Bantah Melakukan Kampanye, Sandiaga: Tidak Mengajak Pilih Siapa

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 11 September 2018 | 19:56 WIB
Bantah Melakukan Kampanye, Sandiaga: Tidak Mengajak Pilih Siapa
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menghadiri diskusi publik bertajuk #2019DemokrasiSejuk di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno membantah sudah melakukan kampanye di acara diskusi publik bertajuk #2019DemokrasiSejuk di Aula Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2019).

Menurut Sandiaga, dalam diskusi publik tersebut dirinya tak mengajak warga untuk memilih salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

"Kita demokrasi sejuk, apa yang betul aspirasi masyarakat, kita tidak mengajak pilih siapa. Kalau kampanye demokrasi sejuk tidak boleh, dipertanyakan diri sendiri," ujar Sandiaga saat menghadiri acara diskusi publik #2019DemokrasiSejuk.

Ia pun menyambut baik kegiatan diskusi yang mengangkat topik ekonomi dan antusiasme kaum emak-emak yang hadir dari berbagai daerah .

"Topik kita angkat kembali kepada ekonomi lapangan pekerjaan, antusiasme emak-emak tadi hadir dari NTB dan Sulawesi," kata dia.

Mantan Wali Gubernur DKI Jakarta ini kemudian berharap Pilpres tahun depan berlangsung damai dan tidak saling menyerang satu sama lain.

"Kita launching komunitas Indonesia tersenyum yang mengusung tagline 2019DemokrasiSejuk. Kita ingin demokrasi yang sesuai harapan masyarakat," kata dia.

"Big data mayoritas masyarakat kita ingin demokrasi sejuk teduh tidak saling menyerang dan menjatuhkan," Sandiaga menambahkan.

Lebih lanjut, Sandiaga berharap masyarakat tidak terpecah belah meski berbeda pilihan politik saat masa Pilpres 2019.

Sandiaga kemudian mengajak masyarakat untuk menggunakan momen berpelukan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengingat agar tak memancing keributan. Ia menyebut hal tersebut sebagai Teletubbies efek.

"Saya berharap Indonesia stabil, tidak terpecah belah dan harus berpelukan, yakni Teletubbies effect. Kami ingin tidak terpecah belah, walaupun pilihan politik berbeda," katanya.

Tak hanya itu, Sandiaga menyebut modal utama yang dibutuhkan dalam berdemokrasi adalah akhlak baik serta sikap saling tolong menolong.

"Its about people (ini semua tentang rakyat). Jadi kita bicara manusia kuncinya adalah akhlak. Terus bersikap cool (kalem) dan saling bergotong royong," kata dia.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komite Indonesia Tersenyum Ivan Andy. Ivan menuturkan pesta demokrasi kekinian harus mengedepankan demokrasi yang sejuk dan tidak saling menyerang serta idak saling perang berita bohong atau hoaks.

"Zamannya (pesta demokrasi) damai, sejuk alias cool, jangan lagi berkelahi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disinggung Wasekjen Demokrat, Sandiaga: Ciptakan Demokrasi Sejuk

Disinggung Wasekjen Demokrat, Sandiaga: Ciptakan Demokrasi Sejuk

News | Selasa, 11 September 2018 | 19:07 WIB

Sandiaga Tawarkan Yenny Wahid Jadi Manajer Kampanye, Mau?

Sandiaga Tawarkan Yenny Wahid Jadi Manajer Kampanye, Mau?

News | Selasa, 11 September 2018 | 15:47 WIB

Mampir ke Tak Kie dan Ko Tang, Sandiaga Ikuti Jejak Jokowi

Mampir ke Tak Kie dan Ko Tang, Sandiaga Ikuti Jejak Jokowi

News | Selasa, 11 September 2018 | 12:47 WIB

Asal-usul Tempe Setipis Kartu ATM, Sandiaga Ungkap Sosok Bu Yuli

Asal-usul Tempe Setipis Kartu ATM, Sandiaga Ungkap Sosok Bu Yuli

News | Selasa, 11 September 2018 | 12:16 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB