Pengakuan Mengejutkan Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar

Bangun Santoso

Rabu, 19 September 2018 | 10:32 WIB
Pengakuan Mengejutkan Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar
Ibu angkat penyekap 3 bocah malang di Makassar ternyata pernah dipolisikan. (Suara.com/Lirzam Wahid)

Suara.com - Meilania Detaly Dasilva alias Memey alias Acci telah resmi dijadikan tersangka oleh Polrestabes Makassar kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak sejak Selasa (18/9/2018) kemarin. Ibu muda berumur 31 tahun itu diduga kuat sebagai pelaku penyekapan dan kekerasan terhadap tiga bocah yang juga anak angkatnya.

Sejak resmi menjadi tersangka, Memey selalu membantah apabila ia adalah pelaku kekerasan terhadap bocah Ow alias A (11), Us alias F (5) dan Df alias D (2,5). Kepada polisi, perempuan berambut pirang itu justru mengaku pelaku kekerasan adalah anak tertua yakni Ow.

Namun pengakuan tersebut terbantahkan. Sebab, baik di tubuh Ow, Us dan Df terdapat banyak bekas luka. Baik luka pukulan benda tumpul hingga bekas sundutan yang diduga berasal dari api rokok.

Tak hanya membantah sebagai pelaku, Memey bahkan mengaku apabila dua anak angkatnya yakni Ow dan Us adalah anak kandungnya sendiri. Sementara yang paling kecil yakni Df adalah anak orang lain yang sudah dirawatnya sejak belajar berjalan.

Hanya saja, saat diminta polisi membuktikan pengakuannya dengan menunjukkan bukti akte lahir maupun bukti lainnya, Memey tidak bisa menunjukan. Bahkan, keberadaan suami Memey juga masih misterius.

Keraguan polisi akan pengakuan Memey makin kuat, karena hal itu juga dibantah oleh anak tertua Ow.

Tes DNA

eilania Detaly Dasilva alias Memey alias Acci, perempuan berambut panjang yang diduga pelaku penyekapan dan penganiayaan tiga bocah kakak beradik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya ditangkap polisi, Senin (17/9/2018) sore. [Suara.com/Lirzam Wahid]
eilania Detaly Dasilva alias Memey alias Acci, perempuan berambut panjang yang diduga pelaku penyekapan dan penganiayaan tiga bocah kakak beradik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya ditangkap polisi, Senin (17/9/2018) sore. [Suara.com/Lirzam Wahid]

Untuk membuktikan pengakuan Memey itu serta membuktikan ada tidaknya hubungan darah antara Memey dengan tiga bocah tersebut, penyidik Unit PPA Polrestabes Makassar barencana melakukan tes DNA. Tes DNA itu rencananya bakal dilakukan Rabu (19/9/2018) hari ini.

"Dia (Memey) mengakui jika anak yang pertama dan yang kedua adalah anak kandungnya. Sementara yang ketiga bukan. Kami akan memastikan itu dengan melakukan tes DNA," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono kepada Suara.com di Makassar, Rabu (19/9/2018).

baca juga

Sementara itu, saat ditemui di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, bocah Ow mengaku hanya diasuh oleh Memey sejak berusia enam tahun.

"Dari umur 6 tahun saya ikut. Sebelumnya saya ikut di omanya mami Mey (Memey)," kata Ow.

Ow juga membantah sebagai saudara kandung dari dua bocah lainnya yakni Us dan Df. Sama seperti dirinya, Us hanya anak angkat yang dirawat Memey sejak baru belajar berjalan. Sementara si kecil Df merupakan anak dari perempuan yang juga mantan pembantu Memey.

"Bukan adik saya, anaknya mami Sinta," ucap Ow saat ditanya hubungannya dengan Df.

Kontributor : Lirzam Wahid

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Angkat Penganiaya 3 Bocah di Makassar Resmi Jadi Tersangka

Ibu Angkat Penganiaya 3 Bocah di Makassar Resmi Jadi Tersangka

News | Selasa, 18 September 2018 | 17:53 WIB

Disekap Ibu Bersama 6 Anjing, Kesehatan Balita Us Menurun

Disekap Ibu Bersama 6 Anjing, Kesehatan Balita Us Menurun

News | Selasa, 18 September 2018 | 16:56 WIB

Ibu Angkat Penyekap Tiga Bocah Kakak Beradik Ditangkap Polisi

Ibu Angkat Penyekap Tiga Bocah Kakak Beradik Ditangkap Polisi

News | Senin, 17 September 2018 | 16:58 WIB

Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar Pernah Dipolisikan

Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar Pernah Dipolisikan

News | Senin, 17 September 2018 | 14:20 WIB

Disekap Ibu Angkat, 2 Balita Selamat Tapi Sang Kakak Hilang

Disekap Ibu Angkat, 2 Balita Selamat Tapi Sang Kakak Hilang

News | Senin, 17 September 2018 | 13:18 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×