Soal Temuan Sel Penjara Setnov, Kemenkumham Dinilai Gagal

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Senin, 17 September 2018 | 12:24 WIB
Soal Temuan Sel Penjara Setnov, Kemenkumham Dinilai Gagal
Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/4).

Suara.com - Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto atau Setnov kembali menjadi sorotan. Kali ini usai Ombudsman RI menggelar inspeksi mendadak atau sidak ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (13/9/3018).

Dari sidak itu, Ombudsman RI menemukan kejanggalan. Sebab, ruang sel penjara atau tahanan terlihat lebih mewah dan luas dibanding sel tahanan lain. Ruang penjaran Setnov bahkan dilapisi kayu plywood.

Tak hanya itu, ditemukan juga sejumlah fasilitas lain seperti toilet duduk, kasur, selimut dan meja makan. Temuan itu menurut Ombudsman berbeda dengan napi-napi yang lain di Lapas Sukamiskin.

Terkait hal itu, peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum UGM (PUKAT UGM), Zaenur Rohman mengatakan, temuan Ombudsman itu membuktikan adanya perbedaan perlakuan di Lapas Sukamiskin terhadap narapidana kasus korupsi dengan napi lainnya.

"Dalam kamar Setnov menunjukkan adanya perbedaan perlakuan narapidana korupsi," kata Zaenur saat dikonfirmasi, Senin (17/9/2018).

Menurut dia, belum lama ini di Lapas Sukamiskin juga baru dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Bahkan Kalapas Sukamiskin saat itu yakni Wahid Husein ikut terjaring OTT atas dugaan korupsi pemberian fasilitas mewah bagi sejumlah narapidana.

"Jadi bisa kita lihat hingga sekarang, tidak ada perubahan di lapas. Ini menunjukkan Kemenkumham gagal memperbaiki lapas untuk kesekian kalinya," ucap Zaenur.

Zaenur menegaskan budaya tersebut tak akan berubah bila tak ada komitmen dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham dalam membenahi mental buruk jajarannya.

Zaenur berharap KPK juga fokus membidik kepada penerima maupun pemberi suap fasilitas mewah di setiap lembaga permasyarakatan.

baca juga

“Untuk, Menkumham yang saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi melakukan perubahan di lapas. Harapan saya, KPK terus memasang telinga, agar suap kepada sipir untuk memperoleh fasilitas tidak terus menjadi kebiasaan,” imbuh Zaenur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalapas Sukamiskin Ungkap Alasan Penjara Setnov Lebih Luas

Kalapas Sukamiskin Ungkap Alasan Penjara Setnov Lebih Luas

News | Senin, 17 September 2018 | 07:45 WIB

Selain Setnov, Nazaruddin Juga Tempati Penjara Luas Sukamiskin

Selain Setnov, Nazaruddin Juga Tempati Penjara Luas Sukamiskin

News | Minggu, 16 September 2018 | 13:36 WIB

Bingung, Kenapa Penjara Setnov Lebih Luas 2 Kali Lipat dan Bagus?

Bingung, Kenapa Penjara Setnov Lebih Luas 2 Kali Lipat dan Bagus?

News | Minggu, 16 September 2018 | 09:34 WIB

Marak Penjara Mewah, Yasonna Laoly Dinilai Gagal

Marak Penjara Mewah, Yasonna Laoly Dinilai Gagal

News | Sabtu, 15 September 2018 | 20:14 WIB

Hukuman Ringan, Setnov Minta Eni Terbuka soal Korupsi PLTU Riau-1

Hukuman Ringan, Setnov Minta Eni Terbuka soal Korupsi PLTU Riau-1

News | Jum'at, 14 September 2018 | 15:58 WIB

Terkini

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:10 WIB

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:08 WIB

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:05 WIB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Video | Rabu, 04 November 2026 | 20:00 WIB

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

Kodam Jaya Benarkan Prajurit dari Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Pasukan Masih Standby

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:57 WIB

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

PNM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Bagi Perempuan Prasejahtera Lewat KPPS

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:55 WIB

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

×