Prabowo: Saya Pernah Diejek dan Ditertawakan, Belum Ditembak

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 22 September 2018 | 19:56 WIB
Prabowo: Saya Pernah Diejek dan Ditertawakan, Belum Ditembak
Calon presiden Prabowo Subianto (kiri), saat menghadiri deklarasi 300 purnawirawan jenderal terhadap pasangan nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo-Sandiaga, di Hotel Sari Pan Pasific, Thamrin, Jakarta, Sabtu (22/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengakui pernah diejek dan ditertawakan oleh pihak lain, lantaran menyebut adanya kerugian negara Rp 1.000 Triliun.

Hal ini dikatakan Prabowo saat menjadi pembicara bedah buku karyanya yang berjudul ”Paradoks Indonesia” di depan 300 Purnawirawan Jenderal.

"Waktu saya bicara kebocoran Rp 1.000 Triliun yang saya hitung, waktu itu saya diejek, saya ditertawakan, tapi saya tidak gentar, baru ditertawakan, belum ditembak oleh musuh, kan begitu," ujar Prabowo di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Namun, data kerugian negara yang disampaikan Prabowo melalui bukunya justru lebih kecil dibandingkan data yang disampaikan pemerintah saat ini.

Ia mencontohkan, pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di media massa bahwa ada kerugian negara sebesar Rp 2.000 Triliun -Rp 3.000 Triliun akibat tindak pencurian ikan.

"Ternyata banyak menteri dari pemerintah sekarang mengatakan, malah lebih dari saya, Ibu Susi mungkin sebentar lagi kena diganti, beliau ini jawabannya kurang enak. Jadi beliau mengatakan kerugiaan negara Rp 2.000 Triliun, sampai Rp 3.000 Triliun," kata dia.

Tak hanya itu, Prabowo kembali mencontohkan pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang menyebut ekonomi bocor karena devisa tidak kembali.

Kata Prabowo, data yang disampaikannya perihal kerugian negara sudah dibenarkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui pernyataan menteri-menteri.

"Pak Darmin sendiri mengatakan, ada ekonomi bocor karena devisa tidak kembali, berarti kan benar, aliran kekayaan keluar. Jadi saudara, jadi buku saya sudah dibenarkan pemerintah," kata dia.

baca juga

Lebih lanjut, capres pasangan calon wakil presiden Sandiaga Uno itu menyebut ada ketidakadilan di pemerintahan saat ini. Ia mencontohkan lemahnya Rupiah terhadap nilai tukar Dolar Amerika Serikat.

"Intinya adalah yang terjadi adalah ketidakadilan. Ketidakadilan mengakibatkan bangsa kita lemah, tidak bersaing, dibuktikan oleh mata uang kita rupiah yang melemah, mata uang yang lemah adalah cermin ekonomi yang lemah, kalau ekonomi kuat mata uang kita kuat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Didukung 300 Purnawirawan Jenderal, Prabowo : Ini Penugasan

Didukung 300 Purnawirawan Jenderal, Prabowo : Ini Penugasan

News | Sabtu, 22 September 2018 | 18:55 WIB

Sandiaga Uno Didemo Mahasiswa, Ditolak Masuk ke Kampus UMS

Sandiaga Uno Didemo Mahasiswa, Ditolak Masuk ke Kampus UMS

News | Sabtu, 22 September 2018 | 18:45 WIB

Bedah Bukunya, Prabowo: Ekonomi Indonesia Menyimpang dari UUD 45

Bedah Bukunya, Prabowo: Ekonomi Indonesia Menyimpang dari UUD 45

News | Sabtu, 22 September 2018 | 16:26 WIB

Sandiaga Uno Duduk Bareng Cewek Muda Makan Soto di Pinggir Jalan

Sandiaga Uno Duduk Bareng Cewek Muda Makan Soto di Pinggir Jalan

News | Sabtu, 22 September 2018 | 16:13 WIB

Prabowo: Kalian Menunggu Saya Menyapa Titiek Soeharto kan

Prabowo: Kalian Menunggu Saya Menyapa Titiek Soeharto kan

News | Sabtu, 22 September 2018 | 14:43 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×