- Kebakaran melanda kawasan Batu Ceper Gambir Jakarta Pusat pukul 13.30 WIB saat warga sedang mengantar jenazah.
- Saksi mata bernama Dian melihat kepulan asap hitam dan langsung membunyikan kentongan untuk meminta pertolongan warga.
- Kebakaran yang mendekati rumah saksi tersebut diduga berasal dari korsleting listrik di sebuah rumah kontrakan.
Suara.com - Kebakaran melanda kawasan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Salah satu korban, Dian (60), mengaku melihat kepulan asap hitam sebelum api mendekati rumahnya.
Dian mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, sebagian warga sedang mengantarkan tetangganya yang meninggal untuk dimakamkan.
“Jadi ada ibu ini, suaminya meninggal ya. Biasalah orang kampung di sini masak buat turun tanah. Setelah selesai masak kita atur di depan,” kata Dian.
Menurut dia, sebagian warga kemudian ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman.
Ia saat itu masih berada di rumah bersama seorang tetangganya sambil berbincang.
“Saya sama ibu ini di rumah, kita ngobrol biasa aja. Tiba-tiba ada yang teriak, ‘Ada asap, ada asap’,” ujarnya.
Dian kemudian melihat kepulan asap hitam dan langsung berusaha memperingatkan warga.
Ia juga memukul kentongan tiang listrik untuk meminta pertolongan karena kondisi sekitar saat itu cukup sepi.
“Saya nengok, ih kok asap item amat, dari mana? Saya langsung lari teriak kebakaran-kebakaran. Emang kenyataannya sepi kan, nganter ngubur semua. Saya pukul kentongan, listrik, tolong kebakaran, baru rame orang,” tuturnya.
Dian mengatakan saat kembali melihat ke arah rumahnya, api sudah berada cukup dekat dengan tempat tinggalnya.
Ia menyebut lokasi awal kebakaran berada di kawasan RT 04.
“Kalau TKP di RT 4. Pas saya nengok, api udah dekat rumah saya,” katanya.
Dian menyebut kebakaran diduga bermula dari rumah yang dikoskan di kawasan tersebut.
Ia menyebut sumber api berasal dari masalah kelistrikan di rumah itu.
“Dari korsleting listrik dari rumah yang kosan itu,” ujar Dian. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)