alexametrics

Miris, Sampah Sungai di Jakarta Capai 400 Ton Setiap Hari

Bangun Santoso | Chyntia Sami Bhayangkara
Miris, Sampah Sungai di Jakarta Capai 400 Ton Setiap Hari
Ilustrasi petugas membersihkan sampah di kolong Jalan Tol Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (24/4).

Dalam sehari, total produksi sampah di Jakarta mencapai 7.000 ton

Suara.com - Tenaga kebersihan atau bisa disebut pasukan oranye Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta berhasil mengumpulkan sebanyak 400 ton sampah setiap harinya. Sampah-sampah itu didapat dari belasan sungai yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adjie mengatakan, dalam sehari pasukan oranye yang bertugas mengangkut sampah bisa mengumpulkan ratusan ton sampah di aliran sungai. Sampah itu didominasi oleh sampah jenis plastik yang sulit didaur ulang.

"Kalau sungai berat sampah, di sungai rata-rata 300 hingga 400 ton perhari, kalau hujan wah lebih parah. Jakarta keseluruhan saja sehari 7.000 ton sampah. Paling banyak mendominasi sampah plastik memang," kata Isnawa saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Isnawa menjelaskan, sedikitnya ada 4.000 petugas oranye yang bertugas untuk mengangkut ratusan ton sampah yang tersebar 13 sungai besar, 77 waduk dan ribuan saluran penghubung di Jakarta. Mereka bekerja mengangkut sampah selama 8 jam setiap harinya.

Baca Juga: Ijtimak Ulama Dukung Prabowo, Ma'ruf Amin: Sama-sama Ngaku Ulama

Menurut Isnawa, kuantitas sampah yang diangkut tiap harinya sudah mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu lantaran tingkat kepedulian masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai sudah mulai meningkat.

Meski demikian, tak sedikit pula masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai masih membandel buang sampah ke sungai. Menurut Isnawa, pihaknya pernah menyediakan karung untuk tempat pembuangan sampah namun seringkali tak digunakan oleh masyarakat.

"Malah hilang karungnya, atau ya tetap saja buangnya ke sungai, seperti itu masih ada. Tapi sekarang lebih baik, sebelum saya jadi kepala dinas pada era Gubernur Foke (Fauzi Bowo)," imbuh dia.