Melahirkan di Kolong Jembatan, Wati Kini Dirawat di Panti Sosial

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Senin, 10 September 2018 | 12:41 WIB
Melahirkan di Kolong Jembatan, Wati Kini Dirawat di Panti Sosial
Wati dan bayi mungilnya kini dirawat di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1 Kedoya usai melahirkan sendirian di bawah kolong jalan layang Rawabuaya, Cengkareng pada Minggu (9/9/2018). (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Seorang perempuan tunawisma yang terindentifikasi bernama Wati, melahirkan seorang bayi laki-laki di kolong jalan layang Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Ketika dievakuasi oleh tim Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Minggu (9/9/2018) Wati dan bayinya tersebut dalam kondisi lemas.

Saat ini, Wati dan bayinya berada di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1 Kedoya, Jalan Puri Kembangan Nomor 100, Kembangan, Jakarta Barat. Wanita 39 tahun dan bayinya tersebut berada di panti sosial guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Panti Sosial PSBI Bangun Daya 1 Kedoya, Masyudi mengatakan, Wati dan bayi laki-lakinya yang diberi nama Andi Sadeli tersebut tiba di panti sekitar pukul 15.31 WIB pada Minggu (9/9/2018). Dari informasi yang dihimpun, diketahui Wati merupakan seorang tunawisma dan mengalami sedikit gangguan kejiwaan.

"Kita terima, namanya Wati. Nama anaknya Andi Sadeli. Kebetulan hasil penyidikan teman-teman namanya ngakunya Wati, lahir di Wonosobo, 2 Agustus 1979," kata Masyudi di Kantor PSBI Bangun Daya 1 Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Masyudi mengatakan, pihaknya masih mendalami kondisi kejiwaan Wati guna mendapat info lebih lanjut. Diketahui, Andi Sadeli merupakan anak Wati yang ke-7.

"Ibu ini terlihat seperti gelandangan. Saya masih proses assessment kondisi kejiwaannya tidak stabil. Kita tanya selalu kaya tidak nyambung. Kemudian info terkait dia melahirkan sendiri ini merupakan yang ke-7," jelasnya.

Menurut dia, Wati dan putranya kini ditempatkan di ruangan khusus. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kondisi Andi Sadeli yang sebelumnya diketahui hanya tidur beralaskan kardus tanpa selimut.

"Di panti kami, kita masukkan ke panti khusus juga. Khusus dalam artian memang dalam proses ini harusnya di RS karena baru melahirkan. Tapi kelihatan dari fisik si ibu, bagus dan sehat. Tadi juga saya lihat dia jalan-jalan, mandi biasa saja. Mungkin sudah melahirkan yang ke-7," tutur Masyudi.

Sebelumnya pada Minggu (9/8/2018) pagi, Koordiantor P3S, Amir mendapat informasi dari pedangan asongan mengenai Wati yang melahirkan di kolong jembatang layang Rawabuaya.

"Kami langsung ke lokasi. Awalnya, ibu itu tidak mau dievakuasi. Dia malah marah-marah, agaknya stres, masih down, karena melahirkan sendirian. Anaknya juga semalaman tidur tanpa selimut. Tidak ada selimut. Bayinya cuma ditidurkan beralaskan kardus," jelasnya.

Amir menuturkan, tim P3S sempat kesulitan karena Wati berkeras tak mau dibawa ke mana-mana. Akhirnya, setelah dijelaskan oleh tim P3S bahwa mereka ingin menyelamatkan Wati dan bayi mungilnya, proses evakuasi berhasil dilakukan.

Wati dan bayinya langsung dibawa ke RSUD Cengkareng. Berdasarkan keterangan tim dokter, Wati dan bayinya dalam kondisi sehat, hanya lemas karena tak memunyai asupan makanan.

"Jam 14.00 WIB tadi, tim dokter membolehkan mereka rawat jalan, akhirnya kami tempatkan ke panti di Kedoya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petaka Jadi Istri Siri, Sekali Ketemu Malah Dianiaya Suami

Petaka Jadi Istri Siri, Sekali Ketemu Malah Dianiaya Suami

News | Senin, 10 September 2018 | 10:30 WIB

Wati Sendirian Lahirkan Bayi di Kolong Jalan Layang Rawabuaya

Wati Sendirian Lahirkan Bayi di Kolong Jalan Layang Rawabuaya

News | Minggu, 09 September 2018 | 18:48 WIB

Kisah Rayyan, Bayi Asal Depok yang Terlahir Tanpa Anus

Kisah Rayyan, Bayi Asal Depok yang Terlahir Tanpa Anus

Health | Minggu, 09 September 2018 | 18:30 WIB

Sebelum Memijat bayi, Perhatikan Hal Penting Ini

Sebelum Memijat bayi, Perhatikan Hal Penting Ini

Health | Minggu, 09 September 2018 | 14:13 WIB

Salah Penanganan Bisa Bahaya, Ini Cara Merawat Kulit Bayi

Salah Penanganan Bisa Bahaya, Ini Cara Merawat Kulit Bayi

Health | Kamis, 06 September 2018 | 08:51 WIB

Terkini

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:18 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:25 WIB