Temui Jokowi, IDI Kasih Masukan Pelayanan Kesehatan Era Digital

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 24 September 2018 | 13:49 WIB
Temui Jokowi, IDI Kasih Masukan Pelayanan Kesehatan Era Digital
Ketua Umun IDI Ilham Oetana Marsis. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Pimpinan Ikatan Dokter Indonesia menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/9/2018). Dalam pertemuan ini, Ketua Umun IDI Ilham Oetana Marsis mengatakan banyak hal yang dibahas IDI dengan Preisden Jokowi.

Pertama, Ilhan mengundang Jokowi untuk hadir ke Muktamar IDI yang ke-30 di Samarinda.

"Tentunya kami mengundang beliau dan beliau menyatakan kesediannya akan datang di Muktamar karena kita harapkan ada keynote speaker, atau sebagai arahan apa yang akan kita lakukan menurut guidance dari mereka, terutama tentang masalah yang terkait kedokteran," ujar Ilham seusai pertemuan.

Kedua, IDI juga menyampaikan konsep pendidikan kedokteran ke depan. Menurutnya, dunia pendidikan kedokteran saat ini sudah berubah.

"Beberapa negara sudah mengubah pola pendidikan yang dapat menjawab yang hartus dilakukan untuk akselerasi dalam diagnostik, terapi," kata dia.

Rencana revisi UU Pendidikan Kedokteran juga disampaikan IDI ke Jokowi. Usulan revisi ini sudah disampaikan IDI ke DPR dua tahun lalu.

"Semula masuk prolegnas long list, pada 2018 masuk short list. tahapannya, sudah diterima sepenuhnya oleh komisi baleg DPR, dan hari ini kurang lebih jam 10 akan masuk bahasan bamus DPR, bilamana diterima, tentu akan dibawa dalam rapat paripurna," katanya.

Ilham selanjutnya memberikan contoh revisi UU Pendidikan Kedokteran yang harus dibahas. Yakni bidang bio informasi dan bio engineering. Ia mengatakan kalau bidang tersebut dimasukan maka konsep Indonesia sama dengan negara maju.

"Contohnya, pengobatan terapi kanker. Kalau kita ngomong tentang stem cell, itu sudah masa lalu di negara-negara barat. yang tentunya kita lihat sekarang sudah dengan celular treatment, genetika, dan pengobatan dengan virus," ucap dia.

baca juga

Pada poin ketiga, IDI dan Presiden Jokowi membahas tentang pelayanan kesehatan ke depan. Ilham menjelaskan, dengan era digital masalah kesehatan dapat dianalisa dalam waktu singkat.

"Kemudian jalan keluar juga dalam waktu yang singkat, dan tidak akan terjadi masalah yang diributkan sekarang ini, tentang masalah defisit BPJS," kata dia.

"Karena apa, apa yang dihasilkan sebagai jalan keluar dalam bentuk Perpres Nomor 82 tahun 2018, itu hanya bersifat sementara, bukan penyelesaian yang tetap, dan kita harus mencari penyelesaian yang tetap," Ilham menambahkan.

Terkait hal tersebut, Ilham mengatakan Presiden Jokowi setuju dengan usulan IDI. Ke depan ia berharap ada sinkronisasi dan kerja sama antara IDI dengan Kemenkes dan BPJS.

"Tentu masalah ini akan cepat diselesaikan secara komprehensif, bukan bersifat sementara seperti yang anda ketahui," ucapnya.

Keempat, IDI berharap program Jaminan Kesehatan Nasional dapat berjalan dengan baik. Ilham khawatir dengan persoalan defisit BPJS akan menghambat program Kartu Indonesia Seat atau JKN.

"Untuk itu kami memberikan jalan keluar, kami mengharapkan JKN ini tentu berjalan dengan baik dan sukses, dan kami memakai istilah, bapak presiden, dengan hasil Kartu Indonesia Sehat yang baik, bukan hanya masyarakat yang tertolong atau terbantu, tetapi para dokter juga ikut tersenyum," katanha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon Menilai Aksi Relawan Jokowi Ciderai Kampanye Damai

Fadli Zon Menilai Aksi Relawan Jokowi Ciderai Kampanye Damai

News | Senin, 24 September 2018 | 13:40 WIB

Walk Out di Depan Jokowi dan Prabowo, Fadli Zon: Pak SBY Kecewa

Walk Out di Depan Jokowi dan Prabowo, Fadli Zon: Pak SBY Kecewa

News | Senin, 24 September 2018 | 13:40 WIB

Koordinasi Dukungan Ahokers, Nusron Sambangi Kediaman Ma'ruf Amin

Koordinasi Dukungan Ahokers, Nusron Sambangi Kediaman Ma'ruf Amin

News | Senin, 24 September 2018 | 13:31 WIB

Terkini

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

×