan tak bagus,  karena namanya bukan Jokowi,’’ kata Abdul Jamil saat dihubungi melalui saluran telepon.

Dimas Aji Pratama, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ramai dibicarakan di media-media sosial karena parasnya dianggap mirip Presiden Jokowi.
Dimas Aji Pratama, mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ramai dibicarakan di media-media sosial karena parasnya dianggap mirip Presiden Jokowi.

Abdul Jamil menegaskan, mahasiswa bebas menentukan pilihan dalam berpolitik, namun kampus adalah ruang yang netral sehingga tidak boleh membawa perlengkapan atau atribut yang berkaitan dengan kepentingan politik menjelang pemilihan presiden.

“Saya ingin memberikan pemahaman, saya tidak melarang berpolitik, tapi jangan bawa wahana politik ke kampus. Kan politik hak orang, namun jangan sampai membawa atribut politik di kampus,’’ ujar Abdul Jamil.

Menanggapi hal tersebut, Jamil akan memanggil Dimas untuk memberikan saran agar tidak lagi menggunakan nama Jokowi yang kental bernuansa politik.

baca juga

"Besok paling lambat saya akan panggil, jangan pakai nama itu lagi. Saya ingin di UII netral, kami memberikan kebebasan, silakan ngefans siapa tentukan pilihan siapa, tapi jangan sampai bawa atribut ke kampus," ungkap Jamil.

Kontributor : Abdus Somad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Kampanye Jokowi Ungkap Erick Thohir Jadi Nominator Ketua TKN

Tim Kampanye Jokowi Ungkap Erick Thohir Jadi Nominator Ketua TKN

News | Selasa, 04 September 2018 | 18:15 WIB

Jadi Gubernur Diusung Demokrat, Khofifah: Saya Tetap Jokowi

Jadi Gubernur Diusung Demokrat, Khofifah: Saya Tetap Jokowi

News | Selasa, 04 September 2018 | 16:02 WIB

Gagal Jadi Cawapres, Cak Imin Jadi Dewan Penasihat Timses Jokowi

Gagal Jadi Cawapres, Cak Imin Jadi Dewan Penasihat Timses Jokowi

News | Selasa, 04 September 2018 | 15:38 WIB

Mardani: Pejabat Negara Masuk Tim Kampanye Abaikan Etika Publik

Mardani: Pejabat Negara Masuk Tim Kampanye Abaikan Etika Publik

News | Selasa, 04 September 2018 | 15:34 WIB

Terkini

Kesaksian Korban Kebakaran Batu Ceper, Pukul Kentongan Saat Warga Sedang Melayat

Kesaksian Korban Kebakaran Batu Ceper, Pukul Kentongan Saat Warga Sedang Melayat

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:33 WIB

Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 13:26 WIB

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 13:23 WIB

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Rp401 Miliar Dipamerkan, Siapa yang Membuat Nikel Bisa Keluar?

Rp401 Miliar Dipamerkan, Siapa yang Membuat Nikel Bisa Keluar?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:11 WIB

×