Jokowi - Ma'ruf Amin Dekati Nisa Sabyan untuk Simpatik Milenial

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 14 September 2018 | 17:57 WIB
Jokowi - Ma'ruf Amin Dekati Nisa Sabyan untuk Simpatik Milenial
Presiden RI Joko Widodo berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Dunia ASEAN di Convention Center, di Hanoi, Vietnam, Selasa (12/9/2018) (Foto: ANTARA/REUTERS/Kham)

Suara.com - Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Maruf Amin memiliki pendekatan khusus dalam meraup suara pemilih milenial. Wakil Ketua TKN Jokowi dan Maruf Amin, Arsul Sani mengatakan salah satu pendekatan dengan menggaet suara milenial yakni saat kampanye nanti akan menggundang Nisa Sabyan Gambus.

Sabyan Gambus merupakan salah satu grup musik gambus yang digawangi vokalis Nisa Sabyan yang tengah naik daun.

Sebab kata Arsul, kubu pasangan calon presiden Prabowo Subianto - calon waki presiden Sandiaga Uno kemungkinan akan mengundang penyanyi dangdut Via Vallen yang juga tengah naik daun.

"Kita kalau ngundang grup musik beda-beda. Kalau yang ini ya Nisa Sabyan ada lagi siapa itu, yang sono macam Via Vallen," ujar Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Arsul menuturkan pihaknya melakukan pendekatan yang berbeda-beda kepada pemilih milenial. Sebab kata Arsul ada perbedaan pendekatan kepada pemilih milenial baik berdasarkan demografi maupun berdasarkan keagamaan

"Nah tentu strategi kususnya pasti ada, tapi strategi ini kan tidak bisa khusus itu kemudian diberlakukan kepada pemilih milenial. Karena dari sisi demografi saja pemilih milenial yang diperkotaan dan di luar perkotaan yang diluar pedesaan saja, kan ada perbedaan terus dari sisi katakanlah demografi keagaamaan dari sisi santri ada yang bukan santri ada yang agamis ada yang biasa-biasa saja walaupun kita nggak boleh bilang sekuler itu kan juga memerlukan pendekatan yang berbeda beda," ucap Arsul.

Karena itu ia meyakini pendekatan kepada pemilih milenial akan dilakukan oleh TKN ataupun masing-masing partai untuk meraih suara di Pilpres ataupun di Pemilihan Legislatif.

"Nah saya kira pasti itu dengan sendirinya akan diaddress dengan cara yang berbeda -beda, tidak hanya oleh TKN tapi masing-masing partai. Karena bagaimana pun dengan pemilu serentak itu tentu kemudian masing-masing partai akan menggunakan pendekatan dalam meraih suara dari pemilih milenial di pileg itu kan sekaligus untuk pilpres juga," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Sudah Bentuk Timses di 24 Provinsi

Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Sudah Bentuk Timses di 24 Provinsi

News | Jum'at, 14 September 2018 | 17:34 WIB

Iklan Jokowi di Bioskop, Prabowo - Sandiaga Diminta Pamer OK OCE

Iklan Jokowi di Bioskop, Prabowo - Sandiaga Diminta Pamer OK OCE

News | Jum'at, 14 September 2018 | 15:31 WIB

Debat Capres Bahasa Inggris, Kubu Jokowi Ingin Tes Alquran

Debat Capres Bahasa Inggris, Kubu Jokowi Ingin Tes Alquran

News | Jum'at, 14 September 2018 | 14:33 WIB

Sebelum Memilih Jokowi atau Prabowo, Yenny Wahid Akan Lakukan Ini

Sebelum Memilih Jokowi atau Prabowo, Yenny Wahid Akan Lakukan Ini

News | Jum'at, 14 September 2018 | 14:30 WIB

Tim Prabowo Usul Debat Bahasa Inggris, Tim Jokowi: Jangan genit

Tim Prabowo Usul Debat Bahasa Inggris, Tim Jokowi: Jangan genit

News | Jum'at, 14 September 2018 | 13:12 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB