Kader Dukung Jokowi Tak Disanksi, Partai Demokrat Main Dua Kaki?

Bangun Santoso

Senin, 10 September 2018 | 08:21 WIB
Kader Dukung Jokowi Tak Disanksi, Partai Demokrat Main Dua Kaki?
Deddy Mizwar mengaku rapat bersama Ma'ruf Amin membahas soal rencana dirinya menjadi juru bicara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Kontestasi politik jelang pemilihan presiden (pilpres) 2018 makin kencang saja. Sejumlah tokoh partai terang-terangan menyuarakan dukungannya. Bahkan di antaranya justru berseberangan dengan suara partai. Salah satunya adalah sejumlah kader Partai Demokrat.

Di Pilpres 2019, Partai Demokrat sudah memastikan diri untuk mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Di bawah komando Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Partai Demokrat berkoalisi dengan Gerindra, PKS dan PAN untuk melawan kubu pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

Namun, sejumlah kader Demokrat justru membelot dan memilih untuk mendukung sang petahana, Jokowi. Sebut saja Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe. Ia memilih tidak mengindahkan keputusan partai dan memilih untuk mendukung Jokowi.

Lukas Enembe terang-terangan memberikan dukungannya kepada Jokowi usai dirinya dilantik sebagai Gubernur Papua di Istana Negara. Bahkan Lukas mengaku tidak gentar apabila dukungannya itu menuai sanksi dari Partai Demokrat.

"Saya pendukung utama Jokowi, tidak ada urusan dengan partai, kalau (mau menjatuhkan) sanksi silakan saja," tegas Lukas seperti dilansir dari Antara.

"Jokowi itu harga mati 100 persen, kami akan fokus kasih suara kepada Jokowi, tidak ada yang lain, seluruh rakyat Papua. Harga mati bungkus, 3.000.000 suara kasih semua kepada Jokowi," sambung Lukas.

Kemudian ada Deddy Mizwar. Kader potensial Partai Demokrat ini juga memilih mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia bahkan didapuk sebagai salah satu juru bicara Jokowi saat masa kampanye nanti.

"Saya sendiri baru belajar bicara disuruh jadi jubir. Tadi saya minta arahan dan mendengar pemikiran beliau (Ma'ruf Amin) tentang arus baru ekonomi Indonesia," kata Deddy Mizwar saat berada di posko Cemara dan bertemu dengan Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu.

Selain Lukas Enembe dan Deddy Mizwar terlebih dahulu ada nama Tuan Guru Bajang (TGB). Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu memilih mundur dari Partai Demokrat dan beralih untuk mendukung Jokowi. Namun TGB menegaskan apabila keputusannya mundur dari Demokrat tak ada kaitannya dengan dukungannya ke Jokowi.

baca juga

Lantas, bagaimana sikap Partai Demokrat? Adanya kader yang memilih untuk mendukung Jokowi apakah karena Demokrat main 'dua kaki'?

Meski belum terkonfirmasi secara pasti, nyatanya hingga kini tak ada sanksi yang diberikan kepada kader Partai Demokrat yang berseberangan dengan keputusan partai. Bahkan Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen memastikan tidak ada sanksi bagi kader Partai Demokrat yang sudah jelas-jelas memberikan dukungannya kepada Jokowi.

"Tidak ada sanksi (untuk kader yang dukung Jokowi). Saya sudah jelaskan barusan, ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus," ujar Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).

Ia menjelaskan, ada sejumlah kader Partai Demokrat di daerah menginginkan berkoalisi dengan partai-partai pendukung Jokowi – Maruf Amin.

Selain DPD Partai Demokrat Papua, DPD Demokrat di Sulawesi Utara juga akan mendapatkan dispensasi khusus karena mendukung Jokowi.

Partai Demokrat, kata Ferdinand, tidak ingin kadernya di daerah kehilangan suara pemilih saat Pemilu 2019 karena harus mengikuti keputusan partai soal pilpres.

"Seperti di Papua, 92 persen (kader) menginginkan koalisi dengan Jokowi, kami hormati itu. Kami tak mau juga kader kami di sana yang menjadi caleg tak terpilih. Karena garis politiknya harus utuh, jadi ada dispensasi," kata dia.

Tetapi, Ferdinand tidak menjelaskan lebih jauh dispensasi yang dimaksud. Ia ingin keputusan partai nantinya tidak berdampak pada dukungan ke pasangan Prabowo – Sandiaga Uno.

"Nanti akan kami pikirkan formulanya tanpa meninggalkan dukungan ke Prabowo sebagai capres," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal 3.226 Aset Negara, Roy Suryo Bertemu Kemenpora Hari Ini

Soal 3.226 Aset Negara, Roy Suryo Bertemu Kemenpora Hari Ini

News | Senin, 10 September 2018 | 07:29 WIB

Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Strategi Prabowo

Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Strategi Prabowo

News | Senin, 10 September 2018 | 04:33 WIB

Sandiaga Uno: Erick Thohir Sahabat Kecil Saya

Sandiaga Uno: Erick Thohir Sahabat Kecil Saya

News | Senin, 10 September 2018 | 05:31 WIB

Sandiaga Pahami Kader Demokrat Membelot Dukung Jokowi

Sandiaga Pahami Kader Demokrat Membelot Dukung Jokowi

News | Senin, 10 September 2018 | 05:03 WIB

Sekjen PKB Sebut Alasan Gubernur Asal Demokrat Dukung Jokowi

Sekjen PKB Sebut Alasan Gubernur Asal Demokrat Dukung Jokowi

News | Senin, 10 September 2018 | 04:00 WIB

Terkini

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi

Sulsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:31 WIB

3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape

3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran

Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah

Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus

Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:20 WIB

×