Demokrat Tak Beri Sanksi ke Kader yang Membelot ke Jokowi

Reza Gunadha

Minggu, 09 September 2018 | 15:07 WIB
Demokrat Tak Beri Sanksi ke Kader yang Membelot ke Jokowi
Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe pakai sendal jepit saat dilantik di Istana Kepresidenan. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat tampak menyilakan kadernya yang ingin membelot dari Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ke kubu Jokowi – Maruf Amin pada musim Pilpres 2019.

Pasalnya, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan tak bakal memberi sanksi kepada kader yang tak mengikuti garis politik DPP dalam Pilpres 2019, yakni mendukung bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo – Sandiaga.

Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe, adalah salah satu kader partai Demokrat yang tidak menjalankan keputusan partai.

Lukas yang juga Gubernur Papua itu secara tegas menyatakan  mendukung Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019, dan tidak mau mendukung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno.

"Tidak ada sanksi (untuk kader yang dukung Jokowi). Saya sudah jelaskan barusan, ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).

Ia menjelaskan, ada sejumlah kader Partai Demokrat di daerah menginginkan berkoalisi dengan partai-partai pendukung Jokowi – Maruf Amin.

Selain DPD Partai Demokrat Papua, DPD Demokrat di Sulawesi Utara juga akan mendapatkan dispensasi khusus karena mendukung Jokowi.

Partai Demokrat, kata Ferdinand, tidak ingin kadernya di daerah kehilangan suara pemilih saat Pemilu 2019 karena harus mengikuti keputusan partai soal pilpres.

"Seperti di Papua, 92 persen (kader) menginginkan koalisi dengan Jokowi, kami hormati itu. Kami tak mau juga kader kami di sana yang menjadi caleg tak terpilih. Karena garis politiknya harus utuh, jadi ada dispensasi," kata dia.

baca juga

Tetapi, Ferdinand tidak menjelaskan lebih jauh dispensasi yang dimaksud. Ia ingin keputusan partai nantinya tidak berdampak pada dukungan ke pasangan Prabowo – Sandiaga Uno.

"Nanti akan kami pikirkan formulanya tanpa meninggalkan dukungan ke Prabowo sebagai capres," kata dia. [Dwi Bowo Rahardjo]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membelot ke Jokowi, 4 DPD Partai Demokrat Tak Diberi Sanksi

Membelot ke Jokowi, 4 DPD Partai Demokrat Tak Diberi Sanksi

News | Minggu, 09 September 2018 | 14:21 WIB

SBY Ultah ke-69 Hari Ini, Petinggi Demokrat Kumpul di Kuningan

SBY Ultah ke-69 Hari Ini, Petinggi Demokrat Kumpul di Kuningan

News | Minggu, 09 September 2018 | 14:05 WIB

Roy Suryo Kabur saat Lihat Wartawan di Rumah SBY

Roy Suryo Kabur saat Lihat Wartawan di Rumah SBY

News | Minggu, 09 September 2018 | 14:00 WIB

Jejaring Bisnis Erick Thohir, Ujung Tombak Tim Jokowi - Ma'ruf

Jejaring Bisnis Erick Thohir, Ujung Tombak Tim Jokowi - Ma'ruf

News | Minggu, 09 September 2018 | 13:47 WIB

Bahas Ekonomi Global, Jokowi Bertolak ke Korea Selatan

Bahas Ekonomi Global, Jokowi Bertolak ke Korea Selatan

News | Minggu, 09 September 2018 | 13:39 WIB

Terkini

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:25 WIB

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:24 WIB

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:22 WIB

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:20 WIB

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:19 WIB

12 Penerbangan Eropa Diancam Bom Beruntun, 2 Pesawat Terpaksa Alihkan Rute

12 Penerbangan Eropa Diancam Bom Beruntun, 2 Pesawat Terpaksa Alihkan Rute

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:17 WIB

Bikin Jerawat Cepat Kempes, Cek 5 Pilihan Acne Spot Gel di Bawah Rp50 Ribu

Bikin Jerawat Cepat Kempes, Cek 5 Pilihan Acne Spot Gel di Bawah Rp50 Ribu

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:15 WIB

×